ForexSignal88.com l Jakarta, 23/03/2019 - Dinamika bursa forex dan emas cukup menarik pada pekan lalu (18-22 Maret). Mengawali perdagangan di pekan tersebut, dolar AS berada di bawah kendali para bears karena pada pekan sebelumnya, sederet data ekonomi AS yang suram membuat greenback tampil suram, salah satunya adalah indeks manufaktur Empire State.

Indeks tersebut adalah pandangan bulanan pada kondisi manufaktur di seluruh negara bagian New York, yang turun 5,1 poin pada bulan Maret menjadi 3,7, pembacaan bulanan ketiga berturut-turut di bawah 10 dan level terendah sejak Mei 2017.

Produksi industri - ukuran hasil produksi di pabrik, tambang, dan utilitas - melambat menjadi 0,1 persen pada Februari dari bulan sebelumnya, di bawah perkiraan kenaikan 0,4 persen para ekonom.

Selanjutnya pada sesi Senin dan Selasa pergerakan di bursa forex dan emas menjadi tersendat karena para pelaku pasar berhati-hati saat komite kebijakan moneter Federal Reserve atau Federal Open Market Committee (FOMC) menggelar rapat kebijakan rutin pada Selasa (19/3) dan Rabu (20/3).

Hingga saat itu, pelaku pasar bertaruh The Fed tidak akan mengubah suku bunganya. Pasar juga menunggu ringkasan proyeksi ekonomi bank sentral serta dot plot, sebuah proyeksi di mana setiap gubernur The Fed mengharapkan suku bunga AS berada pada titik-titik tertentu di masa depan.

The Fed Dovish, Dolar AS Meringis

Pada Rabu waktu setempat atau Kamis dini hari, The Fed mengguncang pasar keuangan dengan pernyataannya yang lebih dovish (pesimistis) dari yang diperkirakan pasar sebelumnya. Dolar AS pun semakin terpukul, harga emas ikut terkerek naik.

The Fed secara resmi mengumumkan pada hari Rabu (20/3), atau Kamis (21/3) dini hari waktu Indonesia, bahwa pihaknya akan menghentikan kenaikan suku bunga untuk keseluruhan tahun 2019.

The Fed juga mengatakan hanya akan menaikkan biaya pinjaman sekali lagi sampai dengan 2021, dan akan memperlambat pengurangan bulanan dari kepemilikan obligasi negara dari (sampai dengan) $30 miliar menjadi (sampai dengan) $15 miliar pada Mei.

The Fed mencatat bahwa alasan di balik keputusan ini adalah bahwa pihaknya tidak lagi merasa perlu mengimbangi inflasi dengan kebijakan moneter yang ketat.

"Indikator terbaru menunjukkan pertumbuhan belanja rumah tangga dan investasi tetap bisnis yang lebih lambat pada kuartal pertama [...] Secara keseluruhan inflasi telah menurun," kata The Fed dalam pernyataan kebijakannya. Bank sentral AS mempertahankan suku bunga dana federal sebesar 2,5 persen.

The Fed mencatat bahwa mereka akan mengakhiri penyusutan neraca pada September mendatang dengan ketentuan bahwa kondisi ekonomi dan pasar uang berevolusi seperti yang diharapkan. Jika itu terjadi, penukaran sekuritas yang didukung hipotek akan diinvestasikan kembali dalam kas hingga $20 miliar per bulan.

Pengumuman gabungan itu menunjukkan bahwa The Fed sekarang berhenti di kedua sisi untuk menyesuaikan diri dengan pertumbuhan global yang lebih lemah dan pandangan yang sedikit lebih lemah untuk ekonomi AS.

"Pertumbuhan kegiatan ekonomi telah melambat dari tingkat yang solid di kuartal keempat," kata The Fed.

Namun pada hari itu, dolar AS tetap menguat terhadap pound sterling karena para investor tetap waspada terhadap prospek mata uang Inggris di saat Perdana Menteri Theresa May meminta penundaan singkat Brexit setelah kegagalannya untuk mendapatkan pengesahan atas rancangan kesepakatan Brexit.

Pasar sebagian besar telah membuang peluang Brexit yang tidak ada kesepakatan (no-deal Brexit) tetapi ketidakpastian tentang bagaimana dan kapan Inggris akan meninggalkan Uni Eropa telah membatasi gerakan naik pound sterling.

