ForexSignal88.com l Jakarta, 03/02/2019 - Pergerakan harga-harga di bursa forex dan emas pada pekan lalu (28 Januari – 1 Februari) relatif stabil meskipun terlihat fluktuasi selama dua hari menjelang penutupan sesi perdagangan pekan tersebut.

Situasi tersebut terjadi karena pada pekan lalu pasar hanya dihiasi dua isu besar yaitu rapat kebijakan Federal Open Market Committee (FOMC) dan pembicaraan tingkat tinggi perdagangan AS-China.

Pergolakan bursa forex mulai terlihat pada sesi Rabu dengan dolar AS sempat memukul para rivalnya namun berbalik terpukul karena situasi berubah drastis menjelang akhir sesi tersebut.

Pada hari Rabu (30/1), atau tepatnya Kamis dini hari waktu Indonesia, seperti diperkirakan oleh mayoritas pengamat dan pelaku pasar, pada akhir rapat kebijakan FOMC 29-30 Januari, Federal Reserve mengumumkan tidak mengubah tingkat suku bunga acuannya, tetap di kisaran 2,25 hingga 2,5 persen.

Bank sentral AS tersebut mengulangi pernyataan bernuansa dovish yang pernah dilontarkan beberapa kali sebelumnya yakni akan “bersabar” pada rencana kenaikan suku bunga selanjutnya, yang dapat diterjemahkan bank ini akan terus memantau setiap data dan situasi terkait.  Ini bisa diterjemahkan bahwa prediksi awal banyak pihak bahwa USD akan melemah bisa berpotensi semakin kuat karena The Fed yang tidak segaresif tahun 2018 lalu.

Lagi-lagi The Fed tidak tegas, menggunakan bahasa implisit, mungkin memang sengaja mempertahankan komunikasi seperti itu. Bank tersebut juga memberikan sedikit kejutan tentang kesiapannya untuk lebih akomodatif pada komposisi neracanya.

Dengan demikian, The Fed masih mungkin untuk menaikkan suku bunganya meski mungkin hanya satu kali di tahun ini, tergantung data dan situasi yang berkembang di kemudian hari termasuk dampak dari ketegangan perdagangan AS-China yang belum usai.

Prospek tertahannya laju siklus kenaikan suku bunga, apalagi peluang pemangkasannya, adalah dorongan kuat bagi harga emas. Wajar jika pada Kamis (31/1) harga emas terus bergerak naik hingga mencapai $1.326,05, level tertinggi sejak minggu terakhir April 2018.

Angin segar dari perundingan dagang AS-China

AS dan China melakukan perundingan tingkat tinggi di Washington pada 30-31 Januari. Pertemuan tersebut bertujuan mencari jalan keluar dari perang dagang mereka yang berlangsung selama berbulan-bulan di tengah perbedaan yang persepsi yang mendalam tentang praktik Tiongkok atas kekayaan intelektual dan transfer teknologi.

Perundingan tersebut, sebuah tindak lanjut dari pertemuan 7-9 Januari di Beijing, tampaknya bergerak ke arah positif. Ini terlihat dari pernyataan Presiden AS Donald Trump pada akhir bulan lalu bahwa ia mungkin akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping lebih dari sekali karena mereka berusaha meraih kesepakatan demi mengakhiri perang dagang yang sekarang memasuki bulan ketujuh.

Dalam pidatonya di Oval Office saat perundingan dua hari antara Washington dan Beijing berakhir di ibukota AS, Trump juga mengatakan “mungkin” ia akan bertemu Xi pula setelah bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada bulan ini.

Saat bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He dan anggota delegasi perdagangan China lain yang berkunjung ke AS, Trump memuji kemajuan “luar biasa” dalam diskusi tersebut, yang bertujuan untuk mempersempit kesenjangan antara kedua negara saat tenggat 1 Maret untuk sebuah kesepakatan damai semakin dekat.

Liu, kepala de facto kebijakan ekonomi China, mengatakan kepada Trump bahwa negaranya sudah mulai membeli 5 juta ton kedelai AS per hari, sehingga Trump pun berkomentar, “Itu akan membuat para petani kami sangat bahagia.”

Brexit tetap dalam sorotan pasar

Selain isu tersebut, Brexit tetap menjadi elemen penting yang dapat memicu fluktuasi dan volatilitas mendadak terutama pada perdagangan pound sterling dan emas.

Inggris masih di situasi genting. Para diplomat terkait mengatakan kepada Bloomberg pada akhir bulan silam bahwa Uni Eropa (UE) bersiap untuk membawa isu Brexit ke arah bawah menjelang pertemuan puncak Inggris-UE. Kemungkinan besar UE tidak akan menyerah pada tuntutan Perdana Menteri Theresa May.

Meskipun PM May bersiap untuk kembali ke Brussels guna membuka kembali kesepakatan Brexit yang dia negosiasikan selama 18 bulan terakhir, UE menegaskan tidak berencana untuk memberikan konsesi sebelum dia kembali untuk pemungutan suara di Parlemen Inggris pada 14 Februari, demikian menurut para diplomat tersebut.

