ForexSignal88.com l Jakarta, 24/11/2018 - Mengawali sesi perdagangan pekan lalu (19-23 November) dolar AS masih menunjukkan pelemahan setelah di pekan sebelumnya dua pejabat berpengaruh Federal Reserve mengisyaratkan potensi kemunduran pertumbuhan ekonomi global sekaligus probabilitas melambatnya laju pengetatan moneter bank sentral tersebut.

Sejauh ini, mayoritas para pelaku pasar masih meyakini bahwa pada rapat kebijakan bulan Desember, The Fed akan menaikkan suku bunganya kembali, yang keempat di tahun ini.

Namun pertanyaan selanjutnya adalah apakah di tahun 2019 The Fed masih dapat menaikkan suku bunga acuannya sebanyak tiga kali seperti perkiraan sebelumnya atau justru menguranginya.

Karena itulah mulai pekan lalu, perhatian para investor dan trader di bursa forex dan emas kembali tertuju ke data-data ekonomi regular selain tetap memantau dinamika geopolitik, perdagangan global dan kinerja saham-saham di berbagai bursa utama di dunia.

Pergerakan di bursa forex dan emas pada pekan lalu memang tidak seaktif di pekan sebelumnya karena ada hari libur Thanksgiving di AS pada hari Kamis dan Labor Thanksgiving di Jepang pada hari Jumat. Perhatian pasar terhadap data ekonomi mulai terlihat di sesi Rabu dengan dimajukannya rilis beberapa data regular AS.

Data Ekonomi Regular Kembali Diperhatikan Pasar

Setelah penurunan tajam ekuitas AS pada hari Selasa, terjadilah rebound sehari sebelum liburan Thanksgiving yang mendorong pemulihan mata uang AS. Greenback menguat kembali terhadap sebagian besar mata uang utama kecuali terhadap safe havens yen Jepang dan franc Swiss.

Pesanan barang tahan lama atau barang modal (durable goods orders) di AS turun drastis -4,4%, klaim pengangguran meningkat dan Indeks Sentimen Konsumen Universitas Michigan (UoM) direvisi lebih rendah. Sedangkan angka penjualan rumah yang ada (existing home sales) hanya naik tipis sehingga sangat jelas bahwa momentum ekonomi AS sedang berkurang.

Ditambah lagi dengan penurunan di bursa saham AS yang nyaris menghapus seluruh kenaikan di tahun ini, akan sangat sulit bagi para investor dan dunia bisnis untuk bersemangat dan optimistis tentang prospek ekonomi AS selanjutnya.

Pasar tenaga kerja, yang telah menjadi sumber utama optimisme bank sentral AS, pun berpotensi untuk mulai menderita karena kalangan bisnis menunda investasi dan membatasi perekrutan.

Seperti disebut di atas, sebagian pejabat The Fed pun semakin khawatir tentang pertumbuhan di tahun 2019, memicu pembicaraan tentang masa jeda untuk mengetatkan moneter di musim semi mendatang.

Kesepakatan Naskah Perjanjian Brexit Mengerek Euro dan Sterling

Pelemahan dolar AS sempat berlanjut hingga sesi Kamis. Euro dan pound sterling menguat terhadap greenback setelah UK dan Uni Eropa (UE) pada prinsipnya setuju untuk rancangan naskah perjanjian yang menetapkan hubungan masa depan mereka sebelum pertemuan puncak pada hari Minggu (25/11).

Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengatakan naskah tersebut telah dibahas oleh Perdana Menteri UK Theresa May dan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker dan mereka berencana untuk memiliki hubungan perdagangan barang yang erat meskipun kelak UK tak lagi menjadi bagian dari serikat tersebut.

Kabar itu tentunya menjadi sebuah berita yang menggembirakan dari perspektif investor karena memberikan kejelasan yang sangat dibutuhkan untuk para investor dan perusahaan-perusahaan di kedua sisi.

Tetapi masih banyak pengamat dan analis pasar yang melihat pound sterling masih rentan untuk terpukul hingga rancangan perjanjian Brexit tersebut mendapat dukungan politik yang bulat dan kuat.

Penguatan euro juga tertahan oleh risalah Bank Sentral Eropa (ECB) yang menunjukkan para pembuat kebijakan bank itu, pada pertemuan bulan Oktober, menegaskan kembali rencananya untuk mengurangi stimulus moneter bahkan beberapa dari mereka melihat peningkatan risiko terhadap ekonomi.

