ForexSignal88.com l Jakarta, 22/12/2018 - Hiruk pikuk perdagangan forex dan emas sepanjang pekan lalu (17-21 Desember) memang seru untuk dipantau. Pasangan mata uang utama dan harga emas bergerak sangat aktif dan penuh volatilitas.

Dolar AS mengalami perlawanan kuat di awal pekan tersebut dengan euro dan yen menjadi penggerak utama perlawanan tersebut setelah seluruh mata uang dihajar dolar AS di pekan sebelumnya. Demikian pula dengan harga emas yang saat itu mulai menguat lagi.

Perlawanan tersebut awalnya hanya sebuah sikap positioning para pelaku pasar menjelang rilis pengumuman kebijakan moneter dan pandangan resmi dari Federal Reserve di akhir rapat kebijakan dua hari pada Rabu waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia. Tekanan jual dolar AS berlangsung hingga menjelang rapat The Fed itu berakhir.

Akhirnya dolar AS dapat menunjukkan perlawanan terhadap tekanan rivalnya meskipun di akhir sesi Rabu (Kamis dini hari) tetap berakhir melemah tipis setelah panduan Federal Reserve pada siklus pengetatan moneter terdengar kurang dovish dari yang diperkirakan pasar sebelumnya, meskipun bank itu menyampaikan perkiraan kenaikan suku bunga lebih sedikit daripada yang disampaikan pada bulan September.

Pada akhir rapat kebijakan tersebut, The Fed menaikkan suku bunganya, seperti yang diperkirakan mayoritas pelaku pasar, sebesar 25 basis poin. Bank tersebut pun mengutip dampak dari volatilitas pasar yang sedang berlangsung dan potensi penurunan ekonomi di seluruh dunia.

Sebagian besar rival dolar AS berakhir negatif saat itu kecuali euro. Harga emas pun masih relatif stabil meskipun mundur sedikit. The Fed tidak sepenuhnya jelas tentang apa yang akan dilakukan di masa depan saat mengatakan akan menaikkan suku bunga tetapi akan lebih bersabar dalam melakukannya.

Sementara itu, konsensus umum adalah bank sentral AS dapat memperlambat laju siklus kenaikan suku bunganya dan itulah penyebab harga emas masih bertahan dengan cukup baik.

Namun sejak awal sesi Kamis tekanan jual terhadap dolar AS semakin besar sehingga EURUSD melesat ke $1,1486, USDJPY jatuh ke ¥110,79 dan harga emas sukses menembus simple moving average 200-hari saat melonjak cepat ke $1.266,30, level harga tertinggi sejak 26 Juni.

Selanjutnya, dolar AS masih dapat memperlihatkan tekanan balik di sesi terakhir pekan lalu, yang mungkin menjadi pekan tersibuk di akhir tahun ini, setelah indeks saham utama di AS yaitu Dow Jones dan Nasdaq kembali terpukul.

Meskipun dolar AS diselimuti sentimen negatif pasca keputusan dan pandangan The Fed tersebut plus potensi partial government shutdown AS pada hari Sabtu setelah presiden AS dan parlemen tidak sepakat masalah dana pembangunan dinding perbatasan, dolar AS mampu berakhir positif di saat penutupan sesi Jumat. Indeks dolar AS berakhir 0,7 persen lebih tinggi di 96,95.

Tampaknya pasar tetap menilai dolar AS sebagai aset safe haven yang harus tetap digenggam terutama dengan belum berakhirnya turbulensi di bursa saham dan bayang-bayang perlambatan pertumbuhan global.

EURUSD

FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : POSITIF CENDERUNG NETRAL 

O : 1.1303     H : 1.1486      L : 1.1300      C : 1.1359

PERGERAKAN SEPEKAN 17/12 – 21/12 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 186 PIP

Secara Fundamental, Inflasi CPI Zona Euro direvisi turun menjadi 1.9 persen pada bulan November 2018. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan data Flash di level 2 persen, dan lebih rendah daripada inflasi bulan Oktober di 2.2 persen. Level pada bulan November ini adalah inflasi terendah dalam enam bulan terakhir.

