ForexSignal88.com l Jakarta, 07/07/2018 - Dinamika perdagangan mata uang dan emas pada hampir sepanjang pekan lalu (2-6 Juli) diwarnai oleh tekanan jual terhadap dolar AS meskipun tetap terbilang sebagai koreksi terhadap tren naik greenback yang terbentuk sejak pertengahan April.

Setidaknya ada tiga isu besar yang menjadi perhatian para pelaku pasar di pekan lalu yaitu stabilitas Uni Eropa, notulen rapat Federal Reserve bulan Juni dan perdagangan global dengan potensi perangnya yang semakin besar.

Pada hari Senin (2/7), Horst Seehofer, menteri dalam negeri Jerman sekaligus pemimpin partai mitra koalisi Jerman, mengumumkan bahwa dia akan mundur jika Angela Merkel tidak bernegosiasi dengannya. Ini terjadi setelah pertemuan pada minggu sebelumnya di antara para pemimpin Uni Eropa tentang imigrasi. Pada pertemuan di Brussels, Merkel menyetujui langkah-langkah yang dimaksudkan untuk mengurangi jumlah migran yang masuk ke Jerman.

Pernyataan Seehofer tersebut merupakan pukulan besar bagi sang kanselir dan euro. Beruntung pada hari Selasa, Seehofer berkenan untuk menerima sebuah proposal baru, sehingga euro pun berbalik menguat terhadap greenback.

Perdagangan forex dan emas sempat sepi di hari Rabu karena adanya libur Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli. Selanjutnya pada Jumat dini hari pasar digerakkan oleh publikasi risalah rapat kebijakan The Fed yang menyebutkan pejabat bank sentral AS tersebut khawatir bahwa jika ekonomi AS berjalan terlalu kuat dapat menyebabkan masalah besar jika terus dibiarkan.

Beberapa anggota komisi kebijakan The Fed menyatakan kekhawatiran mereka bahwa periode yang berkepanjangan di mana ekonomi beroperasi di luar potensinya dapat menimbulkan tekanan inflasi yang meningkat atau ketidakseimbangan keuangan yang dapat berujung pada kemerosotan ekonomi yang signifikan.

Akibatnya, hampir semua pejabat di bank sentral itu percaya bahwa mereka harus terus menaikkan suku bunga secara teratur. Keputusan itu bahkan muncul di tengah kekhawatiran besar bahwa ketegangan yang terjadi saat ini antara AS dan mitra dagangnya dapat menghambat pertumbuhan ekonomi yang telah terlihat di tahun ini.

Sementara itu pada isu perdagangan, sempat ada harapan bahwa AS dan China akan mencoba menyelamatkan konflik perdagangan saat ini namun harapan itu tidak terwujud. Kedua negara mulai menerapkan tarif impor lebih awal pada hari Jumat (6/7). Tampaknya situasi berubah dari sekadar konflik perdagangan menjadi sebuah perang dagang. Para pelaku pasar pun tentunya masih ingat bahwa Donald Trump telah berjanji untuk membalas setiap aksi balasan Tiongkok.

China juga mengumumkan bahwa mereka akan menanggapi tarif yang dikenakan AS dengan tarif yang sama. Aksi balas-membalas antara kedua ekonomi terbesar di dunia tersebut juga ikut melukai harga komoditas utama seperti jagung dan kedelai.

Perdagangan forex dan emas di pekan lalu akhirnya ditutup oleh satu set data ketenagakerjaan AS. Greenback mencapai posisi terendah tiga minggu terhadap euro pada hari Jumat setelah data menunjukkan ekonomi AS menciptakan lebih banyak pekerjaan dari yang diharapkan pada bulan Juni tetapi indikator inflasi yang dipantau dengan cermat - tingkat pertumbuhan upah - naik kurang dari perkiraan dan tingkat pengangguran juga meningkat.