Greenback Bangkit Sedikit Hingga Penutupan Pekan Lalu

Dolar AS rebound terhadap sejumlah mata uang pada hari Kamis (21/3), membalas semua kerugian yang terjadi di sesi sebelumnya, karena kekhawatiran pasar terkait Brexit semakin melukai sterling dan euro, membantu menghilangkan fokus pasar dari The Fed yang secara mengejutkan lebih dovish.

Pada hari Kamis, sterling jatuh di tengah kekhawatiran yang berkembang dari Brexit "tanpa kesepakatan" jika anggota parlemen Inggris tetap teguh dalam penolakan mereka terhadap rancangan kesepakatan perpisahan Inggris dengan Uni Eropa yang diajukan PM May.

Para pemimpin Uni Eropa pada hari Kamis memberikan opsi untuk menunda Brexit hingga paling lambat 22 Mei, tetapi hanya jika May dapat mengalahkan oposisi di parlemen dan memenangkan dukungan anggota parlemen minggu depan untuk rencana penarikannya tersebut.

Kemudian pada sesi terakhir pekan lalu (22/3), dolar AS melemah terhadap safe haven yen Jepang karena data manufaktur AS yang suram memicu kekhawatiran tentang ekonomi yang lebih luas, dan imbal hasil obligasi mengisyaratkan kekhawatiran akan terjadinya resesi.

Namun dolar AS naik terhadap euro karena survei manufaktur Jerman yang jauh lebih lemah dari perkiraan menimbulkan kekhawatiran pasar bahwa ekonomi terkuat di Eropa ini mungkin melambat.

Sementara itu pound sterling, yang sempat terbebani oleh kekhawatiran Inggris bisa keluar dari Uni Eropa pada 29 Maret tanpa kesepakatan, dapat pulih ketika para pemimpin Uni Eropa memberi PM May waktu penangguhan selama dua minggu untuk memutuskan bagaimana Inggris akan pergi da blok tersebut. Sterling berakhir 0,72 persen lebih tinggi terhadap dolar AS di $1,3200 pada saat sesi Jumat berakhir.

Jurnal Mingguan Lainnya

April 14, 2019

3 Hal Yang Membuat USD Mulai Melemah dan Berpotensi Untuk Lanjut Pada Pekan Depan

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/04/2019 - Dolar AS terpaksa menyerah pada sesi perdagangan pekan lalu (8-12 April), setelah melalui sesi perdagangan yang relatif lebih kalem dari pekan-pekan sebelumnya. Pelemahan dolar AS terjadi sejak awal pekan lalu setelah…
April 07, 2019

Sekilas Forex: Non Farm Payroll Dongkrak USD Kearah Positif

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/04/2019 - Pergerakan harga di bursa forex dan emas pada pekan lalu (1-5 April) terlihat kurang bergairah. Bahkan satu rangkaian data bulanan ketenagakerjaan AS juga gagal menghidupkan pasar. Sepanjang pekan lalu, fluktuasi dan…
March 23, 2019

Pertumbuhan Ekonomi Lambat Berarti The FED Akan STOP Kenaikan Suku Bunga

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/03/2019 - Dinamika bursa forex dan emas cukup menarik pada pekan lalu (18-22 Maret). Mengawali perdagangan di pekan tersebut, dolar AS berada di bawah kendali para bears karena pada pekan sebelumnya, sederet data ekonomi AS…
March 30, 2019

Sikap Dovish ECB Membangkitkan Kembali Gairah Bagi USD

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 30/03/2019 - Pada akhir sesi Jumat (29/3), dolar AS berhasil membukukan triple-green: positif pada penutupan harian, mingguan, dan bulanan. Data MetaTrader yang digunakan tim analisis pasar keuangan ForexSignal88.com (FS88)…
March 16, 2019

Poundsterling Menggila Karena Brexit dan Voting Parlemen Inggris

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/03/2019 - Pound sterling tampil sebagai bintang pada sesi perdagangan forex pekan lalu (11-15 Maret), sementara harga emas hanya menambah sedikit pemulihannya pasca penyusutan hingga $1.280,70 pada pekan sebelumnya. Fokus utama…