ForexSignal88.com l Jakarta, 25/05/2019 - Fluktuasi besar pada hampir seluruh pasar keuangan terjadi di sepanjang sesi perdagangan pekan lalu (20-24 Mei). Bursa forex, komoditas, saham, bahkan obligasi menggeliat di pertengahan pekan lalu.

Pada bursa forex, di awal pekan tersebut dolar Amerika Serikat (AS) masih menjadi market leader, melanjutkan nuansa bullish di pekan sebelumnya karena para rivalnya dibebani oleh fundamental dari negara atau kawasan masing-masing yang kurang menguntungkan.

Euro, pada awal pembukaan sesi perdagangan pekan lalu, mendapat tekanan walau ada kebijakan AS untuk menunda pengenaan bea impor terhadap mobil-mobil Eropa. Para pelaku pasar saat itu tetap cemas menjelang pemilihan parlemen Eropa dan potensi penajaman friksi antara Italia dengan Uni Eropa menyusul kritik sengit yang disampaikan Wakil Perdana Menteri Italia.

Forexsignal88 Premium Signal

Sementara itu, pound sterling sempat memperlihatkan upayanya untuk bangkit namun tetap rentan menyusul meningkatnya suhu politik di Inggris yang terlihat setelah Perdana Menteri Inggris Theresa May tidak secara resmi mengatakan ingin mengundurkan diri pada musim panas tahun ini.

Demikian pula pada sesi Selasa (21/5) saat greenback tampil stabil di dekat level tertinggi 2½, didukung oleh imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi, dan statusnya sebagai safe haven, di kala terjadi ekskalasi kekhawatiran pasar bahwa perang perdagangan AS-China dapat memburuk setelah tindakan keras Washington terhadap Huawei Technologies Co. Ltd. dari China.

Washington Longgarkan Aksinya

Greenback masih diwarnai nuansa bullish pada sesi Rabu (22/5) sore karena imbal hasil obligasi pemerintah AS bergerak lebih tinggi setelah Washington melonggarkan pembatasan perdagangan kepada Huawei.

Langkah AS tersebut merupakan bantuan kepada pasar yang terpukul oleh meningginya ketegangan perdagangan antara AS dan China, meskipun sentimen tetap rapuh dengan negosiasi tarif antara dua ekonomi terbesar di dunia belum menghasilkan solusi yang tahan lama.

Departemen Perdagangan AS sebelumnya memblokir Huawei dari pembelian barang-barang AS, membuat beberapa perusahaan terpaksa menunda bisnis mereka dengan pembuat peralatan telekomunikasi terbesar di dunia tersebut.

Pembuat chip yang banyak menjual ke Huawei, harus menanggung beban penjualan besar-besaran. Namun Senin malam (20/5) AS memberi Huawei lisensi untuk membeli barang-barang AS hingga 19 Agustus.

Dolar AS Gagal Pertahankan Lonjakan Cepatnya

Perdagangan forex pada sesi Kamis (23) semakin menggeliat bahkan sejak dini harinya. Situasi politik Inggris menyedot perhatian para pelaku pasar forex dan emas karena saat itu disebut Perdana Menteri Theresa May dapat berhenti segera dari jabatannya. Kabar itu dan kaitannya dengan Brexit menimbulkan peningkatan kekhawatiran pasar terhadap langkah keluar Inggris dari Uni Eropa.

Dolar AS sempat naik tipis setelah publikasi risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) 30 April – 1 Mei menunjukkan bahwa tidak ada wacana atau motivasi yang kuat untuk memindahkan suku bunga ke kedua arah dan bahwa pendekatan “bersabar” The Fed untuk perubahan suku bunga akan sesuai “untuk beberapa waktu” ke depan.

FOMC pun membiarkan suku bunga acuan tidak berubah dalam kisaran target 2,25% hingga 2,5% seperti yang diharapkan pasar.

Pada prospek ekonomi, risalah itu menyebut banyak peserta rapat menyatakan tentang berkurangnya kekhawatiran mereka sendiri dari awal tahun ini tentang risiko penurunan dari perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan kemunduran dalam kondisi keuangan.

Pada hari Kamis pula dolar AS berbalik terjungkal seiring dengan meningkatnya ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga acuannya pada akhir tahun ini untuk mendorong lokomotif ekonomi terbesar dunia tersebut.

Ketegangan perdagangan AS-China faktanya membuat pasar memperkirakan potensi dampak negatifnya terhadap ekonomi AS dan ekuitas AS. Apalagi data menunjukkan aktivitas manufaktur AS untuk periode Mei memperlihatkan laju pertumbuhan terlemah dalam hampir satu dekade, sebuah perlambatan tajam dalam pertumbuhan ekonomi sedang berlangsung.

Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis juga mengatakan keluhan negaranya terhadap Huawei mungkin diselesaikan dalam kerangka kesepakatan perdagangan AS-China, sementara pada saat yang sama ia menyebut raksasa telekomunikasi China "sangat berbahaya".

Indeks dolar AS yang sempat naik ke level tertinggi sejak pertengahan Mei 2017 sebelum berbalik turun dengan cepat. Penurunan itu berlanjut pada sesi Jumat (24/5) setelah data menunjukkan pesanan untuk barang modal buatan AS turun. Data ini adalah proksi untuk rencana pengeluaran bisnis AS.

Fakta tersebut menjadi bukti lebih lanjut bahwa manufaktur dan ekonomi AS terus melambat seiring dengan berlarutnya sengketa perdagangan AS-China.

Secara keseluruhan, laporan-laporan ekonomi itu memperlihatkan perlambatan tajam dalam pertumbuhan ekonomi AS, yang dapat mempengaruhi status safe haven dolar AS.

Pelemahan greenback pada sesi terakhir pekan lalu juga membantu pound sterling rebound dari level terendah 4-½ bulan, meskipun reli tersebut terutama didorong oleh pengumuman Theresa May pada hari Jumat bahwa ia akan lengser setelah gagal memberikan kesepakatan Brexit.

Langkah May ini menciptakan kontes yang akan membawa para kandidat ke ajang perebutan perdana menteri baru yang mungkin bisa menghasilkan perpisahan Inggris yang lebih mulus dan tertib dengan Uni Eropa. Pound sterling bertahan hingga berakhir 0,44 persen lebih tinggi di $1,2715 saat sesi Jumat berakhir.

Euro juga lebih kuat pada hari Jumat, berakhir naik 0,24 persen menjadi $1,1210, diuntungkan dari pelemahan dolar AS dan hasil perolehan suara di Belanda dalam pemilihan parlemen Uni Eropa.

Sebuah exit poll menunjukkan Partai Buruh dari Komisaris Eropa Frans Timmermans merebut kemenangan yang mengejutkan atas para penantang Eropa (euroskeptic) yang sebelumnya merajai survei opini publik. 

Jurnal Mingguan Lainnya

August 10, 2019

Sekilas Forex: Ekskalasi Perang Dagang AS Dengan Cina Dapat Membawa Dunia Dalam Resesi Global. Lalu Investasi Apa Yang Dilirik Oleh Investor?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/08/2019 - Inilah sebuah hal yang ditakuti oleh banyak pengamat ekonomi di Amerika Serikat. Yang sebelumnya perang dagang terlihat ada secercah harapan untuk dapat diperbaiki, namun akhir-akhir ini perang dagang kembali memanas.…
July 20, 2019

Sekilas Forex: GOLD Bullish Market, Apakah Mungkin Akan Terjadi?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/07/2019 - Melihat perkembangan market yang sedang terjadi saat ini, terlihat bahwa spekulasi mulai terlihat condong bahwa Suku Bunga Federal Reserve akan mengalami pemangkasan. Apalagi Presiden Trump sendiri yang terus menekan…
July 13, 2019

HOT TOPIC: Jika Suku Bunga The Fed Dipangkas, Apa Dampak Negatif dan Positif Bagi Keuangan Kamu?

in Jurnal Mingguan by Super User
Forexsignal88.Com - Kabar bahwa The Fed akan semakin terdesak dan akhirnya memangkas tingkat suku bunga semakin merebak. Betapa tidak, setelah rapat FOMC terakhir ketika The Fed memutuskan untuk tidak memangkas suku bunga, Presiden Trump menyerang the Fed…
July 06, 2019

Sekilas Forex: Presiden Trump Kembali Menyerang The Fed Karena Gagal Menaikan Suku Bunga Fed Rate

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 06/07/2019 - Non Farm Payroll pada Jumat kemarin dilaporkan meningkat sebesar 224.000 setelah ekpektasi awal pasar hanya sebesar 160.000. Selisih 72.000 ini adalah selisih yang besar dan Presiden Trump sendiri mengakui bahwa ini…
June 30, 2019

HOT NEWS: Usai Bertemu Presiden Cina, Trump Mengatakan Bahwa Ini Adalah Pertemuan Yang Sangat Baik Dengan Cina. Apa Artinya?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 30/06/2019 - Usai bertemu Presiden Cina Xi Jinping, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa pertemuan yang baru saja berlangsung pada hari Sabtu pagi merupakan pertemuan yang sangat, sangat baik. Jika melihat dari perang dagang…