ForexSignal88.com l Jakarta, 12/01/2019 - Pertarungan dolar AS melawan para rivalnya di pekan lalu (7-11 Januari) cukup seru untuk dipantau. Mengawali pekan lalu dolar AS sempat tertekan kemudian di hari berikutnya memukul balik namun segera terpukul lagi pada hari Rabu hingga perlawanan yang cukup kuat diperlihatkan dolar AS pada sesi Kamis dan Jumat.

Faktor utama pergerakan bursa forex dan emas sepanjang pekan lalu masih berkutat pada beberapa hal yang sama yaitu hubungan perdagangan AS-China, prospek suku bunga Federal Reserve, kemelut politik dalam negeri AS dan Brexit. Semua faktor itu memiliki titik temu pada lokasi yang sama: stabilitas pertumbuhan ekonomi AS dan global.

Ada optimisme para pelaku pasar yang membuncah di pekan lalu karena Washington dan Beijing jadi menggelar perundingan tingkat tinggi selama Senin dan Selasa di ibukota China. Optimisme tersebut semakin kuat setelah tersiar kabar pembicaraan dagang tersebut diperpanjang hingga hari Rabu.

Meskipun belum ada kabar pasti, pasar menilai dan meyakini kedua raksasa ekonomi dunia itu akan menghentikan perang dagang mereka yang sudah berlangsung selama berbulan-bulan hingga pada awal Desember kedua pemimpin negara itu sepakat untuk memberlakukan ‘gencatan senjata’ selama 90 hari.

AS telah mengenakan tarif $250 miliar pada barang-barang Tiongkok dan dapat menerapkan bea pada tambahan $267 miliar pada barang impor dari China. Beijing merespons dengan tarif $110 miliar pada barang-barang AS dan menargetkan industri yang penting secara politis seperti pertanian.

Donald Trump, yang sejak berkampanye pada tahun 2016 untuk menjadi presiden AS, konsisten mengajak AS untuk menindak apa yang ia sebut sebagai “pelecehan perdagangan” oleh China.

Trump juga ingin menangani pencurian properti intelektual yang diduga dilakukan oleh Tiongkok, transfer teknologi secara paksa, kepemilikan perusahaan-perusahaan AS di China, hambatan tarif/non-tarif dan berbagai isu lainnya.    

Perang dagang atau perang tarif antara kedua ekonomi terbesar di dunia itu memang mengkhawatirkan banyak pihak terutama pasar keuangan sehingga meningkatkan permintaan terhadap aset safe havens seperti yen, franc dan emas. Namun semua aset safe havens tersebut pada pekan lalu tidak berkinerja sekuat pekan sebelumnya karena kekhawatiran pasar mulai mereda.

Sementara itu prospek suku bunga The Fed di tahun ini dan selanjutnya pun memicu pasar melepas dolar AS. Dari komentarnya pada saat berbicara di American Economic Association pada Jumat (4/12), Ketua Fed Jerome Powell memicu ekspektasi dan spekulasi pasar sehingga tekanan jual terhadap greenback terjadi sejak sesi tersebut hingga awal pekan lalu. Pasar terlihat semakin yakin bank sentral AS akan melambatkan laju kenaikan suku bunga di 2019 dan 2020 bahkan mungkin bakal menghentikannya.

Sabar – fleksibel – sensitif adalah tiga kata dari Powell yang menjadi sorotan pasar karena itu dapat berarti The Fed akan terus mencermati data-data dan perkembangan situasi ekonomi serta pasar keuangan alias data-driven policy. Bank sentral AS pun akan sensitif atau peka terhadap aspirasi pasar keuangan dan kepentingan politis walaupun bank sentral AS selalu berusaha untuk profesional.

Kecenderungan sikap dovish The Fed semakin terlihat setelah notulen rapat kebijakan 18-19 Desember komite kebijakan bank sentral AS (FOMC) yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan beberapa pembuat kebijakan The Fed mengatakan pada bulan lalu mereka bisa “bersabar” tentang kenaikan suku bunga di masa depan. Beberapa pejabat bank itu juga tidak mendukung kenaikan suku bunga bank sentral terakhir di tahun 2018.

