ForexSignal88.com l Jakarta, 12/05/2019 - Drama perang perdagangan Amerika Serikat (AS) versus China menjadi tajuk utama yang menyita perhatian para pelaku perdagangan forex dan emas di sepanjang pekan lalu (6-10 Mei).

Ketegangan perdagangan antara dua raksasa ekonomi dunia tersebut sempat mereda terutama setelah menjelang akhir tahun lalu, dua pemimpin negara-negara tersebut sepakat untuk melakukan “gencatan senjata” selama 90 hari.

Selanjutnya pada hari terakhir gencatan senjata tersebut, pemberlakukan perpanjangan pun terjadi karena kedua sedang berada di tengah negosiasi yang intensif dan, kala itu, semakin dekat dengan kata sepakat.

Bahkan belum lama ini, masih terdengar kabar optimistis dari Presiden AS Donald Trump mengenai potensi perdamaian dagang antara AS-China. Namun rupanya masih ada hal mengganjal yang membuat perundingan mereka tersendat.

Pada hari Minggu (5/5), Trump memproklamirkan diri sebagai “tariff-man” (manusia penguasa tarif), seraya memperingatkan kenaikan tarif pada barang-barang China, sebuah perubahan sikap yang drastis dari minggu sebelumnya di mana ia memuji kemajuan yang dibuat antara kedua negara mengenai perdagangan.

Senin malam (6/5), Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan China telah menjauh dari komitmen yang dibuat selama negosiasi perdagangan.

Lighthizer mengatakan kantornya mungkin akan mengeluarkan pemberitahuan pada hari Selasa tentang usulan kenaikan tarif barang-barang China senilai $200 miliar menjadi 25 persen dari 10 persen.

Sentimen risiko mendapat pukulan dari berita tersebut sehingga menjatuhkan dolar AS dan mendorong harga emas, salah satu aset yang digunakan oleh investor untuk melakukan lindung nilai terhadap ketidakstabilan ekonomi dan politik.

Data MetaTrader menunjukkan indeks dolar AS berakhir negatif 0,16% pada akhir sesi Jumat dan negatif 0,11% untuk penutupan mingguan, di 97,11.

Faktor lain yang menambah kecemasan global adalah langkah administrasi Trump berupa pengerahan gugus tempur dan sejumlah pesawat pembom ke Timur Tengah dalam menanggapi “indikasi dan peringatan” yang mengganggu dari Iran, memperluas keretakan antara kedua negara.

Ketegangan AS-China Berlanjut Hingga Hari Jumat

Kesepakatan perdagangan Sino-AS ternyata belum terselesaikan meskipun Beijing menegaskan bahwa pihaknya akan mengirim delegasi untuk pergi ke AS untuk pembicaraan perdagangan.

Meskipun sebagian pelaku pasar masih berharap AS dan China segera menemukan landasan bersama dan meyakini bahwa ancaman tarif Trump kemungkinan merupakan taktik negosiasi, sentimen risiko terus memburuk.

Yen Jepang pun terdorong dan sempat melonjak ke level tertinggi tiga bulan terhadap dolar AS pada hari Kamis, sementara franc Swiss sempat berada di level tertinggi tiga minggu karena para investor terus mencari mata uang safe haven saat semakin khawatir terhadap peningkatan tensi konflik perdagangan AS-China.

Dinamika pasar mata uang pada minggu lalu, yang sebagian besar didorong oleh sebagai tanggapan pasar terhadap perkembangan perdagangan terbaru, telah cukup teredam, tetapi lompatan di hari Kamis yang ditunjukkan yen dan franc Swiss – yang cenderung meningkatkan minat beli di saat terjadi konflik atau perselisihan global – menjadi indikasi bahwa para investor global mulai goyah.

Di akhir hari Kamis atau awal Jumat (10/5), tarif tambahan dari AS mulai diberlakukan pukul 12:01 waktu Washington. Tarif tersebut kini menjadi 25%, dari 10% sebelumnya, diterapkan pada lebih dari 5.700 kategori produk asal China.

