ForexSignal88.com l Jakarta, 05/05/2019 - Nuansa negatif sudah menyelimuti dolar AS pada awal pekan lalu (29 April – 3 Mei) setelah data produk domestik bruto AS pada pekan sebelumnya, meskipun melonjak, ternyata setelah dibedah terlihat beberapa komponen yang mengecewakan.

Pasar semakin kecewa setelah di hari Senin (29/4) ukuran inflasi yang disukai Federal Reserve yaitu indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (personal consumption expenditures/PCE) yang tidak termasuk makanan dan energi, melambat menjadi 1,8% dalam 12 bulan hingga Maret, meleset dari estimasi para ekonom untuk kenaikan 1,7%.

Data inflasi tersebut lebih lanjut "meningkatkan standar" untuk seberapa besar kekuatan ekonomi yang perlu diperhatikan para pejabat bank sentral AS sebelum menggerakkan suku bunganya.

Pernyataan Powell Bangkitkan Dolar AS

Namun pada pertengahan sesi pekan lalu, mata uang AS sempat memperlihatkan keperkasaannya, berbalik menguat terhadap sejumlah mata uang lainnya pada hari Rabu, saat Ketua Fed Jerome “Jay” Powell mengatakan sikap dan kebijakan bank sentral AS saat ini sudah tepat, sehingga berkuranglah ekspektasi pasar terhadap potensi penurunan suku bunga acuan bank sentral AS dalam waktu dekat.

Greenback bangkit dari pelemahan sebelumnya terkait pasca laporan yang mengecewakan pada aktivitas manufaktur AS, juga karena Powell menunjukkan bahwa kekuatan yang membebani inflasi mungkin terbukti bersifat transitory (sementara). Pernyataan ketua The Fed itu cenderung membuat nada keseluruhan bank sentral AS pada rapat di bulan ini lebih hawkish.

Pada bulan Maret, ada isyarat bank sentral AS tidak akan menaikkan suku bunga pada tahun 2019. Angka domestik dan luar negeri yang suram sempat memicu spekulasi para pembuat kebijakan bank sentral AS dapat mengurangi suku bunga acuannya untuk mencegah resesi.

“Kami pikir sikap kebijakan kami sudah tepat saat ini; kami tidak melihat alasan kuat untuk memindahkannya (suku bunga) ke kedua arah,” kata Powell dalam konferensi pers setelah pertemuan kebijakan dua hari The Fed pada Kamis dini hari tadi waktu Indonesia.

Suku bunga berjangka menyiratkan para pedagang sekarang melihat peluang 55% untuk penurunan suku bunga Fed pada akhir tahun, turun dari 66% pada akhir Selasa, demikian menurut program FedWatch dari CME Group.

Rebound Greenback Menekan Emas

Harga emas turun ke level terendah satu minggu pada hari Rabu setelah The Fed menyatakan pasar tenaga kerja AS tetap kuat dan aktivitas ekonomi naik pada tingkat yang solid dalam beberapa pekan terakhir.

Pernyataan The Fed itu membebani harga emas, yang sering digunakan para investor global sebagai aset alternatif untuk menghadapi risiko politik dan keuangan.

Merosotnya harga emas juga ada hubungannya dengan kurangnya inflasi seperti yang dikatakan Powell, berkurangnya kekhawatiran tentang Brexit, dan laporan bahwa mungkin ada kesepakatan dangan AS dengan China setelah Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan kedua negara menyelesaikan pembicaraan "produktif" di Beijing.

Inflasi Upah Paksa Dolar AS ke Selatan

Namun perjalanan mata uang AS ke utara menemui hambatan kuat pada hari Jumat setelah data pekerjaan AS menunjukkan pertumbuhan upah yang lebih lemah mendukung ekspektasi bahwa The Fed kemungkinan akan tetap pada fase jeda.