Jatuhnya Minyak Dunia dan Saham Wall Street Bantu Dolar AS Bangkit

Namun penguatan euro dan sterling gagal bertahan. Selain para pelaku pasar menunggu pertemuan PM May dan Juncker di Brussels pada hari Minggu (25/11), jatuhnya harga minyak mentah dunia dan indeks saham utama di Wall Street pada hari Jumat membuat para investor berlarian menuju dolar AS yang masih dipandang sebagai safe haven teraman, lebih baik ketimbang emas, franc dan yen.

Akhirnya, saat penutupan sesi Jumat, indeks dolar AS berakhir positif 0,24 persen di 96,94. Data MetaTrader yang digunakan tim analisis pasar keuangan ForexSignal88.com menunjukkan dolar AS berhasil memukul semua rivalnya pada hari terakhir pekan lalu meskipun pada basis mingguan terlihat yen dan harga emas masih berakhir menghijau meskipun hanya sebuah kenaikan sangat tipis dibanding penutupan sesi pekan sebelumnya.

EURUSD

 FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF CENDERUNG NETRAL  

O : 1.1415     H : 1.1472      L : 1.1327      C : 1.1330

PERGERAKAN SEPEKAN 19/11 – 23/11 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 145 PIP

Secara Fundamental, IHS Markit melaporkan bahwa Indeks PMI Manufaktur Jerman (Flash) turun dari level 52.2 ke 51.6 pada bulan November. Angka tersebut di bawah ekspektasi konsensus yang memperkirakan tidak ada perubahan dari level bulan sebelumnya.

Meski masih dalam kategori ekspansi, angka Indeks PMI Manufaktur Jerman pada bulan November 2018 menjadi yang terendah sejak Maret 2016 silam. Penyebab penurunan ini adalah merosotnya output pertumbuhan sampai ke level rendah lima tahun, serta menurunnya pesanan manufaktur dalam dua bulan terakhir. Indeks PMI Manufaktur Jerman berdampak medium-tinggi terhadap Euro.

Indeks PMI Manufaktur Jerman adalah indikator ekonomi yang mencerminkan keyakinan para manajer bisnis di sektor manufaktur Jerman, sehingga berdampak di pasar saham dan pasar forex. Indeks ini dirilis oleh Markit dan didasarkan pada 5 indikator utama, yaitu: output produksi, ketersediaan produk, aktivitas pengiriman, jumlah pesanan, dan jumlah tenaga kerja. Indeks ini terdiri dari 2 versi, yaitu Preliminary dan Final. Karena dirilis lebih awal, biasanya dampak Preliminary lebih tinggi. 

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. German Ifo Business Climate Senin 26/11/2018 Pk 16:00 WIB
  2. OPEC – JMMC Meetings Selasa 27/11/2018 Tentatived Time
  3. G20 Meetings Kamis 29/11/2018 All Day
  4. German Prelim CPI Kamis 29/11/2018 Tentatived Time
  5. CPI Flash Estimate Jumat 30/11/2018 Pk 17:00 WIB
  6. Core CPI Flash Estimate Jumat 30/11/2018 Pk 17:00 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.1430, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1477 – 1.1521 – 1.1564. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.1297, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.1253 – 1.1211 – 1.1167.

GBPUSD

 FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1.2846     H : 1.2927      L : 1.2764      C : 1.2817

PERGERAKAN SEPEKAN 19/11 – 23/11 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 163 PIP

Secara Fundamental, Poundsterling melemah hingga setengah persen di sesi perdagangan akhir pekan Jumat (23/November) kemarin, setelah kabar menyebutkan bahwa Inggris dan Spanyol belum mencapai kesepakatan mengenai Gibraltar. PM Spanyol Pedro Sanchez menyampaikan klarifikasi melalui akun Twitternya, dengan menyebutkan bahwa ia dan PM Theresa May belum mencapai kesepakatan. Jika kesepakatan soal Gibraltar tak tercapai, Spanyol mengancam akan menolak draft kesepakatan Brexit yang akan dibahas di meja pertemuan tingkat tinggi Uni Eropa pada hari Minggu 25/11. Masalah Gibraltar ini jelas akan menjadi sebuah ganjalan yang dapat menghalangi Deal Brexit. Padahal, pasar hanya akan memburu Pound jika kesepakatan Brexit tercapai. Gibraltar merupakan pulau kecil yang menjadi wilayah luar negeri dengan kedaulatan Inggris. Letaknya berada di lepas pantai selatan Spanyol dan didominasi oleh The Rock of Gibraltar.