Para pejabat Eropa pun tetap berpegang teguh pada garis publik yang terkoordinasi dengan baik sehingga mereka tidak akan merundingkan ulang tentang kesepakatan Brexit, sebuah risiko besar yang dapat bermuara pada Brexit yang kacau.

Weidmann bikin euro terdesak

Masih di sesi terakhir Januari, euro mendapat tekanan dari para rivalnya setelah Jens Weidmann, presiden Bundesbank dan anggota Dewan Kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB), melukiskan prospek suram ekonomi Jerman, ekonomi terbesar di Eropa, dengan mengatakan bahwa kemerosotan ekonomi negara itu akan bertahan lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya.

Weidmann juga mengatakan zona euro kemungkinan akan menurunkan proyeksi inflasi tahun ini karena harga minyak yang lebih rendah dan ECB harus memeriksa penurunan ini, dan tidak membuang waktu yang tidak perlu dalam normalisasi kebijakan.

NFP dan ISM bantu dolar AS menangkal tekanan rivalnya

Dolar AS berhasil menangkis serangan rivalnya setelah data periode Januari yang diumumkan pada Jumat (1/2) menunjukkan jumlah terbesar penciptaan pekerjaan di AS dalam 11 bulan terakhir dan rebound pada data manufaktur AS.

Tetapi inflasi upah yang melemah seperti yang ditunjukkan dalam laporan nonfarm payrolls (NFP) AS, membuat pergerakan greenback tetap tertahan. NFP pun masih jauh dari sempurna dengan adanya revisi turun di bulan Desember.

Kombinasi seluruh angka tersebut dapat berarti tekanan inflasi berada pada tingkat moderat, sebab itu Federal Reserve akan “bersabar” sebelum memutuskan kenaikan suku bunga berikutnya.

Laporan Departemen Tenaga Kerja AS itu menunjukkan ekonomi negara tersebut menciptakan 304.000 pekerjaan, tertinggi dalam 11 bulan, jauh melebihi perkiraan para ekonom yaitu 165.000 pekerjaan.

Namun untuk tingkat pengangguran, tercatat naik ke puncak tujuh bulan sebesar 4 persen, sementara pendapatan rata-rata per jam naik hanya 0,1 persen pada Januari, setelah naik 0,4 persen pada Desember.

Hasil positif dolar AS secara keseluruhan juga diuntungkan dari kenaikan indeks manufaktur AS menjadi 56,6 pada Januari dari 54,3 pada bulan sebelumnya yang memberikan jaminan lebih lanjut bahwa pertumbuhan ekonomi AS tetap solid pada awal 2019.

Pada akhir sesi Jumat, data MetaTrader yang digunakan oleh tim analisis pasar keuangan Forexsignal88.com (FS88) menunjukkan indeks dolar AS berakhir naik tipis 0,016 persen pada akhir sesi Jumat, namun pada basis mingguan tercatat penurunan 0,14 persen.

Jurnal Mingguan Lainnya

April 14, 2019

3 Hal Yang Membuat USD Mulai Melemah dan Berpotensi Untuk Lanjut Pada Pekan Depan

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/04/2019 - Dolar AS terpaksa menyerah pada sesi perdagangan pekan lalu (8-12 April), setelah melalui sesi perdagangan yang relatif lebih kalem dari pekan-pekan sebelumnya. Pelemahan dolar AS terjadi sejak awal pekan lalu setelah…
April 07, 2019

Sekilas Forex: Non Farm Payroll Dongkrak USD Kearah Positif

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/04/2019 - Pergerakan harga di bursa forex dan emas pada pekan lalu (1-5 April) terlihat kurang bergairah. Bahkan satu rangkaian data bulanan ketenagakerjaan AS juga gagal menghidupkan pasar. Sepanjang pekan lalu, fluktuasi dan…
March 23, 2019

Pertumbuhan Ekonomi Lambat Berarti The FED Akan STOP Kenaikan Suku Bunga

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/03/2019 - Dinamika bursa forex dan emas cukup menarik pada pekan lalu (18-22 Maret). Mengawali perdagangan di pekan tersebut, dolar AS berada di bawah kendali para bears karena pada pekan sebelumnya, sederet data ekonomi AS…
March 30, 2019

Sikap Dovish ECB Membangkitkan Kembali Gairah Bagi USD

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 30/03/2019 - Pada akhir sesi Jumat (29/3), dolar AS berhasil membukukan triple-green: positif pada penutupan harian, mingguan, dan bulanan. Data MetaTrader yang digunakan tim analisis pasar keuangan ForexSignal88.com (FS88)…
March 16, 2019

Poundsterling Menggila Karena Brexit dan Voting Parlemen Inggris

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/03/2019 - Pound sterling tampil sebagai bintang pada sesi perdagangan forex pekan lalu (11-15 Maret), sementara harga emas hanya menambah sedikit pemulihannya pasca penyusutan hingga $1.280,70 pada pekan sebelumnya. Fokus utama…