Greenback telah melemah sebelumnya pada hari Jumat karena AS dan China mengenakan tarif atas impor satu sama lain tetapi kejatuhannya sempat teredam karena para pelaku pasar tetap menunggu laporan pekerjaan tersebut.

Data nonfarm payrolls terakhir adalah 213.000 pekerjaan tercipta di bulan lalu, demikian menurut Departemen Tenaga Kerja AS. Data untuk April dan Mei yang direvisi menjadi menunjukkan 37.000 pekerjaan lebih banyak dari yang dilaporkan sebelumnya.

Namun tingkat pengangguran naik menjadi 4,0 persen dari tingkat terendah 18 tahun yaitu 3,8 persen pada bulan Mei, sedangkan upah per jam rata-rata naik 0,2 persen pada Juni setelah meningkat 0,3 persen pada bulan Mei.

Untuk pekan depan perdagangan forex dan emas akan dihiasi oleh sejumlah agenda penting yaitu pidato gubernur bank sentral Eropa, Jepang dan Kanada yang akan bersanding dengan sejumlah data berkategori merah yaitu PDB dan manufaktur Inggris juga data inflasi konsumen AS.

EURUSD

FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : POSITIF CENDERUNG NETRAL

O : 1.1681     H : 1.1767      L : 1.1590      C : 1.1742

PERGERAKAN SEPEKAN 02/07 – 06/07 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 177 PIP

Secara Fundamental, muncul kabar terbaru mengenai politik Jerman, yang mengancam keutuhan koalisi pemerintahan Kanselir Angela Merkel. Kanselir Angela Merkel menghadapi masalah baru gara-gara Menteri Dalam Negeri Jerman, Horst Seehofer, menyatakan siap mundur dan keluar dari kepengurusan masalah migrasi.

Seehofer yang didesak untuk memperketat kontrol perbatasan negara tersebut memilih untuk menyerah dan melepaskan jabatannya, baik sebagai menteri maupun sebagai ketua Christian Social Union (CSU). CSU adalah partner koalisi baru dalam pemerintahan Merkel.

Terlepas dari perkembangan politik Jerman pada pekan kemarin, menurut catatan analisis dari Bank of America Merrill Lynch, EUR/USD kemungkinan diperkirakan akan jatuh ke angka 1.12 di kuartal ketiga tahun ini. Sedangkan di kuartal akhir, pasangan mata uang tersebut akan mencapai angka 1.14. Apakah betul ? Kita lihat dan selalu waspada saja terhadap perkembangan berita dan harga yang akan terjadi.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. German ZEW Economic Sentiment Selasa 10/07/2018 Pk 16:00 WIB
  2. ECB Monetary Policy Meeting Accounts Kamis 12/07/2018 Pk 18:30 WIB

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.1634, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1583 – 1.1533 – 1.1484. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.1772, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.1822 – 1.1873 – 1.1923.

 

GBPUSD

FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  POSITIF CENDERUNG NETRAL 

O : 1.3192     H : 1.3280      L : 1.3095      C : 1.3272

PERGERAKAN SEPEKAN 02/07 – 06/07 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 154 PIP

Secara Fundamental, Indeks PMI Jasa Inggris dilaporkan naik. Selain itu, ekspektasi akan kenaikan Rate Bank Sentral Inggris (BoE) juga menjadi penopang penguatan Poundsterling sepekan kemarin. Laporan kenaikan Indeks PMI Jasa Inggris yang naik ke level 55.1 pada bulan Juni, lebih tinggi dibandingkan ekspektasi kenaikan ke angka 54.0.

Dengan demikian, Inggris berhasil menggenapkan ketiga hasil survei PMI yang terdiri dari sektor Konstruksi, Manufaktur, dan Jasa di atas ekspektasi. Data tersebut menjadi kontributor bagi penguatan GDP Inggris untuk kuartal kedua. Markit/CIPS, lembaga survei yang merilis data tersebut memprediksi adanya kenaikan GDP sebanyak 0.4 persen di kuartal kedua tahun ini, dari 0.2 persen di kuartal sebelumnya.