Nonfarm payrolls (NFP) AS naik 263.000 dibandingkan dengan ekspektasi untuk kenaikan 181.000. Sementara tingkat pengangguran turun 2 basis poin menjadi 3,6%.

Akan tetapi pendapatan rata-rata per jam, komponen penting untuk mengukur inflasi, naik 0,2%, di bawah ekspektasi para ekonom untuk kenaikan 0,3%.

Data-data tersebut memang tidak memberikan alasan bagi The Fed untuk segera melakukan pengetatan lagi, tetapi data-data itu pun jelas tidak mendukung peluang bagi pelonggaran moneter.

Tekanan terhadap greenback di sesi terakhir pekan lalu juga datang dari pound sterling yang melonjak hingga pasangan GBPUSD berakhir naik 1,04% menjadi $1,3168.

Lonjakan itu terjadi karena oposisi utama Inggris mengisyaratkan siap untuk membuat kesepakatan Brexit dengan pemerintah setelah hasil pemilihan lokal menunjukkan para pemilih mengalihkan bank mereka pada pihak utama negara itu di tengah frustrasi atas kebuntuan Brexit.

Akhirnya pada penutupan sesi pekan lalu, indeks dolar AS, ditutup turun 0,374% menjadi 97,255 (data MetaTrader). Pada basis mingguan, indeks ini membukukan penurunan sebesar 0,55% dibandingkan dengan penutupan sesi pekan sebelumnya.

Jurnal Mingguan Lainnya

July 13, 2019

HOT TOPIC: Jika Suku Bunga The Fed Dipangkas, Apa Dampak Negatif dan Positif Bagi Keuangan Kamu?

in Jurnal Mingguan by Super User
Forexsignal88.Com - Kabar bahwa The Fed akan semakin terdesak dan akhirnya memangkas tingkat suku bunga semakin merebak. Betapa tidak, setelah rapat FOMC terakhir ketika The Fed memutuskan untuk tidak memangkas suku bunga, Presiden Trump menyerang the Fed…
July 06, 2019

Sekilas Forex: Presiden Trump Kembali Menyerang The Fed Karena Gagal Menaikan Suku Bunga Fed Rate

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 06/07/2019 - Non Farm Payroll pada Jumat kemarin dilaporkan meningkat sebesar 224.000 setelah ekpektasi awal pasar hanya sebesar 160.000. Selisih 72.000 ini adalah selisih yang besar dan Presiden Trump sendiri mengakui bahwa ini…
June 30, 2019

HOT NEWS: Usai Bertemu Presiden Cina, Trump Mengatakan Bahwa Ini Adalah Pertemuan Yang Sangat Baik Dengan Cina. Apa Artinya?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 30/06/2019 - Usai bertemu Presiden Cina Xi Jinping, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa pertemuan yang baru saja berlangsung pada hari Sabtu pagi merupakan pertemuan yang sangat, sangat baik. Jika melihat dari perang dagang…
June 22, 2019

Sekilas Forex: Virus Demam BULLISH GOLD Mulai Tersebar di Kalangan Investor Seiring Naiknya Harga Emas Melewati Level Tertinggi 6 Tahun

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/06/2019 - Kabar yang menarik datang dari investasi emas dimana harga spot XAU/USD kembali berkilau dengan gerakan meroket naik menembus level $1400.00 yang merupakan level tertinggi 6 tahun lalu. Bagi seorang investor, yang…
May 25, 2019

Fluktuasi Pasar Mata Uang Meningkat. Mulai Dari Pound Yang Terseret Drama Theresa May dan BREXIT Sampai Ke USD Yang Masih Dipengaruhi Sentimen Sengketa Dengan Cina

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 25/05/2019 - Fluktuasi besar pada hampir seluruh pasar keuangan terjadi di sepanjang sesi perdagangan pekan lalu (20-24 Mei). Bursa forex, komoditas, saham, bahkan obligasi menggeliat di pertengahan pekan lalu. Pada bursa forex,…