Selain hal tersebut, Italia dan Komisi Eropa, yang merupakan badan eksekutif Uni Eropa (UE), telah mengumumkan kesepakatan anggaran baru setelah perdebatan berminggu-minggu tentang rencana pengeluaran 2019 negara itu. Pemerintah Italia mengatakan pekan lalu akan menurunkan target defisit untuk tahun depan menjadi 2,04% dari target awal 2,4%.

Target itu dikonfirmasi oleh Komisi, "Pemerintah Italia telah melalui jalan panjang, hanya beberapa minggu yang lalu ada retorika konfrontatif," kata Valdis Dombrovskis Wakil Presiden Komisi Eropa pada Rabu 19/12, yang berarti bahwa Komisi dapat menghindari meluncurkan tindakan disipliner terhadap Italia, katanya kepada wartawan. "Solusinya tidak ideal tetapi memungkinkan kita untuk menghindari 'Prosedur Kelebihan Defisit' pada tahap ini.

Satu elemen positif yang penting adalah anggaran baru didasarkan pada skenario ekonomi yang masuk akal," katanya. "Kebijakan anggaran yang dapat diandalkan dan berkelanjutan tidak dapat direncanakan pada perkiraan yang terlalu optimis," tambahnya, menyinggung rancangan anggaran awal Italia.

Meskipun Italia telah membuat revisi untuk rencana pengeluarannya, Dombrovskis menekankan bahwa komposisi belanja masih menimbulkan kekhawatiran, terutama langkah-langkah ekspansi utama pendapatan warga dan reformasi pensiun (termasuk menurunkan usia pensiun). "Ketika langkah-langkah ini akan sepenuhnya berlaku, hasilnya adalah biaya yang lebih tinggi untuk tahun-tahun mendatang.

Pada 2020 dan 2021, Italia bermaksud untuk mengompensasi biaya dengan menaikkan pajak pertambahan nilai (VAT). Namun, kita tahu bahwa di masa lalu Italia belum mengaktifkan perlindungan semacam ini. Jika ini terjadi lagi, sumber daya besar perlu ditemukan di tempat lain," ujarnya.

Langkah-langkah baru juga memasukkan pajak yang lebih tinggi terhadap perusahaan dan pemotongan dalam investasi yang direncanakan, tambah Dombrovskis, yang katanya "bukan langkah-langkah yang ramah pertumbuhan, namun ini dapat diimbangi dengan penggunaan yang lebih baik dari dana struktural Uni Eropa yang tersedia."

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. German Ifo Prelim CPI Jumat 28/12/18 Tentatived Time

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai rebound intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.1330, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1297 – 1.1262 – 1.1227. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.1413, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.1452 – 1.1488 – 1.1523.

 

GBPUSD

FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  POSITIF CENDERUNG NETRAL

O : 1.2602     H : 1.2707      L : 1.2571      C : 1.2627

PERGERAKAN SEPEKAN 17/12 – 21/12 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 131 PIP

Secara Fundamental, Bank of England (BoE) tidak mengubah kebijakan moneternya di bulan Desember tahun 2018 ini. Sesuai ekspektasi, sembilan anggota dewan Monetary Policy Comitte (MPC) BoE mufakat untuk mempertahankan tingkat suku bunga di level 0.75 persen.

Akan tetapi, Outlook ekonomi Inggris dinilai sangat tak menentu, khususnya dalam 100 hari jelang putusnya keanggotaan Inggris dari Uni Eropa. Bank sentral Inggris tersebut memperingatkan jika ketidakpastian Brexit "dinilai makin intensif" dalam beberapa bulan terakhir. Ditambah lagi dengan merosotnya harga minyak yang berimbas pada penurunan inflasi Inggris ke bawah target 2 persen.

BoE pun merevisi turun Forecast pertumbuhan ekonomi kuartalan mereka tahun ini, dari 0.3 persen menjadi 0.2 persen. Mereka menambahkan bahwa Outlook untuk kuartal pertama tahun 2019 diperkirakan belum jauh berbeda dengan kuartal terakhir tahun ini.