Pada tahun 1700-an, wilayah ini sebetulnya telah diserahkan pada Inggris dengan kalahnya Spanyol dari Inggris. Akan tetapi, Spanyol masih terus berupaya merebutnya kembali sehingga menjadi sengketa hingga saat ini.

Dalam kesepakatan perceraian Inggris dari Uni Eropa, tercakup protokol-protokol atas Irlandia, Gibraltar, dan Siprus. Spanyol menuntut perjanjian sejelas-jelasnya dengan Inggris atas status Gibraltar. Terlebih lagi, ribuan pekerja Spanyol sering harus melintasi perbatasan The Rock setiap harinya untuk bekerja. Untuk itu, masalah perbatasan pasca Brexit harus mendapat solusi.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. OPEC – JMMC Meetings Selasa 27/11/2018 Tentatived Time
  2. Bank Stress Test Results Rabu 28/11/2018 Tentatived Time
  3. BOE Financial Stability Report Rabu 28/11/2018 Tentatived Time
  4. G20 Meetings Kamis 29/11/2018 All Day
  5. Net Lending to Individuals Kamis 29/11/2018 Pk 16:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.2931, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.2971 – 1.3011 – 1.3047. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.2758, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.2720 – 1.2683 – 1.2647.

 

AUDUSD

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 0.7308     H : 0.7324      L : 0.7200      C : 0.7228

PERGERAKAN SEPEKAN 19/11 – 23/11 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 134 PIP

Secara Fundamental, Dolar Australia telah turun cukup tajam sejak awal tahun 2018. Pada Oktober lalu, penurunannya bahkan mencapai level terendah dua setengah tahun. Walaupun AUD/USD mulai menguat di bulan November ini, JP Morgan mengekspektasikan bahwa penguatan tersebut tak akan bertahan lama.

Dollar Australia naik ke atas 0.72 di bulan November ini. Penguatan tersebut terjadi berkat solidnya data ketenagakerjaan Australia, harapan akan solusi perdagangan AS-China, ekspektasi melemahnya kenaikan suku bunga AS tahun depan, serta aksi short-covering oleh para investor. Namun demikian, sebagian pelaku pasar kini bertanya-tanya, apakah level rendah di bulan Oktober lalu sudah menjadi poin terendah dalam siklus AUD/USD saat ini? Menurut JP Morgan, jawabannya: belum.

Tim Ekonomi Australia di JP Morgan telah melakukan riset yang dipimpin oleh Sally Auld. Hasilnya, AUDUSD diprediksi akan bergerak di bawah level 0.70 selama beberapa periode tertentu di tahun 2019 mendatang.

Jika turut mempertimbangkan latar belakang makroekonomi, maka Dolar Australia malah dapat turun lebih rendah daripada level-level tersebut.

"Beberapa tema (yang memengaruhi pergerakan) AUD di tahun 2019 masih merupakan tema yang familiar, antara lain seperti melebar atau menyempitnya selisih suku bunga RBA versus suku bunga The Fed, perlambatan pertumbuhan ekonomi China, dan menurunnya harga komoditas... Kami memprediksi, AUD/USD akan berada pada level 0.6900 di pertengahan tahun 2019 dan 0.6800 di akhir tahun 2019," kata Auld.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. OPEC – JMMC Meetings Selasa 27/11/2018 Tentatived Time
  2. Construction Work Done Rabu 28/11/2018 Pk 07:30 WIB
  3. Private Capital Expenditure Kamis 29/11/2018 Pk 07:30 WIB
  4. G20 Meetings Kamis 29/11/2018 All Day

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 0.7266, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7301 – 0.7336 – 0.7367. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 0.7195, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 0.7161 – 0.7127 – 0.7091.

 

XAUUSD

FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NETRAL  

O : 1222.35   H : 1229.85   L : 1217.85    C : 1222.80

PERGERAKAN SEPEKAN 19/11 – 23/11 : DOJI POSITIF

RANGE SEPEKAN : $12 atau 120 PIP

Secara Fundamental, Harga emas berjangka melemah pada perdagangan singkat Jumat pekan ini. Harga emas turun dari level tertinggi dalam dua minggu sebelum perayaan Thanksgiving.

