ForexSignal88.com l Jakarta, 07/04/2019 - Pergerakan harga di bursa forex dan emas pada pekan lalu (1-5 April) terlihat kurang bergairah. Bahkan satu rangkaian data bulanan ketenagakerjaan AS juga gagal menghidupkan pasar.

Sepanjang pekan lalu, fluktuasi dan volatilitas besar hanya terlihat pada dinamika perdagangan pound sterling terhadap para rivalnya karena situasi di seputar Brexit yang semakin tidak pasti menjelang batas waktu tambahan yang diberikan Uni Eropa kepada Inggris.

Dolar AS memulai perdagangan pekan lalu dengan nada positif setelah pasar mengabaikan data ekonomi yang sebagian besar suram di pekan sebelumnya, namun dinilai tidak banyak menambahkan narasi perlambatan pada pertumbuhan ekonomi AS.

Penurunan pound sterling saat itu pun sempat menjadi bahan bakar bagi greenback karena kesepakatan Brexit Perdana Menteri Theresa May menderita kekalahan untuk ketiga kalinya di parlemen secara berturut-turut.

Perjanjian Penarikan (Withdrawal Agreement), bagian dari kesepakatan Brexit, ditolak oleh anggota Parlemen Inggris, yang memilih 344 banding 286 suara untuk menolak perjanjian tersebut.

Data manufaktur AS yang lebih kuat pada hari Senin (1/4) juga membantu greenback menahan pelemahan sebelumnya yang terjadi di sesi itu karena timbulnya kenaikan tajam sterling menjelang putaran pemungutan suara Parlemen Inggris pada hari Selasa (2/4) untuk menetapkan jalur Brexit.

Para pelaku pasar sempat dikecewakan pula oleh data penjualan eceran AS yang turun 0,2% pada bulan Februari, di bawah perkiraan para ekonom untuk kenaikan 0,3%. Kelompok penjualan eceran inti - yang memiliki dampak lebih besar pada PDB AS - turun 0,2%, di bawah prediksi untuk kenaikan 0,4%.

Namun indeks aktivitas manufaktur ISM yang lebih kuat dari perkiraan mampu meredakan kekhawatiran tentang melambatnya pertumbuhan ekonomi menyusul tanda-tanda pertumbuhan konsumen AS yang lemah di tengah penjualan eceran yang lebih rendah dari perkiraan tersebut.

Prospek Kesepakatan Dagang AS-China Sempat Membantu Euro

Selanjutnya, euro sempat menguat terhadap greenback pada hari Rabu (3/4) karena potensi tercapainya kesepakatan perdagangan antara AS dan China mendorong selera risiko (risk appetite) secara global, sementara dolar Australia saat itu mengungguli dolar AS karena data ekonomi lokal dan China yang kuat.

Financial Times melaporkan bahwa AS dan China kini lebih dekat untuk mencapai kesepakatan perdagangan. Laporan ini mendukung sentimen euro.

Selain itu, data sektor jasa yang lebih baik dari perkiraan di Eropa lebih lanjut membantu mata uang tunggal tersebut karena hasil Bund Jerman 10-tahun kembali di atas nol persen.

Greenback juga sedikit tertekan oleh data dari ADP Inc. di hari itu yang menunjukkan bahwa pengusaha swasta di AS menambahkan 129.000 pekerjaan pada bulan Maret, di bawah ekspektasi para ekonom dan terendah sejak September 2017.

Data tersebut membuat para pelaku pasar sedikit pesimistis memandang data ketenagakerjaan versi pemerintah AS yang dirilis pada hari Jumat.

NFP Bantu Dolar AS Menghijau di Sesi Terakhir Pekan Lalu

Di penghujung sesi pekan lalu dolar AS mendapat angin segar, terangkat sedikit setelah data menunjukkan ada penambahan pekerjaan AS pada bulan Maret, lebih baik dari prediksi para ekonom, sementara tekanan upah termoderasi.

