ForexSignal88.com l Jakarta, 09/12/2018 - Aset safe havens, selain dolar AS, merajai perdagangan forex dan emas di pekan lalu (3-7 Desember). Pelemahan dolar AS dimulai pada awal pekan lalu setelah muncul hasil negosiasi Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di pertemuan G20 di Buenos Aires, Argentina pada 30 November dan 1 Desember.

Namun sebenarnya tekanan yang menerpa dolar AS mulai terlihat sejak pekan sebelumnya saat Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bahwa suku bunga AS mendekati ‘tingkat netral’ yang ditafsirkan oleh pasar sebagai sinyal perlambatan kenaikan suku bunga acuan bank tersebut.

Kedua pemimpin ekonomi terbesar di dunia tersebut setuju untuk melakukan ‘gencatan senjata’, menunda penerapan rencana tarif impor baru yang sebelumnya direncanakan berlaku mulai 1 Januari, dan terus bernegosiasi selama masa penundaan 90 hari tersebut. Rencana tarif baru akan berlaku efektif apabila setelah masa tersebut tidak kunjung tercapai kesepakatan lanjutan dari kedua belah pihak.

Sejak Trump berkuasa di Gedung Putih, ekonomi dunia memang terancam oleh ketidakpastian karena sikap proteksionis dan nasionalisme kuat Trump yang bergerak dengan slogan “Make America Great Again” dan “America First”.

Kebijakan Trump memang kontroversial namun telah membantu ekonomi AS terus membaik. Kemajuan tersebut diiringi oleh naiknya permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven di tengah perang dagang AS-China yang bersanding dengan terus naiknya suku bunga Federal Reserve.

Namun setelah ‘gencatan senjata’ perang dagang tersebut, secara otomatis permintaan terhadap greenback terpangkas sehingga mata uang tersebut terus dibayangi tekanan jual.

Inversi Yield Treasury Bebani Greenback dan Aussie

Selanjutnya para pelaku pasar tampak terombang-ambing oleh turunnya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah (Treasury) AS, menambah kekhawatiran para investor bahwa The Fed mungkin akan menghentikan laju siklus kenaikan suku bunganya.

Inversi atau pembalikan pada kurva imbal hasil (yield curve) antara Treasury 2-tahun dengan 3-tahun dan 2-tahun dengan 5-tahun pun memicu ketakutan para investor terhadap potensi resesi di AS. Kondisi ini terjadi untuk pertama kalinya sejak krisis keuangan di AS satu dekade lalu.

Dengan munculnya tekanan dan ketidakpastian di pasar keuangan, aset safe havens terutama yen dan emas mendapatkan manfaat sehingga keduanya melakukan rally.

Namun demikian pelemahan dolar AS sempat tertahan oleh kekhawatiran lain yaitu potensi berlarutnya perang dagang AS-China meskipun pemimpin kedua negara itu sepakat untuk melakukan ‘gencatan senjata’ selama 90-hari.

Para pelaku pasar belum sepenuhnya yakin bahwa Trump dan Xi dapat menemukan resolusi permanen yang dapat menurunkan secara drastis suhu konflik dagang yang telah berlangsung selama berbulan-bulan yang membantu penguatan dolar AS.

Ketakutan tersebut juga yang membuat dolar Australia berbalik mundur karena mata uang itu diyakini sebagai liquid proxy pertumbuhan ekonomi China.

Potensi kembali melonjaknya tensi perang dagang tersebut pun muncul, menambah permintaan pasar terhadap aset safe havens seperti yen dan emas, setelah seorang eksekutif top Huawei, raksasa teknologi China, ditangkap di Kanada dan akan diekstradisi ke AS.

NFP Tambah Beban Greenback

Dolar AS melemah lagi terhadap mata uang utama setelah data penting pada hari Jumat menunjukkan para pengusaha AS mempekerjakan lebih sedikit pekerja pada bulan November, meleset dari perkiraan para ekonom.

Nonfarm payrolls (NFP) menunjukkan peningkatan sebanyak 155.000 pekerjaan pada bulan lalu, sementara tingkat pengangguran tidak berubah di dekat tingkat terendah 49-tahun yaitu 3,7 persen. Para ekonom memperkirakan NFP meningkat dengan 200.000 pekerjaan pada bulan lalu.

Penghasilan per jam rata-rata naik enam sen, atau 0,2 persen, pada bulan November setelah naik 0,1 persen pada Oktober. Data kenaikan gaji tahunan sebesar 3,1 persen, sesuai dengan lompatan di bulan Oktober, yang merupakan kenaikan terbesar sejak April 2009.

