ForexSignal88.com l Jakarta, 13/10/2018 - Perdagangan forex dan emas pekan lalu (8-12 Oktober) diawali dengan nada positif dolar AS sebagai reaksi pasar terhadap pelemahan di pasar global, yang dipimpin oleh jatuhnya ekuitas China, dan data-data ekonomi AS terkini yang menunjukkan solidnya kekuatan ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Penguatan greenback tersebut semakin menjadi setelah euro mengalami tekanan dari franc Swiss karena perseteruan Italia dan Uni Eropa (UE) terkait rencana anggaran Italia memaksa timbulnya spike pada yield obligasi pemerintah ekonomi terbesar ketiga di kawasan tersebut.

Sebenarnya euro relatif tenang saat spike seperti itu terjadi tetapi kombinasi dari merosotnya saham-saham di seluruh dunia dan spread yang semakin melebar antara yield obligasi Eropa dan AS mendorong para investor yang telah bertaruh pada rebound euro di kuartal keempat untuk kembali melepas mata uang tunggal zona euro tersebut.

Pada hari Selasa (9/10) dolar AS masih menunjukkan penguatannya kecuali terhadap yen Jepang yang kala itu terbantu oleh kekisruhan antara para pemimpin Italia dan UE karena pasar juga berlari menuju mata uang safe haven tersebut.

Euro jatuh ke level terendah tujuh minggu terhadap dolar AS pada hari Senin dengan latar belakang pertikaian antara Italia dan Uni Eropa atas rencana anggaran Roma, sementara yuan melemah karena langkah Beijing untuk memacu lebih banyak pinjaman gagal meredakan kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

Sedangkan sterling sempat melemah karena para pedagang membukukan keuntungan pada kenaikan baru-baru ini terkait dengan optimisme tentang kesepakatan Brexit. Para investor yang gelisah menumpuk lebih banyak uang ke dalam dolar AS karena aksi spekulasi semakin kuat berkaitan dengan greenback yang naik ke level tertinggi sejak Desember 2016 pada pekan lalu.

Apresiasi dolar AS juga menekan harga emas yang pada hari Selasa turun ke level terendahnya dalam lebih dari seminggu karena imbal hasil Treasury AS tetap tinggi dan indeks dolar AS tetap menguat. Kombinasi kedua faktor tersebut ini terbukti menjadi sebuah campuran beracun bagi komoditas berdenominasi dolar AS yang tidak memberikan imbal hasil tersebut.

Para investor emas juga terus mengamati perkembangan di Eropa, dengan UE mengirim sebuah surat kepada menteri ekonomi Italia, Giovanni Tria, bahwa target anggaran Italia adalah sumber keprihatinan untuk blok perdagangan tersebut dan berpotensi mengganggu pasar, yang di satu sisi berbeda juga berpotensi untuk memberikan dukungan kepada emas yang dianggap sebagai salah satu aset perlindungan investasi.

Kemudian pada hari Rabu (10/10) dolar AS mendapat pukulan setelah sempat menyentuh titik tertinggi 7-minggu karena yield obligasi pemerintah AS berbalik turun dan kembali menguatnya euro dan pound sterling yang didukung oleh kabar yang menyebut Inggris dan UE semakin dekat ke kesepakatan Brexit meskipun para investor terus berhati-hati karena sejauh ini hanya mendapatkan sedikit rincian dari potensi kesepakatan tersebut.

Data inflasi produsen (producer price index/PPI) yang berhasil mengalahkan ekspektasi para ekonom gagal untuk mendukung penguatan dolar AS pada hari Rabu. Yen dan harga emas turut menguat di sesi tersebut meskipun banyak analis melihatnya hanya sebagai bagian dari koreksi karena bayang-bayang kenaikan suku bunga The Fed yang didukung oleh data inflasi tersebut tetap menjadi beban bagi pergerakan kedua aset safe haven tersebut.

Sementara itu dolar Australia kembali melemah karena pergeseran selera risiko (risk appetite) para investor yang untuk sementara waktu masih mendukung permintaan terhadap aset safe haven terlebih ada laporan bahwa beberapa perusahaan AS akhirnya terdampak oleh perang dagang AS-China.

Selanjutnya pada hari Kamis (11/10) dolar AS tersungkur ke level terendah dua minggu pada hari Kamis terhadap sejumlah mata uang karena para pedagang melepas greenback, dipicu oleh yield Treasury AS yang bergerak lebih rendah dan penurunan lebih lanjut saham-saham di Wall Street.

