ForexSignal88.com l Jakarta, 06/01/2019 - Tahun Baru tidak hanya semarak oleh riuhnya suara terompet dan pesta kembang api berwarna-warni. Hari-hari pertama di sesi perdagangan forex dan emas di tahun 2019 juga disemarakkan oleh flash crash, pergerakan cepat yang terjadi pada hari Kamis, menyusul pergerakan yang aktif pada sesi sebelumnya.

Pada pekan pertama Januari memang tidak ada isu baru yang menghiasi pasar keuangan global. Isu-isu lama masih membalut perdagangan forex dan emas seperti kekhawatiran pasar mengenai prospek pertumbuhan ekonomi global, hubungan dagang AS-China, belum terlihatnya kompromi antara pemerintah dan parlemen AS, prospek suran kenaikan suku bunga Federal Reserve dan Brexit.

Flash crash yang terjadi pada saat transisi dari sesi Amerika Utara ke Asia pada hari Kamis terjadi karena kuatnya aksi beli yen Jepang menerjang automatic stop-loss level pada trading platforms. Sejauh berita yang kami dapatkan, insiden itu bukan pula terjadi karena glitch atau rekayasa para big boys di pasar keuangan.

Kabar yang santer terdengar adalah ada jumlah masif posisi trading pada area stop-loss teknikal yang terpicu sehingga yen menguat drastis dan sangat cepat terhadap seluruh rivalnya, bukan hanya terhadap dolar AS.

Yen mendadak menguat tajam karena terpicunya stop-loss tersebut setelah tersiar kabar buruk dari bursa ekuitas karena Apple Inc. memangkas proyeksi pendapatannya seiring lesunya penjualan di China.

China adalah kekuatan ekonomi terbesar di dunia yang menjadi target utama perang dagang yang digelorakan oleh Presiden AS Donald Trump. Pukulan AS tersebut tampaknya membuat China terhuyung-huyung sehingga ekonomi lain di dunia pun mulai merasakan dampaknya.

Penurunan atau perlambatan pertumbuhan ekonomi dapat bertransformasi menjadi penurunan produksi sehingga para investor saham pun semakin gelisah dan segera berlarian menuju aset-aset safe haven terutama emas dan yen Jepang.

Karena itulah terhadap dolar AS mata uang Jepang terus bergerak menguat, menyeret pasangan USDJPY masuk ke dalam jalur menukik sejak konsolidasi kecil berakhir di sekitar pertengahan Desember.

Mungkin titik pelemahan dolar AS terhadap yen adalah saat pair ini jatuh ke ¥104,71 pada hari Kamis namun masih terlalu dini untuk mengatakan tren bearish USDJPY sudah berakhir.

Sedangkan emas, aset safe haven tertua, kembali menunjukkan tajinya, bergerak naik hingga ke $1.298,35 pada hari Jumat walaupun pada hari yang sama segera berbalik turun dan berakhir negatif di $1.284,75. Pergerakan turun harga emas tersebut relatif wajar karena hari itu harga logam kuning sangat dekat dengan level psikologis $1.300,00.

Pembalikan harga emas dan yen juga dipicu oleh membaiknya data ketenagakerjaan AS dengan nonfarm payrolls dilaporkan melonjak tajam dari 176.000 ke 312.000, jauh melebihi ekspektasi pasar. Upah per jam rata-rata para pekerja di AS juga naik dari 0,3 persen ke 0,4 persen namun tingkat pengangguran naik dari 3,7 persen ke 3,9 persen.

Dolar AS sempat membalas rivalnya namun pidato Powell yang cenderung dovish di sesi terakhir pekan lalu menjadi beban tambahan sehingga di pekan tersebut mata uang AS terpaksa berakhir negatif dengan indeks dolar AS pun ditutup di 96,20, penutupan mingguan negatif ketiga secara berurutan dan semakin jauh dari zona resistance krusial 97,71. 