Angka tersebut mendukung pandangan pesimistis bahwa pertumbuhan AS tetap moderat dan The Fed mungkin akan berhenti menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Catatan tim analisis pasar keuangan ForexSignal88.com (FS88) menunjukkan pada pekan lalu dolar AS melemah 0,79 persen terhadap euro, turun 0,78 persen terhadap yen, tidak berubah terhadap sterling, melemah 0,34 persen terhadap franc namun menguat 1,4 persen terhadap Aussie.

Sementara itu harga emas membukukan penutupan positif pada hari Jumat sebesar 0,88 persen dan pada basis mingguan tercatat berakhir 2,18 persen lebih tinggi dari penutupan sesi pekan sebelumnya.

 

EURUSD

 FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK : POSITIF CENDERUNG NETRAL  

O : 1.1352     H : 1.1424      L : 1.1311      C : 1.1411

PERGERAKAN SEPEKAN 03/12 – 07/12 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 113 PIP

Secara Fundamental, Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengatakan bahwa ia siap mengubah beberapa ketentuan yang ada dalam anggaran Italia tahun 2019 untuk mengatasi penolakan dari Komisi Eropa. "Jika saya memiliki kesempatan untuk mengurangi dampak terhadap ekonomi dengan melakukan beberapa langkah, maka saya siap," kata Conte kepada harian Repubblica yang dikutip oleh Reuters.

"Saya orang yang berhak berbicara dengan Komisi Eropa ... dan saya tidak pernah berhenti berdiskusi. Saat ini jika saya dapat memulihkan sejumlah dana, mengubah angka terakhir, mengubah beberapa hal kecil, itu tidak berarti saya mundur kembali," katanya. "Jika mereka memberi saya perhitungan yang memungkinkan saya menulis 2,3% atau 2,1%, saya masih akan melakukan reformasi yang diusulkan," tambahnya, mengacu pada sasaran defisit tahun depan yang sebesar 2,4% dari produk domestik bruto (PDB).

Anggaran Italia tahun 2019 memang menjadi drama yang menarik perhatian banyak pihak. Italia menyodorkan rancangan anggaran ekspansif untuk tahun depan di mana defisit diproyeksikan meningkat dari 1,8% terhadap PDB pada tahun ini menjadi 2,4% pada 2019.

Pemerintah Italia mengklaim anggaran ekspansif diperlukan untuk mencegah lesunya ekonomi. Komisi Eropa telah menolak rencana anggaran yang diajukan karena tidak dapat menurunkan utang publik Italia. Komisi Eropa pun telah telah meminta Italia untuk merevisi rencana anggaran tersebut.

Adanya polemik anggaran ini telah membuat Morgan Stanley memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Italia tahun depan menjadi 0.5% padahal Roma memperkirakan ekonomi Italia tahun depan tumbuh 1,5%. "Kami memperkirakan ada kontraksi dalam aktivitas ekonomi menjelang akhir tahun, terutama didorong oleh permintaan domestik, baik belanja konsumen dan investasi bisnis," kata bank investasi tersebut dalam laporan European Economic Outlook yang diterbitkan pekan ini.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. German ZEW Economic Sentiment Selasa 11/12/18 Pk 17:00 WIB
  2. Main Refinancing Rate Kamis 13/12/18 Pk 19:45 WIB
  3. ECB Press Conference Kamis 13/12/18 Pk 20:30 WIB
  4. German Flash Manufacturing PMI Jumat 14/12/18 Pk 15:30 WIB
  5. German Flash Services PMI Jumat 14/12/18 Pk 15:30 WIB
  6. Flash Manufacturing PMI Jumat 14/12/18 Pk 16:00 WIB
  7. Flash Services PMI Jumat 14/12/18 Pk 16:00 WIB

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.1312, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1262 – 1.1211 – 1.1167. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.1427, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.1473 – 1.1519 – 1.1568.

 

GBPUSD

FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1.2767     H : 1.2840      L : 1.2658      C : 1.2742

PERGERAKAN SEPEKAN 03/12 – 07/12 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 182 PIP

Secara Fundamental, Penasihat hukum untuk Pengadilan Tinggi Uni Eropa menyatakan Inggris dapat membatalkan Brexit tanpa meminta izin dari negara-negara anggota Uni Eropa. Demikian laporan Reuters mengutip sang advokat, Manuel Campos Sanchez-Bordona pada Selasa (4/12/2018) pekan kemarin.