Kenaikan harga konsumen AS yang lebih lemah dari perkiraan pada bulan September juga sempat mengurangi keyakinan pasar untuk peningkatan suku bunga Federal Reserve yang lebih cepat sehingga terus mengikis daya tarik dolar AS. Indeks harga konsumen (consumer price index/CPI) naik 0,1 persen pada September, kurang dari perkiraan para analis untuk kenaikan 0,2 persen.

Euro pun segera melesat ke puncak satu minggu terhadap dolar AS, didukung pula oleh risalah atau notulen rapat kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) bulan lalu yang menunjukkan para pembuat kebijakan bank tersebut belum meninggalkan rencana mereka untuk mengakhiri program pembelian obligasi senilai 2,6 triliun euro pada tahun ini.

Risalah itu juga menyiratkan bahwa para pembuat kebijakan ECB tetap di jalur untuk menormalkan kebijakan ultra longgar mereka pada tahun ini meskipun ada kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan di Eropa.

Sedangkan aset investasi safe haven yaitu emas, mengakhiri masa konsolidasi yang terbentuk sejak medio Agustus, meroket pada hari Kamis ke level tertinggi dalam lebih dari dua bulan di $1.226,05 per troy ounce.

Status safe haven logam kuning kembali dengan kekuatan penuh dan menarik minat investasi di tengah penurunan tajam indeks-indeks saham utama AS yang telah menginfeksi indeks saham global. Selain itu dolar AS, penggerak utama untuk harga logam mulia tersebut, melemah terhadap mata uang lainnya.

Menutup sesi perdagangan pekan lalu, pada hari Jumat (12/10) dolar AS melakukan rally karena para investor yakin kembali terhadap perekonomian AS dan aksi jual ekuitas yang berlangsung selama empat hari berakhir.

Pendinginan data inflasi dan hasil kuartalan bank yang solid membantu rally saham dan memperkuat dolar AS. Ekspektasi kenaikan suku bunga juga menyebabkan kenaikan greenback, yang pada gilirannya menekan harga emas. Setelah dicerna, data pada hari Kamis tetap menunjukkan bahwa harga konsumen AS naik kurang dari yang diharapkan pada bulan September namun masih menunjukkan peningkatan inflasi yang stabil, menjaga tekanan pada The Fed untuk tetap pada rencana untuk kenaikan suku bunga secara bertahap.

Sedangkan pound sterling berbalik melemah di tengah laporan bahwa para pejabat Inggris menginginkan periode transisi yang lebih lama meninggalkan UE sebagai cara untuk menangani masalah perbatasan dengan Irlandia Utara.

Sayangnya penguatan dolar AS di sesi Jumat tidak mengubah hasil akhir pergulatannya dengan mata uang lain di sesi perdagangan pekan lalu. Dolar AS tetap berakhir negatif pada penutupan mingguan terhadap seluruh mata uang utama yang umum diperdagangkan di bursa forex dan harga emas pun berhasil membukukan penutupan positif 1,23%.


EURUSD

 FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK : POSITIF CENDERUNG NETRAL  

O : 1.1524     H : 1.1610      L : 1.1432      C : 1.1558

PERGERAKAN SEPEKAN 08/10 – 12/10 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 178 PIP

Secara Fundamental, Notulen untuk rapat Bank Sentral Uni Eropa (ECB) menunjukkan bahwa kekhawatiran akan dampak perang dagang dapat dikategorikan sebagai skenario yang tidak mendesak.

Beberapa anggota pembuat kebijakan memang khawatir jika dampak yang akan ditimbulkan oleh perang dagang akan lebih drastis daripada proyeksinya. Akan tetapi, ada pula beberapa anggota lain yang berpendapat jika berdasarkan proyeksi ekonomi termutakhir ECB, pertumbuhan ekspor dapat melanjutkan pertumbuhan dalam laju yang sama untuk tiga tahun ke depan.

Dari sisi pertumbuhan, ECB memotong forecast pertumbuhan tahun ini dan tahun depan sebanyak 10 persen poin; tahun 2018 menjadi 2 persen, sementara 2019 menjadi 1.8 persen.

Meski demikian, sebagian anggota dewan ECB yakin bahwa penurunan proyeksi pertumbuhan tersebut tak akan diturunkan lagi meski, dampak eskalasi perang dagang dan negosiasi dengan AS belum jelas.