"Momentum terus berlanjut dalam perekonomian Inggris, dimana data aktivitas sektor jasa berhasil menaikkan harapan akan kenaikan suku bunga BoE lebih cepat daripada yang diperkirakan," kata Naeem Aslam, Chief Markets Strategist di ThinkMarkets Inggris. Ekspektasi pasar untuk potensi kenaikan Rate BoE sebanyak 25 basis poin di akhir tahun 2018 telah terpantau di level 88 persen.

Sementara itu, mereka yang memprediksikan untuk kans kenaikan Rate pada bulan Agustus mencapai 53 persen. Menurut James Skinner dari PoundsterlingLive, gerak Pound selanjutnya akan ditentukan oleh kebijakan moneter BoE. Hal ini terutama setelah Andy Haldane, salah seorang pejabat MPC BoE, mengungkapkan bahwa ekonomi Inggris tengah menguat dan memungkinkan dilaksanakannya kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. Manufacturing Production             Selasa 10/07/2018 15:30 WIB
  2. Goods Trade Balance Selasa 10/07/2018 15:30 WIB
  3. BOE Credit Conditions Survey Kamis 12/07/2018 15:30 WIB

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.3199, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.3142 – 1.3081 – 1.3024. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.3324, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.3381 – 1.3443 – 1.3500.

AUDUSD

 FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  POSITIF CENDERUNG NETRAL

O : 0.7410     H : 0.7441      L : 0.7308      C : 0.7426

PERGERAKAN SEPEKAN 02/07 – 06/07 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 133 PIP

Secara Fundamental, Suku bunga dipertahankan di level rendah 1.5 persen, menandai keputusan yang sama dalam 23 kali rapat berturut-turut. Lemahnya upah pekerja dan tingginya utang masih menjadi masalah utama yang disoroti oleh bank sentral.

Kebijakan moneter RBA pada Selasa pekan kemarin sesuai dengan ekspektasi para ekonom. Kenaikan suku bunga pun diperkirakan tak akan diterapkan tahun ini sampai dengan 2019. Meski perekonomian Australia dinilai baik khususnya dalam sektor penciptaan lapangan kerja, inflasi masih di bawah target. Oleh sebab itulah RBA mengatakan belum akan mengubah rate-nya.

Dalam rapat bulan lalu, RBA mengeluarkan pernyataan bahwa suku bunga saat ini masih sesuai dengan pertumbuhan ekonomi, sembari memperkirakan jika harga konsumen akan mencapai 2%. Namun dalam rapat kali ini, Philip Lowe menyinggung masalah rendahnya upah pekerja dan tingginya level utang.

"Pertumbuhan gaji masih rendah. Hal ini tampaknya akan berlanjut untuk beberapa waktu, kendati perekonomian yang menguat perlahan-lahan dapat mengangkat gaji pekerja," kata Lowe. Gubernur RBA tersebut melanjutkan dengan "Konsisten dengan hal ini, tingkat pertumbuhan upah harus disesuaikan, terutama dengan masih adanya laporan mengenai semakin banyaknya skill rendah di sejumlah daerah di Australia."

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. NAB Business Confidence Selasa 10/07/2018 08:30 WIB

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 0.7446, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7496 – 0.7546 – 0.7596. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 0.7336, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 0.7286 – 0.7236 – 0.7186.

 

XAUUSD

 FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  NETRAL 

O : 1252.80   H : 1260.85   L : 1237.75    C : 1254.80

PERGERAKAN SEPEKAN 02/07 – 06/07 : DOJI POSITIF

RANGE SEPEKAN : $23.1 atau 231 PIP

Secara Fundamental, Harga emas kembali jatuh, namun keluar dari posisi terendahnya dalam sepekan seiring pelemahan Dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan ekuitas. Bila secara mingguan, logam mulia mencatat kenaikan di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dengan China.