Seperti diketahui, sejumlah anggota Parlemen Skotlandia mencari penjelasan hukum terkait Brexit. Mereka meminta agar Pasal 50 dapat dicabut secara sepihak sebelum batas waktu Brexit pada 29 Maret 2019. Pengadilan Eropa telah mengadakan sidang dan meminta bukti dari sejumlah anggota Parlemen Skotlandia. Mereka menginginkan kejelasan untuk membantu keputusan yang dibuat oleh Parlemen Inggris. Pemerintah Inggris telah menentang upaya itu.

Alasannya, hal itu memiliki motif politik untuk menggagalkan Brexit. Pengadilan juga mendengar pandangan dari pengacara yang mewakili Komisi Eropa dan Dewan Uni Eropa. Mereka berpendapat pencabutan Pasal 50 harus melibatkan kesepakatan dengan suara bulat dari 27 negara lainnya. Bagi Pemerintah Inggris dan politisi pro-Brexit, ada kekhawatiran hal itu dapat membuka jalan bagi referendum kedua, memberi masyarakat pilihan untuk tetap di Uni Eropa.

Pasal 50 memungkinkan suatu negara memicu proses yang membawa mereka keluar dari Uni Eropa. Perdana Menteri Inggris Theresa May meminta klausul itu pada Maret 2017. Langkah anggota Parlemen Skotlandia ditopang pengacara ternama Jolyon Maugham QC. Putusan akhir tentang apakah Pasal 50 dapat dibatalkan tanpa masukan dari 27 negara Uni Eropa lainnya akan diberikan oleh Pengadilan Kehakiman Uni Eropa (CJEU).

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. GDP Senin 10/12/2018 Pk 16:30 WIB
  2. Manufacturing Production Senin 10/12/2018 Pk 16:30 WIB
  3. Average Earnings Index Selasa 11/12/2018 Pk 16:30 WIB
  4. Unemployment Rate Selasa 11/12/2018 Pk 16:30 WIB
  5. Parliament Brexit Vote Selasa 11/12/2018 Tentatived Time

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.2854, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.2915 – 1.2972 – 1.3030. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.2659, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.2599 – 1.2537 – 1.2475.

 

AUDUSD

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 0.7377     H : 0.7392      L : 0.7190      C : 0.7205

PERGERAKAN SEPEKAN 03/12 – 07/12 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 202 PIP

Secara Fundamental, Rapat Dewan Gubernur Bank Sentral Australia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level 1,50%. Dengan demikian, suku bunga acuan RBA sudah bertahan sejak Agustus 2016. Ketika itu, ekonomi Negeri Kanguru sedang mengalami transisi dari "ledakan" investasi pertambangan yang dinilai belum pernah terjadi sebelumnya.

"Tingkat suku bunga rendah terus mendukung ekonomi Australia. Langkah selanjutnya adalah mengurangi pengangguran dan mengembalikan inflasi ke target yang diharapkan, walaupun kemajuan ini biasanya bertahap," ujar Gubernur RBA Philip Lowe dalam sebuah pernyataan.

RBA tetap memandang positif pertumbuhan ekonomi Australia ke depan. Begitupun pasar tenaga kerja. Akan tetapi, bank sentral tetap mengawasi sejumlah risiko, termasuk inflasi rendah, lemahnya pertumbuhan upah, dan ketidakpastian belanja konsumen. Pasar perumahan setempat sedang mengalami penurunan setelah bertahun-tahun mengalami peningkatan. Pada November lalu, penurunan harga mencetak laju tercepat sejak krisis keuangan global 2008. Demikian laporan CoreLogic.

Analis pasar memperkirakan RBA masih akan menahan suku bunga acuan untuk beberapa waktu ke depan. Seperti yang disampaikan Kennedy, ekonom JP Morgan dilansir dari AFP. "Mungkin untuk suku bunga tetap di 1,50%," katanya. Keputusan RBA dibuat sehari sebelum rilis angka pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga. Sejumlah kalangan memperkirakan terjadi perlambatan setelah pertumbuhan ekonomi yang solid pada semester pertama.

Pemicunya adalah perlambatan konsumsi rumah tangga. Menurut analis, ekonomi kuartal ketiga hanya tumbuh 0,5%. Sedangkan secara tahunan ekonomi tumbuh 3,2%, lebih rendah dibandingkan sebelumnya, yaitu 3,4%.


Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. RBA Assist Gov Kent Speaks Senin 10/12/18 Pk 04:30 WIB
  2. HPI Selasa 11/12/18 Pk 07:30 WIB
  3. NAB Business Confidence Selasa 11/12/18 Pk 07:30 WIB
  4. Westpac Consumer Sentiment Rabu 12/12/18 Pk 06:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 0.7275, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7305 – 0.7335 – 0.7365. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 0.7187, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 0.7158 – 0.7129 – 0.7099.