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai rebound intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.2599, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.2533 – 1.2473 – 1.2407. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.2711, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.2775 – 1.2833 – 1.2892

AUDUSD

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 0.7173     H : 0.7202      L : 0.7038      C : 0.7039

PERGERAKAN SEPEKAN 17/12 – 21/12 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 164 PIP

Secara Fundamental, Notulen Rapat RBA yang dirilis pada pekan kemarin mengungkapkan bahwa para pembuat kebijakan di Bank Sentral Australia tersebut sepakat jika dalam penentuan kebijakan berikutnya, kenaikan suku bunga akan lebih mungkin dilakukan daripada penurunan suku bunga. Namun, mereka menekankan bahwa dalam jangka pendek, belum ada hal mendesak yang membutuhkan kenaikan suku bunga.

Berikut ini beberapa poin inti Notulen Kebijakan Moneter RBA :

  1. Suku bunga dipertahankan di level 1.5 persen.
  1. RBA mengekspektasikan pertumbuhan GDP akan tumbuh di atas rata-rata untuk tahun ini dan tahun depan.
  2. Ada peningkatan risiko dari tingginya utang dan perlambatan di pasar perumahan.
  3. Di tengah masalah perang dagang, Dolar Australia masih berada dalam rentang yang sama dalam beberapa tahun terakhir.
  4. Para anggota rapat mencatat bahwa penurunan signifikan dalam harga minyak kemungkinan akan mengurangi Headline inflasi global.

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 0.7091, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7145 – 0.7199 – 0.7249. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 0.7016, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 0.6966 – 0.6918 – 0.6869.

 

XAUUSD

FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : POSITIF CENDERUNG NETRAL

O : 1236.95   H : 1266.30   L : 1235.60    C : 1255.30

PERGERAKAN SEPEKAN 17/12 – 21/12 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : $30.7 atau 307 PIP

Secara Fundamental, harga emas jatuh pada perdagangan Jumat karena aksi ambil untung yang dilakukan oleh investor. Sehari sebelumnya memang harga emas telah menyentuh level tertinggi dalam hampir 6 bulan.

Jika dilihat secara jangka panjang, harga emas masih mencetak keuntungan mingguan karena selera investor terhadap aset-aset yang berisiko tinggi berkurang.

Mengutip halaman Reuters, Sabtu (22/12/2018), harga emas di pasar spot turun 0,4 persen menjadi USD 1.254,81 per ounce pada pukul 02.04 siang waktu New York, setelah mencapai level tertinggi sejak 26 Juni di USD 1.266,40 pada perdagangan Kamis.

Harga logam mulia ini berada di jalur untuk kenaikan mingguan sekitar 1,3 persen. Sedangkan untuk harga emas berjangka AS ditutup turun 0,8 persen menjadi USD 1.258,10 per ounce. "Ada beberapa aksi ambil untung karena dolar AS tetap kuat," kata Tai Wong, analis perdagangan derivatif dan logam mulia di BMO.

"Data-data di Jumat memperlihatkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak sesuai dengan prediksi sehingga banyak yang berargumen kenaikan suku bunga Fed sedikit melambat." tambah dia.

Namun demikian, harga emas dunia pada sepekan kemarin beringsut lebih tinggi setelah Federal Reserve (The Fed) menyampaikan pandangan yang kurang dovish terkait rencana pengetatan moneter di luar prediksi banyak orang. Melansir halaman Reuters, harga emas di pasar spot naik 0,5 persen menjadi USD 1.249,46 per ounce, setelah menurun sejak 27 November dari sesi sebelumnya. Harga emas melintasi rata-rata pergerakan 200 hari di kisaran USD 1.252 per ounce sebelum pernyataan the Fed pada hari Rabu. 