EURUSD

FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NETRAL 

O : 1.1437     H : 1.1497      L : 1.1308      C : 1.1403

PERGERAKAN SEPEKAN 01/01 – 04/01 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 189 PIP

Secara Fundamental, Inflasi zona euro melambat menjadi 1,6% secara tahunan di Desember, menurut pembacaan awal dari lembaga statistik Uni Eropa (UE) Eurostat, Jumat (4/1/2019). Penurunan inflasi itu sebagian besar diakibatkan oleh turunnya item energi. Penurunan harga minyak telah membantu membatasi kenaikan harga energi yang harus dibayar konsumen menjadi rata-rata hanya 5,5% dari 9,1% di November. Secara umum, inflasi di 19 negara anggota UE tercatat 1,9% di November.

Para analis memperkirakan inflasi hanya akan turun tipis menjadi 1,8% di Desember, dilansir dari AFP. Bank sentral Eropa, European Central Bank (ECB), menargetkan inflasi di level sedikiti di bawah 2% dan pembacaan terakhir itu menempatkan ECB "dalam situasi canggung terkait rencana kenaikan suku bunga pertama mereka," kata ekonom ING Bert Colijn.

Inflasi inti Eropa stabil di level 1% di Desember, menurut data Eurostat. ECB telah menahan suku bunga acuannya di dekat 0% selama beberapa tahun terakhir dan para analis sedang menantikan sinyal-sinyal apakah bank sentral akan menaikkan suku bunganya tahun ini.

"Namun dengan inflasi yang semakin menjauhi target dan perekonomian yang melambat, pertanyannya adalah apakah ECB akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga," kata Colijn. Bank sentral bersiap menghadapi tahun ketidakpastian, ujarnya.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. ECB Monetary Policy Meeting Accounts Kamis 10/01/19 Pk 19:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai rebound intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.1446, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1488 – 1.1530 – 1.1571. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.1339, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.1302 – 1.1264 – 1.1224.

 

GBPUSD

 FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  POSITIF CENDERUNG NETRAL

O : 1.2698     H : 1.2815      L : 1.2436      C : 1.2739

PERGERAKAN SEPEKAN 01/01 – 04/01 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 379 PIP

Secara Fundamental,  PMI Manufaktur Inggris versi Markit/CIPS naik ke level 54.2 pada bulan Desember 2018, melebihi ekspektasi kenaikan ke angka 52.5. Level tersebut lebih tinggi daripada perolehan di bulan November, yang direvisi naik dari 53.1 ke 53.6, serta menjadi yang tertinggi sejak Juni 2018. Kontributor kenaikan terbesar berasal dari Pesanan Baru (New Orders) yang mencapai level tertinggi sepuluh bulan, dan stok barang-barang jadi yang meningkat ke kevel tertinggi kedua sepanjang sejarah.

Hal ini terjadi sehubungan dengan persiapan yang sedang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan Inggris untuk menghadapi Brexit pada bulan Maret mendatang. Lembaga CIPS juga melaporkan bahwa PMI Konstruksi Inggris untuk bulan Desember menurun dari 53.4 menjadi 52.8, lebih buruk dibandingkan perkiraan awal yang dipatok pada angka 52.9. Sedangkan secara makro, PM Theresa May sedang dalam proses untuk menyelesaikan draft kesepakatan Brexit, sebelum dibawa ke Parlemen untuk di-voting. Ekspektasinya, voting parlemen dapat diselenggarakan di akhir bulan Januari 2019 ini.  

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. BOE Gov Carney Speaks Rabu 09/01/19 Pk 22:30 WIB
  2. GDP Jumat 11/01/19 Pk 16:30 WIB
  3. Manufacturing Production Jumat 11/01/19 Pk 16:30 WIB

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai rebound intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.1339, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1302 – 1.1264 – 1.1224. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.1446, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.1488 – 1.1530 – 1.1571.

AUDUSD

 FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  POSITIF CENDERUNG NETRAL

O : 0.7042     H : 0.7123      L : 0.6763      C : 0.7114

PERGERAKAN SEPEKAN 01/01 – 04/01 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 360 PIP

Secara Fundamental, Pasangan mata uang AUDUSD sempat terperosok ke level terendahnya dalam satu dekade terakhir di kisaran 0.6725 pada perdagangan pekan kemarin, tetapi berhasil mencatat kenaikan intraday satu persen lebih dan ditutup secara mingguan di harga 0.7042 pada Sabtu 05/01 dinihari.

