ForexSignal88.com l Jakarta, 28/04/2019 - Kesehatan ekonomi AS dan negara-negara besar lainnya, prospek suku bunga di antara bank-bank sentral utama, dan prospek masa depan pertumbuhan ekonomi global menjadi topik utama pada perdagangan forex dan emas di pekan lalu (22-26 April).

Dengan akhir pekan panjang karena liburan Jumat Agung dan Paskah, aktivitas pasar keuangan global baru aktif pada hari Selasa (23/4). Geliat awal pasar forex dan emas di hari itu diwarnai oleh ketegangan baru antara AS dan Iran.

Secara umum pasar keuangan diterpa oleh gelombang kecemasan baru setelah tersiar berita bahwa Washington akan mengakhiri keringanan sanksi bagi importir minyak utama Iran. Kabar tersebut mendorong naiknya dolar Kanada dan rubel Rusia yang terkait erat dengan harga emas hitam.

Minyak mentah Brent mencapai $74 per barel pada hari Senin (22/4), harga tertinggi sejak November, karena Gedung Putih mengatakan Presiden AS Donald Trump telah memutuskan untuk menghilangkan semua keringanan (waiver) yang dikeluarkan untuk delapan negara yang sebelumnya memungkinkan mereka membeli minyak Iran tanpa menghadapi sanksi AS.

Dampak dari harga minyak yang lebih tinggi dapat mendorong naiknya inflasi sehingga muncul potensi Federal Reserve bakal berada dalam posisi yang lebih stabil dengan mempertahankan suku bunganya dan menghilangkan segala jenis pembicaraan tentang penurunan suku bunga.

Sebelumnya pasar sangat meyakini bahwa dengan berhenti The Fed pada siklus kenaikan suku bunganya, bank sentral AS itu akan perlu menurunkan suku bunganya dalam jangka panjang.

Potensi terkait suku bunga AS tersebut membuat dolar AS terus mendominasi perdagangan meskipun di saat yang sama ketegangan baru AS-Iran tersebut membuat pasar memburu aset safe havens. Emas dan yen pun menunjukkan penguatan namun langkahnya saat itu masih tertahan oleh penguatan dolar AS dan rally pada bursa saham AS dan global.

Prospek Suram Ekonomi Eropa Bantu Dolar AS di Jalur Positif

Kekuatan dolar AS juga di dapat dari kemerosotan euro di pekan lalu. Mata uang tunggal zona euro jatuh level terendah 22-bulan terhadap dolar AS pada hari Rabu (24/4) setelah terlihat penurunan mengejutkan pada indikator utama kegiatan ekonomi Jerman yang menyoroti perbedaan antara data ekonomi di AS dan zona euro.

Moral bisnis Jerman memburuk pada bulan April, membenamkan harapan untuk pemulihan ekonomi kawasan Eropa, karena ketegangan perdagangan melukai industri ekonomi terbesar Benua Biru.

Greenback memang bernasib baik karena dalam beberapa pekan terakhir didukung oleh data yang positif namun belum tentu fundamental AS dapat membaik secara dramatis atau kondisi apa pun seperti itu. Meski begitu, secara relatif pasar AS terlihat seperti tempat yang menarik bagi para investor untuk memarkir modal mereka.

PDB AS Meningkat Namun Pasar Tak Menggubrisnya

Sepanjang pekan lalu para pelaku pasar menunggu rilis data produk domestik bruto kuartal pertama AS. Namun pasar justru mengabaikan data tersebut sehingga dolar AS turun pada hari Jumat (26/4).

Para traders justru kembali bertaruh bahwa The Fed akan memangkas suku bunga setelah data pertumbuhan kuartal pertama AS yang lebih baik dari yang diperkirakan tersebut diimbangi oleh perlambatan inflasi.

Ukuran inflasi yang disukai The Fed yaitu indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), tidak termasuk makanan dan energi, melambat menjadi 1,3% dalam 12 bulan hingga Maret, dari 1,8% bulan sebelumnya.

Perlambatan inflasi meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed akan menurunkan suku bunganya, kendati para analis berpendapat bahwa penundaan kebijakan moneter yang berkelanjutan adalah tindakan yang lebih memungkinkan.

Namun demikian, untuk basis mingguan dolar AS tetap membukukan penutupan positif. Data MetaTrader yang digunakan tim ForexSignal88.com (FS88) menunjukkan indeks dolar AS ditutup lebih tinggi 0,65% dari penutupan sesi pekan sebelumnya.

Jurnal Mingguan Lainnya

August 10, 2019

Sekilas Forex: Ekskalasi Perang Dagang AS Dengan Cina Dapat Membawa Dunia Dalam Resesi Global. Lalu Investasi Apa Yang Dilirik Oleh Investor?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/08/2019 - Inilah sebuah hal yang ditakuti oleh banyak pengamat ekonomi di Amerika Serikat. Yang sebelumnya perang dagang terlihat ada secercah harapan untuk dapat diperbaiki, namun akhir-akhir ini perang dagang kembali memanas.…
July 20, 2019

Sekilas Forex: GOLD Bullish Market, Apakah Mungkin Akan Terjadi?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/07/2019 - Melihat perkembangan market yang sedang terjadi saat ini, terlihat bahwa spekulasi mulai terlihat condong bahwa Suku Bunga Federal Reserve akan mengalami pemangkasan. Apalagi Presiden Trump sendiri yang terus menekan…
July 13, 2019

HOT TOPIC: Jika Suku Bunga The Fed Dipangkas, Apa Dampak Negatif dan Positif Bagi Keuangan Kamu?

in Jurnal Mingguan by Super User
Forexsignal88.Com - Kabar bahwa The Fed akan semakin terdesak dan akhirnya memangkas tingkat suku bunga semakin merebak. Betapa tidak, setelah rapat FOMC terakhir ketika The Fed memutuskan untuk tidak memangkas suku bunga, Presiden Trump menyerang the Fed…
July 06, 2019

Sekilas Forex: Presiden Trump Kembali Menyerang The Fed Karena Gagal Menaikan Suku Bunga Fed Rate

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 06/07/2019 - Non Farm Payroll pada Jumat kemarin dilaporkan meningkat sebesar 224.000 setelah ekpektasi awal pasar hanya sebesar 160.000. Selisih 72.000 ini adalah selisih yang besar dan Presiden Trump sendiri mengakui bahwa ini…
June 30, 2019

HOT NEWS: Usai Bertemu Presiden Cina, Trump Mengatakan Bahwa Ini Adalah Pertemuan Yang Sangat Baik Dengan Cina. Apa Artinya?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 30/06/2019 - Usai bertemu Presiden Cina Xi Jinping, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa pertemuan yang baru saja berlangsung pada hari Sabtu pagi merupakan pertemuan yang sangat, sangat baik. Jika melihat dari perang dagang…