Melansir halaman Reuters, harga emas di pasar spot turun 0,2 persen ke posisi USD 1.254,45 per ounce. Harga emas menuju kenaikan mingguan pertamanya dalam empat pekan. Sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus naik USD 3 atau 0,2 persen, menjadi USD 1.255,80 per ounce.   

"Emas membutuhkan lebih dari perang dagang untuk mendorongnya lebih tinggi. Itu membutuhkan volatilitas dalam ekuitas dan data ekonomi yang lebih lemah," ujar Josh dari RJO Futures. Dolar jatuh setelah data menunjukkan tingkat pengangguran AS meningkat dan upah tumbuh kurang dari perkiraan pada bulan Juni.

Kenaikan upah adalah tanda yang diawasi ketat oleh pemerintah AS, karena berdampak ke tingkat inflasi yang dapat mendorong kenaikan suku bunga lebih banyak oleh Federal Reserve.  Dolar yang lemah cenderung mengangkat emas, sebab membuat logam mulia ini lebih murah bagi investor non-AS.   

Rencana pengenaan tarif impor AS kepada China ikut mempengaruhi pasar emas. Amerika berencana mengenakan tarif impor senilai USD 34 miliar pada produk China, yang berlaku di hari Jumat.

Akibat ini, China menegaskan untuk membalasnya dengan mengenakan tarif sebesar 25 persen untuk impor senilai USD 34 miliar. Memang, pasar menyerap kebijakan pengenaan tarif dengan tenang. Ini terlihat pada pasar saham yang justru naik. Meningkatnya pasar saham menekan harga emas karena permintaan logam mulia berkurang.               

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1249.70, kemungkinan harga akan kembali ke level 1244.15 – 1238.85 – 1233.90. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1260.55, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1267.00 – 1273.10 – 1279.15.

 

 

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: TheTicoTimes.Com

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

March 23, 2019

Pertumbuhan Ekonomi Lambat Berarti The FED Akan STOP Kenaikan Suku Bunga

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/03/2019 - Dinamika bursa forex dan emas cukup menarik pada pekan lalu (18-22 Maret). Mengawali perdagangan di pekan tersebut, dolar AS berada di bawah kendali para bears karena pada pekan sebelumnya, sederet data ekonomi AS…
March 16, 2019

Poundsterling Menggila Karena Brexit dan Voting Parlemen Inggris

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/03/2019 - Pound sterling tampil sebagai bintang pada sesi perdagangan forex pekan lalu (11-15 Maret), sementara harga emas hanya menambah sedikit pemulihannya pasca penyusutan hingga $1.280,70 pada pekan sebelumnya. Fokus utama…
March 09, 2019

ECB Membunyikan Alarm Atas Suramnya Pertumbuhan Ekonomi Eropa

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 09/03/2019 - Perdagangan forex dan emas cukup fluktuatif pada sesi pekan lalu (4-8 Maret), di saat pasar, untuk sementara waktu, terlihat melupakan tema perang dagang AS-China. Batas waktu 1 Maret yang ditetapkan oleh para…
March 02, 2019

Ketua Federal Reserve Optimistis Akan Ekonomi Amerika Serikat, Bagaimana Pasar Merespon?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 02/03/2019 - Dolar AS kembali menunjukkan pemulihan pada penutupan pekan lalu (25 Februari - 1 Maret) setelah di pekan sebelumnya berakhir negatif. Pada pekan lalu, data MetaTrader yang digunakan oleh tim analisis pasar keuangan…
February 24, 2019

Negosiasi Perang Dagang Cina VS AS Masih Menemukan Jalan Buntu. Investor Wait and See

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/02/2019 - Pada perdagangan forex, emas dan minyak mentah sepanjang pekan lalu (18-22 Februari), tidak terlihat perubahan besar karena pasar masih terjebak pada mode “wait and see” di tengah gelombang beberapa peristiwa atau…