Pergerakan Dolar Australia ini tak dipengaruhi oleh kabar dari dalam negeri Kanguru, melainkan dikarenakan berbagai ketidakpastian yang mengguncang pasar finansial global. Pada sesi Asia hari Kamis, AUD/USD anjlok karena terimbas oleh “flash crash” yang terjadi pada pasangan mata uang USD/JPY. Namun, tanpa dukungan faktor fundamental, efek domino tersebut mulai memudar saat memasuki sesi New York, sehingga memungkinkan Dolar Australia untuk rebound

Penguatan Aussie pada sesi akhir pekan semakin kokoh, karena buruknya data ekonomi AS dan beredarnya pesan dovish seorang pejabat bank sentral AS. Pendapat dovish dari Presiden Fed wilayah Dallas, Robert Kaplan, makin menjerumuskan Greenback dan memperkuat posisi mata uang utama lain, termasuk Dolar Australia.

Pasalnya, dalam wawancara yang tayang beberapa jam setelah rilis data ISM Manufaktur itu, Kaplan menghimbau agar bank sentral AS menunda kenaikan suku bunga selama beberapa kuartal ke depan, guna memantau perkembangan mengenai berbagai ketidakpastian pertumbuhan global dan efek kenaikan suku bunga yang telah dilakukan.

Sementara itu, pemerintah China telah mengonfirmasi bahwa mereka akan menggelar diskusi dengan delegasi tingkat wakil menteri dari AS di Beijing pada tanggal 7-8 Januari mendatang. Diskusi akan dibagi dalam beberapa kelompok untuk membahas kekayaan intelektual, kebijakan non-tarif, serta pembelian industri dan agrikultur.

Berita ini memberikan harapan positif bagi pelaku pasar yang mengharapkan segera berakhirnya konflik perdagangan AS-China, sehingga turut mendongkrak Aussie yang perekonomiannya terkait erat dengan negeri Tirai Bambu.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. Trade Balance Selasa 08/01/19 Pk 07:30 WIB
  2. Building Approvals Rabu 09/01/19 Pk 07:30 WIB
  3. Retails Sales Jumat 11/01/19 Pk 07:30 WIB

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai rebound intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 0.7015, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.6966 – 0.6918 – 0.6869. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 0.7143, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 0.7193 – 0.7247 – 0.7300.

 

XAUUSD

FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : POSITIF CENDERUNG NETRAL

O : 1279.60   H : 1298.35   L : 1276.45    C : 1284.75

PERGERAKAN SEPEKAN 01/01 – 04/01 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : $21.9 atau 219 PIP

Secara Fundamental, Harga emas dunia turun dari posisi puncak dalam lebih dari enam bulan pada awal sesi perdagangan. Penyebabnya laporan data pekerjaan AS yang kuat meredakan beberapa kekhawatiran tentang ekonomi dunia yang sedang sakit. Sementara harga paladium menembus level kunci USD 1.300 untuk pertama kalinya.

Melansir halaman Reuters, Sabtu (5/1/2019), harga emas di pasar spot tergelincir 0,8 persen menjadi USD 1.283,86 per ounce, setelah turun menjadi USD 1,276.40. Namun harga logam mulia berada di jalur kenaikan mingguan ketiga berturut-turut, sekitar 0,2 persen. Harga emas sempat menyentuh level tertinggi sejak pertengahan Juni di USD 1.298,42 pada hari sebelumnya.

Sementara harga emas berjangka AS turun 0,7 persen ke posisi USD 1.285,80 per ounce, setelah secara singkat melampaui level psikologis USD 1.300 per ounce di awal sesi. "Komoditas, industri dan mata uang telah pulih, karena itu logam mulia yang telah menjadi pilihan aman seperti emas, perak telah kembali berubah pada hari ini," kata David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures.

Harga, kata dia juga dipengaruhi keluarnya data penggajian yang lebih kuat dari perkiraan."Data menunjukkan bahwa pengusaha AS mempekerjakan sebagian besar pekerja dalam 10 bulan pada bulan Desember, menunjukkan kekuatan berkelanjutan dalam ekonomi yang dapat menenangkan kekhawatiran perlambatan tajam dalam pertumbuhan," tambahnya.