  

XAUUSD

 FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK : POSITIF CENDERUNG NETRAL  

O : 1221.90   H : 1249.85   L : 1221.10    C : 1248.25

PERGERAKAN SEPEKAN 03/12 – 07/12 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : $28.75 atau 287.5 PIP

Secara Fundamental, Harga emas naik dan menyentuh nilai tertinggi dalam lima bulan pada perdagangan Jumat. Pendorong kenaikan harga emas karena pelemahan nilai tukar dolar AS karena data tenaga kerja AS yang di bawah perkiraan.

Mengutip halaman kitco, Sabtu (8/12/2018), harga emas di pasar spot naik 0,86 persen ke level USD 1.248,28 per ounce, setelah mencapai USD 1.245,60 per ounce pada sesi sebelumnya, tertinggi sejak 13 Juli.

Dengan kenaikan hampir 1,7 persen minggu ini, harga emas diperkirakan bisa mencatat kenaikan terbaiknya sejak setidaknya minggu 24 Agustus.

Sedangkan untuk harga emas berjangka AS ditutup pada USD 1.252,60 per ounce.

Data tenaga kerja AS yang berada di bawah perkiraan akan meningkatkan kemungkinan Bank Sentral AS atau the Federelal Reserve (the Fed) untuk memperlambat kenaikan suku bunga tahun depan.

"Data gaji non-pertanian keluar lebih rendah dari yang diharapkan. Ini pilihan negatif yang membuat investor melakukan hedging lebih banyak ke emas dan kemudian mendorong kenaikan harga emas," jelas Miguel Perez-Santalla, vice president Heraeus Metal Management, New York, AS.

Dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang pada Jumat setelah data menunjukkan pertumbuhan pekerjaan AS melambat pada bulan November dan upah bulanan meningkat kurang dari yang diharapkan, menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi AS di level moderat.

Emas yang dianggap sebagai investasi yang aman selama masa ketidakpastian finansial, ekonomi dan geopolitik, telah pulih sekitar 7 persen dari posisi terendah pada pertengahan Agustus lalu.

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1232.10, kemungkinan harga akan kembali ke level 1225.00 – 1217.35 – 1210.00. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1250.30, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1257.95 – 1265.35 – 1272.15.

  

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: PEWReasearch.Org

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

May 19, 2019

Amerika Serikat dan Cina Saling Mengancam Akan Menaikan Tarif Dagang Terhadap Barang Dari Masing-Masing Negara. USD Sementara Masih Dipandang Sebagai Safe Haven, Ikuti Terus Perkembangannya

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/05/2019 - Sengketa perdagangan dua raksasa ekonomi dunia masih menjadi penggerak utama perdagangan forex dan emas sepanjang pekan lalu. Eskalasi terbaru dalam perang perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China terlihat…
May 12, 2019

Kesepakatan Dagang Cina dan Amerika Serikat Terancam Gagal Ketika Tarif Barang Cina Akan Dinaikan dan Cina Disebut Melanggar Kesepakatan. Ini Sebuah Kemunduran Dan Ketidakpastian Bagi Investor

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 12/05/2019 - Drama perang perdagangan Amerika Serikat (AS) versus China menjadi tajuk utama yang menyita perhatian para pelaku perdagangan forex dan emas di sepanjang pekan lalu (6-10 Mei). Ketegangan perdagangan antara dua…
April 28, 2019

Prospek Suram Ekonomi Eropa Bantu Dolar AS di Jalur Positif

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 28/04/2019 - Kesehatan ekonomi AS dan negara-negara besar lainnya, prospek suku bunga di antara bank-bank sentral utama, dan prospek masa depan pertumbuhan ekonomi global menjadi topik utama pada perdagangan forex dan emas di…
May 05, 2019

Kekuatan USD Masih Bergejolak Tarik Menarik Antara Bull dan Bear

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 05/05/2019 - Nuansa negatif sudah menyelimuti dolar AS pada awal pekan lalu (29 April – 3 Mei) setelah data produk domestik bruto AS pada pekan sebelumnya, meskipun melonjak, ternyata setelah dibedah terlihat beberapa komponen…
April 14, 2019

3 Hal Yang Membuat USD Mulai Melemah dan Berpotensi Untuk Lanjut Pada Pekan Depan

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/04/2019 - Dolar AS terpaksa menyerah pada sesi perdagangan pekan lalu (8-12 April), setelah melalui sesi perdagangan yang relatif lebih kalem dari pekan-pekan sebelumnya. Pelemahan dolar AS terjadi sejak awal pekan lalu setelah…