"Ada beberapa dukungan membeli emas aman untuk hari ini," kata Renisha Chainani, Kepala Komoditas dan Penelitian Mata Uang di Monarch Networth Capital. Dalam keputusannya, Bank Sentral AS menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada hari Rabu. The Fed  tetap berkomitmen untuk dari rencananya untuk mengetatkan kebijakan moneter, meskipun meningkatnya ketidakpastian tentang pertumbuhan ekonomi global.

"Secara keseluruhan ada sentimen risk-off di pasar," Chainani melanjutkan. Dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama juga turun 0,5 persen. Sementara Pasar Saham Asia turun karena pernyataan Fed memupus harapan investor untuk adanya kebijakan yang lebih dovish. Investor berbondong-bondong beralih ke obligasi pemerintah, alhasil obligasi acuan AS jatuh ke posisi terendah lebih dari delapan bulan pada hari Rabu.

"Pengumuman kenaikan suku bunga telah memberikan tekanan pada emas. Ada beberapa dukungan di posisi USD 1.230- USD 1.235," kata seorang pedagang yang berbasis di Hong Kong, menambahkan bahwa dalam jangka pendek, indeks dolar akan menjadi" proxy yang baik "untuk apa yang akan dilakukan emas. Emas sangat sensitif terhadap suku bunga yang lebih tinggi karena ini meningkatkan dolar, membuat emas lebih mahal untuk pembeli yang menggunakan mata uang lainnya.

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai rebound intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1250.50, kemungkinan harga akan kembali ke level 1245.00 – 1239.80 – 1234.25. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1266.80, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1272.15 – 1277.20 – 1282.35.

   

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: ArabianBusiness.Com

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

July 13, 2019

HOT TOPIC: Jika Suku Bunga The Fed Dipangkas, Apa Dampak Negatif dan Positif Bagi Keuangan Kamu?

in Jurnal Mingguan by Super User
Forexsignal88.Com - Kabar bahwa The Fed akan semakin terdesak dan akhirnya memangkas tingkat suku bunga semakin merebak. Betapa tidak, setelah rapat FOMC terakhir ketika The Fed memutuskan untuk tidak memangkas suku bunga, Presiden Trump menyerang the Fed…
July 06, 2019

Sekilas Forex: Presiden Trump Kembali Menyerang The Fed Karena Gagal Menaikan Suku Bunga Fed Rate

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 06/07/2019 - Non Farm Payroll pada Jumat kemarin dilaporkan meningkat sebesar 224.000 setelah ekpektasi awal pasar hanya sebesar 160.000. Selisih 72.000 ini adalah selisih yang besar dan Presiden Trump sendiri mengakui bahwa ini…
June 30, 2019

HOT NEWS: Usai Bertemu Presiden Cina, Trump Mengatakan Bahwa Ini Adalah Pertemuan Yang Sangat Baik Dengan Cina. Apa Artinya?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 30/06/2019 - Usai bertemu Presiden Cina Xi Jinping, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa pertemuan yang baru saja berlangsung pada hari Sabtu pagi merupakan pertemuan yang sangat, sangat baik. Jika melihat dari perang dagang…
June 22, 2019

Sekilas Forex: Virus Demam BULLISH GOLD Mulai Tersebar di Kalangan Investor Seiring Naiknya Harga Emas Melewati Level Tertinggi 6 Tahun

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/06/2019 - Kabar yang menarik datang dari investasi emas dimana harga spot XAU/USD kembali berkilau dengan gerakan meroket naik menembus level $1400.00 yang merupakan level tertinggi 6 tahun lalu. Bagi seorang investor, yang…
May 25, 2019

Fluktuasi Pasar Mata Uang Meningkat. Mulai Dari Pound Yang Terseret Drama Theresa May dan BREXIT Sampai Ke USD Yang Masih Dipengaruhi Sentimen Sengketa Dengan Cina

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 25/05/2019 - Fluktuasi besar pada hampir seluruh pasar keuangan terjadi di sepanjang sesi perdagangan pekan lalu (20-24 Mei). Bursa forex, komoditas, saham, bahkan obligasi menggeliat di pertengahan pekan lalu. Pada bursa forex,…