Pelaku pasar tetap fokus pada rencana kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve selama beberapa bulan mendatang. Selain itu juga respons terhadap pergerakan dollar AS dan perkembangan pembicaraan perang dagang antara AS dan China.

Volatilitas bursa saham akibat perang dagang juga menjadi sentimen terhadap pergerakan harga emas sebagai safe haven. Harga emas untuk pengiriman Desember turun USD 4,8 atau 0,4 persen ke posisi USD 1.223,20 per ounce.Selama sepekan, harga emas naik 0,1 persen.

"Pergerakan harga emas menarik dalam hadapi perang dagang yang membayangi dan kemungkinan perubahan kebijakan the Fed yang akan dorong dolar AS melemah lebih signifikan," tutur Stephen Innes, Head of Asia Pacifik Oanda, seperti dikutip dari halaman Marketwatch, Sabtu (24/11/2018).

The Federal Reserve akan diharapkan menaikkan suku bunga acuan sekali lagi pada Desember 2018. Rencana kenaikan suku bunga itu merupakan keempat kali sepanjang tahun berjalan.

Namun, investor juga khawatir berapa banyak kenaikan suku bunga bank sentral pada 2019 tanpa memicu resesi domestik. Ini di tengah munculnya tanda-tanda pelemahan ekonomi global. The Federal Reserve akan menaikkan suku bunga tiga kali lagi pada 2019.

Adapun bagian dari ketidakpastian ekonomi bertumbuh seiring perang dagang. China menolak tuduhan baru AS soal praktik perdagangan yang tidak adil. Selain itu, China meminta AS berhenti membuat provokasi karena kedua pihak juga akan bertemu pada KTT G20 pekan depan.

Harga emas turun didorong indeks dolar AS naik 0,4 persen. Selama sepekan, indeks dolar AS menguat hampir 0,5 persen pada pekan ini sedangkan selama sebulan naik 0,9 persen. Harga emas bergerak berbalik terhadap dolar AS. Dolar AS yang lebih kuat dapat membuat emas kurang menarik bagi pengguna mata uang lainnya.

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1216.85, kemungkinan harga akan kembali ke level 1208.95 – 1200.70 – 1192.80. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1230.80, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1238.35 – 1245.50 – 1253.00.

  

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: TheStreet.Com

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

March 23, 2019

Pertumbuhan Ekonomi Lambat Berarti The FED Akan STOP Kenaikan Suku Bunga

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/03/2019 - Dinamika bursa forex dan emas cukup menarik pada pekan lalu (18-22 Maret). Mengawali perdagangan di pekan tersebut, dolar AS berada di bawah kendali para bears karena pada pekan sebelumnya, sederet data ekonomi AS…
March 16, 2019

Poundsterling Menggila Karena Brexit dan Voting Parlemen Inggris

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/03/2019 - Pound sterling tampil sebagai bintang pada sesi perdagangan forex pekan lalu (11-15 Maret), sementara harga emas hanya menambah sedikit pemulihannya pasca penyusutan hingga $1.280,70 pada pekan sebelumnya. Fokus utama…
March 09, 2019

ECB Membunyikan Alarm Atas Suramnya Pertumbuhan Ekonomi Eropa

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 09/03/2019 - Perdagangan forex dan emas cukup fluktuatif pada sesi pekan lalu (4-8 Maret), di saat pasar, untuk sementara waktu, terlihat melupakan tema perang dagang AS-China. Batas waktu 1 Maret yang ditetapkan oleh para…
March 02, 2019

Ketua Federal Reserve Optimistis Akan Ekonomi Amerika Serikat, Bagaimana Pasar Merespon?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 02/03/2019 - Dolar AS kembali menunjukkan pemulihan pada penutupan pekan lalu (25 Februari - 1 Maret) setelah di pekan sebelumnya berakhir negatif. Pada pekan lalu, data MetaTrader yang digunakan oleh tim analisis pasar keuangan…
February 24, 2019

Negosiasi Perang Dagang Cina VS AS Masih Menemukan Jalan Buntu. Investor Wait and See

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/02/2019 - Pada perdagangan forex, emas dan minyak mentah sepanjang pekan lalu (18-22 Februari), tidak terlihat perubahan besar karena pasar masih terjebak pada mode “wait and see” di tengah gelombang beberapa peristiwa atau…