Sementara itu hubungan antara Trump dan Demokrat masih tetap tegang sehingga penutupan sebagian pemerintah (shutdown) AS masih berlangsung. Sama seperti perang dagang yang akhirnya terwujud, pembangunan “Great Wall of America” juga salah satu janji kampanye Trump yang menurutnya harus diwujudkan dan inilah penyebab terjadinya shutdown tersebut.

Selanjutnya dolar AS menunjukkan penguatan tipis dan parsial menjelang hingga akhir sesi penutupan pekan lalu. Namun di sesi yang sama kita juga melihat pound sterling terus menguat setelah muncul potensi penangguhan batas waktu keluarnya Inggris dari Uni Eropa yang sebelumnya ditetapkan 29 Maret 2019.

Kabar tersebut setidaknya menjadi angin segar bagi mata uang UK menjelang voting parlemen pada 15 Januari yang juga menjadi faktor penentu nasib kesepakatan Brexit antara Perdana menteri Theresa May dengan Uni Eropa.

Dari catatan tim analis ForexSignal88.com, pada penutupan basis mingguan pekan lalu, dolar AS hanya menguat tipis terhadap yen dengan pasangan USDJPY naik 0,08 persen sementara terhadap mata uang lain masih berada di zona merah dengan EURUSD berakhir naik 0,53 persen, GBPUSD ditutup naik 0,83 persen, AUDUSD berakhir positif 1,24 persen, USDCHF berakhir turun 0,26 persen, USDCAD ditutup lebih rendah 0,95 persen dan NZDUSD - pasangan mata uang berperforma terbaik di pekan lalu - ditutup menghijau 1,4 persen, sedangkan harga emas (XAUUSD) tercatat berakhir naik tipis 0,27 persen dan masih berkonsolidasi di bawah level psikologis $1.300,00.

 

Jurnal Mingguan Lainnya

July 13, 2019

HOT TOPIC: Jika Suku Bunga The Fed Dipangkas, Apa Dampak Negatif dan Positif Bagi Keuangan Kamu?

in Jurnal Mingguan by Super User
Forexsignal88.Com - Kabar bahwa The Fed akan semakin terdesak dan akhirnya memangkas tingkat suku bunga semakin merebak. Betapa tidak, setelah rapat FOMC terakhir ketika The Fed memutuskan untuk tidak memangkas suku bunga, Presiden Trump menyerang the Fed…
July 06, 2019

Sekilas Forex: Presiden Trump Kembali Menyerang The Fed Karena Gagal Menaikan Suku Bunga Fed Rate

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 06/07/2019 - Non Farm Payroll pada Jumat kemarin dilaporkan meningkat sebesar 224.000 setelah ekpektasi awal pasar hanya sebesar 160.000. Selisih 72.000 ini adalah selisih yang besar dan Presiden Trump sendiri mengakui bahwa ini…
June 30, 2019

HOT NEWS: Usai Bertemu Presiden Cina, Trump Mengatakan Bahwa Ini Adalah Pertemuan Yang Sangat Baik Dengan Cina. Apa Artinya?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 30/06/2019 - Usai bertemu Presiden Cina Xi Jinping, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa pertemuan yang baru saja berlangsung pada hari Sabtu pagi merupakan pertemuan yang sangat, sangat baik. Jika melihat dari perang dagang…
June 22, 2019

Sekilas Forex: Virus Demam BULLISH GOLD Mulai Tersebar di Kalangan Investor Seiring Naiknya Harga Emas Melewati Level Tertinggi 6 Tahun

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/06/2019 - Kabar yang menarik datang dari investasi emas dimana harga spot XAU/USD kembali berkilau dengan gerakan meroket naik menembus level $1400.00 yang merupakan level tertinggi 6 tahun lalu. Bagi seorang investor, yang…
May 25, 2019

Fluktuasi Pasar Mata Uang Meningkat. Mulai Dari Pound Yang Terseret Drama Theresa May dan BREXIT Sampai Ke USD Yang Masih Dipengaruhi Sentimen Sengketa Dengan Cina

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 25/05/2019 - Fluktuasi besar pada hampir seluruh pasar keuangan terjadi di sepanjang sesi perdagangan pekan lalu (20-24 Mei). Bursa forex, komoditas, saham, bahkan obligasi menggeliat di pertengahan pekan lalu. Pada bursa forex,…