Kesimpulannya, notulen menunjukkan bahwa sebagian besar anggota ECB yakin bahwa ekonomi Zona Euro masih cukup kuat untuk mengurangi stimulus moneter peninggalan era krisis.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. German President Weidmann Speaks Rabu 17/10/2018 Pk 11:30 WIB
  2. EU Economic Summit Kamis 18/10/2018 All Day

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.1509, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1457 – 1.1406 – 1.1345. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.1633, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.1693 – 1.1749 – 1.1807.

GBPUSD

 FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  POSITIF CENDERUNG NETRAL  

O : 1.1524     H : 1.1610      L : 1.1432      C : 1.1558

PERGERAKAN SEPEKAN 08/10 – 12/10 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 178 PIP

Secara Fundamental, Notulen untuk rapat Bank Sentral Uni Eropa (ECB) menunjukkan bahwa kekhawatiran akan dampak perang dagang dapat dikategorikan sebagai skenario yang tidak mendesak.

Beberapa anggota pembuat kebijakan memang khawatir jika dampak yang akan ditimbulkan oleh perang dagang akan lebih drastis daripada proyeksinya. Akan tetapi, ada pula beberapa anggota lain yang berpendapat jika berdasarkan proyeksi ekonomi termutakhir ECB, pertumbuhan ekspor dapat melanjutkan pertumbuhan dalam laju yang sama untuk tiga tahun ke depan.

Dari sisi pertumbuhan, ECB memotong forecast pertumbuhan tahun ini dan tahun depan sebanyak 10 persen poin; tahun 2018 menjadi 2 persen, sementara 2019 menjadi 1.8 persen.

Meski demikian, sebagian anggota dewan ECB yakin bahwa penurunan proyeksi pertumbuhan tersebut tak akan diturunkan lagi meski, dampak eskalasi perang dagang dan negosiasi dengan AS belum jelas.

Kesimpulannya, notulen menunjukkan bahwa sebagian besar anggota ECB yakin bahwa ekonomi Zona Euro masih cukup kuat untuk mengurangi stimulus moneter peninggalan era krisis.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. German President Weidmann Speaks Rabu 17/10/2018 Pk 11:30 WIB
  2. EU Economic Summit Kamis 18/10/2018 All Day

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.1509, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1457 – 1.1406 – 1.1345. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.1633, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.1693 – 1.1749 – 1.1807.

AUDUSD

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK : POSITIF CENDERUNG NETRAL 

O : 0.7055     H : 0.7137      L : 0.7038      C : 0.7109

PERGERAKAN SEPEKAN 08/10 – 12/10 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 99 PIP

Secara Fundamental, Financial Stability Review (FSR) yang dirilis oleh bank sentral Australia menyoroti perkembangan ekonomi global dan ekonomi domestik Australia sendiri. RBA menilai pertumbuhan ekonomi dan finansial global sedang berada di atas tren rata-rata, khususnya untuk pertumbuhan negara-negara maju yang menjadi partner dagang Australia.

Selain itu, sejumlah negara maju juga mulai mengurangi stimulus moneter. Menurut RBA, kondisi ini secara umum menunjang stabilitas finansial. Namun, beberapa negara yang masih harus memperpanjang level suku bunga rendah dapat menimbulkan risiko stabilitas finansial.

Untuk kondisi dalam negeri Australia sendiri, RBA menilai perekonomian meningkat; pertumbuhan ekonomi masih kuat dengan tingkat pengangguran yang menurun. Namun, pertumbuhan upah dinilai lambat meski pendapatan masyarakat Australia saat ini masih terdukung oleh kuatnya pertumbuhan lapangan kerja.

Stabilitas finansial Australia memiliki kerentanan dari beberapa faktor, antara lain: pengaruh eksternal seperti kontraksi pertumbuhan global dan eskalasi perang dagang, tingginya Household Debt, serta perlambatan dan suplai kredit di sektor perumahan.

Sebagai mitra dagang primer bagi Australia, data ekonomi China berpengaruh signifikan terhadap Negeri Kanguru tersebut. Setelah FSR RBA dirilis, China melaporkan kenaikan surplus neraca perdagangannya. Yang paling disorot adalah perdagangan dengan AS, karena surplusnya meningkat ke 213.23 miliar yuan pada bulan September, jauh lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pasar yang hanya sebesar 136.2 miliar yuan.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. Employment Change Kamis 18/10/2018 Pk 07:30 WIB
  2. Unemployment Rate Kamis 18/10/2018 Pk 07:30 WIB

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 0.7034, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.6992 – 0.6949 – 0.6905. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 0.7134, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 0.7179 – 0.7223 – 0.7266.