Nonfarm payrolls AS menunjukkan ada pertambahan 196.000 pekerjaan pada bulan lalu. Sedangkan data Februari direvisi tipis sehingga tercatat pertambahan sebanyak 33.000 pekerjaan, bukan 20.000 seperti yang dilaporkan sebelumnya.

Tingkat upah juga melambat pada bulan Maret sementara penghasilan rata-rata per jam meningkat empat sen dolar AS, atau 0,1% pada Maret, setelah melonjak 0,4 persen pada Februari.

Dengan adanya data tersebut, Federal Reserve tampaknya tidak akan segera mengubah kebijakannya, baik ke arah positif maupun negatif, karena inflasi tidak berubah.

Namun The Fed juga harus menimbang tekanan dari Presiden AS Donald Trump yang mengatakan pada hari Jumat bahwa bank sentral AS harus menurunkan suku bunga dan mengambil langkah-langkah tidak konvensional lainnya untuk mengurangi tekanan pada ekonomi yang menurutnya melambat.

Menutup perdagangan pekan lalu, data MetaTrader yang digunakan tim ForexSignal88.com menunjukkan indeks dolar AS ditutup positif 0,17%. Tercatat pula dolar AS menguat terhadap aset safe havens seperti yen, franc, dan emas namun mengalami tekanan ringan dari mata uang utama lainnya, termasuk sterling, yang termasuk di dalam kategori aset berisiko.

Jurnal Mingguan Lainnya

June 22, 2019

Sekilas Forex: Virus Demam BULLISH GOLD Mulai Tersebar di Kalangan Investor Seiring Naiknya Harga Emas Melewati Level Tertinggi 6 Tahun

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/06/2019 - Kabar yang menarik datang dari investasi emas dimana harga spot XAU/USD kembali berkilau dengan gerakan meroket naik menembus level $1400.00 yang merupakan level tertinggi 6 tahun lalu. Bagi seorang investor, yang…
May 25, 2019

Fluktuasi Pasar Mata Uang Meningkat. Mulai Dari Pound Yang Terseret Drama Theresa May dan BREXIT Sampai Ke USD Yang Masih Dipengaruhi Sentimen Sengketa Dengan Cina

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 25/05/2019 - Fluktuasi besar pada hampir seluruh pasar keuangan terjadi di sepanjang sesi perdagangan pekan lalu (20-24 Mei). Bursa forex, komoditas, saham, bahkan obligasi menggeliat di pertengahan pekan lalu. Pada bursa forex,…
May 19, 2019

Amerika Serikat dan Cina Saling Mengancam Akan Menaikan Tarif Dagang Terhadap Barang Dari Masing-Masing Negara. USD Sementara Masih Dipandang Sebagai Safe Haven, Ikuti Terus Perkembangannya

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/05/2019 - Sengketa perdagangan dua raksasa ekonomi dunia masih menjadi penggerak utama perdagangan forex dan emas sepanjang pekan lalu. Eskalasi terbaru dalam perang perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China terlihat…
May 12, 2019

Kesepakatan Dagang Cina dan Amerika Serikat Terancam Gagal Ketika Tarif Barang Cina Akan Dinaikan dan Cina Disebut Melanggar Kesepakatan. Ini Sebuah Kemunduran Dan Ketidakpastian Bagi Investor

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 12/05/2019 - Drama perang perdagangan Amerika Serikat (AS) versus China menjadi tajuk utama yang menyita perhatian para pelaku perdagangan forex dan emas di sepanjang pekan lalu (6-10 Mei). Ketegangan perdagangan antara dua…
April 28, 2019

Prospek Suram Ekonomi Eropa Bantu Dolar AS di Jalur Positif

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 28/04/2019 - Kesehatan ekonomi AS dan negara-negara besar lainnya, prospek suku bunga di antara bank-bank sentral utama, dan prospek masa depan pertumbuhan ekonomi global menjadi topik utama pada perdagangan forex dan emas di…