"Laporan pekerjaan AS hari ini melempar lebih banyak ketidakpastian ke arah kebijakan moneter Federal Reserve, yang telah dianggap suram," tulis Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, dalam sebuah catatan. Gubernur The Fed Jerome Powell pada hari Jumat akhirnya berbicara untuk meredakan kekhawatiran pasar keuangan tentang perlambatan ekonomi AS. Dia mengatakan bahwa bank sentral akan peka terhadap risiko penurunan yang dipatok pasar.

Pernyataan Powell mengirim investor ke aset berisiko seperti saham, yang menguat di tengah harapan pembicaraan perdagangan mendatang antara Amerika Serikat dan China. Kondisi ini pun semakin menekan emas. "Powell mengatakan dia terbuka untuk perubahan pandangan potensial tetapi selama data tetap kuat di AS, kami akan terus memproyeksikan kenaikan suku bunga di AS oleh bank sentral, "kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Efek.

Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga, karena hal ini meningkatkan biaya peluang bagi pemegang non-yield bullion. Di tempat lain, harga paladium naik hampir 2 persen menjadi USD 1.288,49 per ounce, setelah mencapai rekor tertinggi USD 1.310 sebelumnya.

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai rebound intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1274.45, kemungkinan harga akan kembali ke level 1265.55 – 1257.65 – 1248.75. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1299.20, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1308.10 – 1316.00 – 1324.45.

   

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: Pinterest

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

July 13, 2019

HOT TOPIC: Jika Suku Bunga The Fed Dipangkas, Apa Dampak Negatif dan Positif Bagi Keuangan Kamu?

in Jurnal Mingguan by Super User
Forexsignal88.Com - Kabar bahwa The Fed akan semakin terdesak dan akhirnya memangkas tingkat suku bunga semakin merebak. Betapa tidak, setelah rapat FOMC terakhir ketika The Fed memutuskan untuk tidak memangkas suku bunga, Presiden Trump menyerang the Fed…
July 06, 2019

Sekilas Forex: Presiden Trump Kembali Menyerang The Fed Karena Gagal Menaikan Suku Bunga Fed Rate

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 06/07/2019 - Non Farm Payroll pada Jumat kemarin dilaporkan meningkat sebesar 224.000 setelah ekpektasi awal pasar hanya sebesar 160.000. Selisih 72.000 ini adalah selisih yang besar dan Presiden Trump sendiri mengakui bahwa ini…
June 30, 2019

HOT NEWS: Usai Bertemu Presiden Cina, Trump Mengatakan Bahwa Ini Adalah Pertemuan Yang Sangat Baik Dengan Cina. Apa Artinya?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 30/06/2019 - Usai bertemu Presiden Cina Xi Jinping, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa pertemuan yang baru saja berlangsung pada hari Sabtu pagi merupakan pertemuan yang sangat, sangat baik. Jika melihat dari perang dagang…
June 22, 2019

Sekilas Forex: Virus Demam BULLISH GOLD Mulai Tersebar di Kalangan Investor Seiring Naiknya Harga Emas Melewati Level Tertinggi 6 Tahun

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/06/2019 - Kabar yang menarik datang dari investasi emas dimana harga spot XAU/USD kembali berkilau dengan gerakan meroket naik menembus level $1400.00 yang merupakan level tertinggi 6 tahun lalu. Bagi seorang investor, yang…
May 25, 2019

Fluktuasi Pasar Mata Uang Meningkat. Mulai Dari Pound Yang Terseret Drama Theresa May dan BREXIT Sampai Ke USD Yang Masih Dipengaruhi Sentimen Sengketa Dengan Cina

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 25/05/2019 - Fluktuasi besar pada hampir seluruh pasar keuangan terjadi di sepanjang sesi perdagangan pekan lalu (20-24 Mei). Bursa forex, komoditas, saham, bahkan obligasi menggeliat di pertengahan pekan lalu. Pada bursa forex,…