XAUUSD

 FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK : POSITIF CENDERUNG NETRAL 

O : 0.7055     H : 0.7137      L : 0.7038      C : 0.7109

PERGERAKAN SEPEKAN 08/10 – 12/10 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 99 PIP

Secara Fundamental, Financial Stability Review (FSR) yang dirilis oleh bank sentral Australia menyoroti perkembangan ekonomi global dan ekonomi domestik Australia sendiri. RBA menilai pertumbuhan ekonomi dan finansial global sedang berada di atas tren rata-rata, khususnya untuk pertumbuhan negara-negara maju yang menjadi partner dagang Australia.

Selain itu, sejumlah negara maju juga mulai mengurangi stimulus moneter. Menurut RBA, kondisi ini secara umum menunjang stabilitas finansial. Namun, beberapa negara yang masih harus memperpanjang level suku bunga rendah dapat menimbulkan risiko stabilitas finansial.

Untuk kondisi dalam negeri Australia sendiri, RBA menilai perekonomian meningkat; pertumbuhan ekonomi masih kuat dengan tingkat pengangguran yang menurun. Namun, pertumbuhan upah dinilai lambat meski pendapatan masyarakat Australia saat ini masih terdukung oleh kuatnya pertumbuhan lapangan kerja.

Stabilitas finansial Australia memiliki kerentanan dari beberapa faktor, antara lain: pengaruh eksternal seperti kontraksi pertumbuhan global dan eskalasi perang dagang, tingginya Household Debt, serta perlambatan dan suplai kredit di sektor perumahan.

Sebagai mitra dagang primer bagi Australia, data ekonomi China berpengaruh signifikan terhadap Negeri Kanguru tersebut. Setelah FSR RBA dirilis, China melaporkan kenaikan surplus neraca perdagangannya. Yang paling disorot adalah perdagangan dengan AS, karena surplusnya meningkat ke 213.23 miliar yuan pada bulan September, jauh lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pasar yang hanya sebesar 136.2 miliar yuan.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. Employment Change Kamis 18/10/2018 Pk 07:30 WIB
  2. Unemployment Rate Kamis 18/10/2018 Pk 07:30 WIB

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 0.7034, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.6992 – 0.6949 – 0.6905. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 0.7134, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 0.7179 – 0.7223 – 0.7266.

  

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: Filburmanufacturingpoolandspa.Com

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

March 23, 2019

Pertumbuhan Ekonomi Lambat Berarti The FED Akan STOP Kenaikan Suku Bunga

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/03/2019 - Dinamika bursa forex dan emas cukup menarik pada pekan lalu (18-22 Maret). Mengawali perdagangan di pekan tersebut, dolar AS berada di bawah kendali para bears karena pada pekan sebelumnya, sederet data ekonomi AS…
March 16, 2019

Poundsterling Menggila Karena Brexit dan Voting Parlemen Inggris

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/03/2019 - Pound sterling tampil sebagai bintang pada sesi perdagangan forex pekan lalu (11-15 Maret), sementara harga emas hanya menambah sedikit pemulihannya pasca penyusutan hingga $1.280,70 pada pekan sebelumnya. Fokus utama…
March 09, 2019

ECB Membunyikan Alarm Atas Suramnya Pertumbuhan Ekonomi Eropa

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 09/03/2019 - Perdagangan forex dan emas cukup fluktuatif pada sesi pekan lalu (4-8 Maret), di saat pasar, untuk sementara waktu, terlihat melupakan tema perang dagang AS-China. Batas waktu 1 Maret yang ditetapkan oleh para…
March 02, 2019

Ketua Federal Reserve Optimistis Akan Ekonomi Amerika Serikat, Bagaimana Pasar Merespon?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 02/03/2019 - Dolar AS kembali menunjukkan pemulihan pada penutupan pekan lalu (25 Februari - 1 Maret) setelah di pekan sebelumnya berakhir negatif. Pada pekan lalu, data MetaTrader yang digunakan oleh tim analisis pasar keuangan…
February 24, 2019

Negosiasi Perang Dagang Cina VS AS Masih Menemukan Jalan Buntu. Investor Wait and See

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/02/2019 - Pada perdagangan forex, emas dan minyak mentah sepanjang pekan lalu (18-22 Februari), tidak terlihat perubahan besar karena pasar masih terjebak pada mode “wait and see” di tengah gelombang beberapa peristiwa atau…