China segera mengatakan dalam sebuah pernyataan resmi bahwa mereka “dipaksa untuk membalas”, tetapi tidak memberikan perincian seperti apa kelak aksi balasannya.

Perunding AS dan Tiongkok termasuk Wakil Perdana Menteri China Liu He, Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer, dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengakhiri diskusi dua hari pertama di Washington.

Sentimen investor sudah melorot ketika Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa China “melanggar kesepakatan” dalam pembicaraan perdagangan dengan Washington.

Tetapi Trump segera meredam retorikanya tersebut, mengatakan bahwa kesepakatan dengan China masih mungkin diraih pada minggu ini dan bahwa ia telah menerima surat “indah” dari Perdana Menteri China Xi Jinping.

Meskipun Presiden AS Donald Trump pada hari Jumat (10/5) mengatakan dia tidak terburu-buru untuk menandatangani kesepakatan perdagangan dengan China, para negosiator melaporkan kemajuan dalam diskusi saat mereka menyelesaikan pembicaraan hari kedua.

“Itu adalah diskusi yang konstruktif,” kata Menteri Keuangan Steve Mnuchin kepada wartawan ketika dia meninggalkan kantor Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer di hari Jumat siang.

Sementara itu Wakil Perdana Menteri China Liu He mengatakan kepada wartawan di hotelnya di Washington bahwa pembicaraan telah berjalan “cukup baik”.

Akhirnya nuansa perdagangan forex dan emas di pekan lalu ditutup dengan sebuah asa bahwa pembicaraan perdagangan AS-China akan berlanjut walaupun tetap belum pasti apakan kedua akan berjabat tangan dan sama-sama tersenyum penuh kepuasan.

Jurnal Mingguan Lainnya

August 10, 2019

Sekilas Forex: Ekskalasi Perang Dagang AS Dengan Cina Dapat Membawa Dunia Dalam Resesi Global. Lalu Investasi Apa Yang Dilirik Oleh Investor?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/08/2019 - Inilah sebuah hal yang ditakuti oleh banyak pengamat ekonomi di Amerika Serikat. Yang sebelumnya perang dagang terlihat ada secercah harapan untuk dapat diperbaiki, namun akhir-akhir ini perang dagang kembali memanas.…
July 20, 2019

Sekilas Forex: GOLD Bullish Market, Apakah Mungkin Akan Terjadi?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/07/2019 - Melihat perkembangan market yang sedang terjadi saat ini, terlihat bahwa spekulasi mulai terlihat condong bahwa Suku Bunga Federal Reserve akan mengalami pemangkasan. Apalagi Presiden Trump sendiri yang terus menekan…
July 13, 2019

HOT TOPIC: Jika Suku Bunga The Fed Dipangkas, Apa Dampak Negatif dan Positif Bagi Keuangan Kamu?

in Jurnal Mingguan by Super User
Forexsignal88.Com - Kabar bahwa The Fed akan semakin terdesak dan akhirnya memangkas tingkat suku bunga semakin merebak. Betapa tidak, setelah rapat FOMC terakhir ketika The Fed memutuskan untuk tidak memangkas suku bunga, Presiden Trump menyerang the Fed…
July 06, 2019

Sekilas Forex: Presiden Trump Kembali Menyerang The Fed Karena Gagal Menaikan Suku Bunga Fed Rate

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 06/07/2019 - Non Farm Payroll pada Jumat kemarin dilaporkan meningkat sebesar 224.000 setelah ekpektasi awal pasar hanya sebesar 160.000. Selisih 72.000 ini adalah selisih yang besar dan Presiden Trump sendiri mengakui bahwa ini…
June 30, 2019

HOT NEWS: Usai Bertemu Presiden Cina, Trump Mengatakan Bahwa Ini Adalah Pertemuan Yang Sangat Baik Dengan Cina. Apa Artinya?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 30/06/2019 - Usai bertemu Presiden Cina Xi Jinping, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa pertemuan yang baru saja berlangsung pada hari Sabtu pagi merupakan pertemuan yang sangat, sangat baik. Jika melihat dari perang dagang…