ForexSignal88.com l Jakarta, 14/04/2019 - Dolar AS terpaksa menyerah pada sesi perdagangan pekan lalu (8-12 April), setelah melalui sesi perdagangan yang relatif lebih kalem dari pekan-pekan sebelumnya.

Pelemahan dolar AS terjadi sejak awal pekan lalu setelah pasar mencerna data ketenagakerjaan di sesi terakhir pekan sebelumnya. Greenback sempat naik tipis saat itu setelah laporan pekerjaan bulan Maret menunjukkan penambahan pekerjaan AS lebih baik dari yang diperkirakan para ekonom sementara tekanan upah teredam.

1.  Data Ketenagakerjaan Melambat

Nonfarm payrolls AS menunjukkan penambahan 196.000 pekerjaan pada bulan lalu. Sedangkan data bulan Februari direvisi tipis sehingga menunjukkan ada penambahan pembayaran gaji untuk 33.000 pekerjaan, bukan 20.000 seperti yang dilaporkan sebelumnya. Peningkatan jumlah pekerjaan pada Februari adalah yang terkecil sejak September 2017.

Tingkat upah juga melambat pada bulan Maret dan lebih banyak orang keluar dari angkatan kerja. Penghasilan rata-rata per jam meningkat empat sen, atau 0,1% pada Maret setelah melonjak 0,4% pada Februari.

Laporan itu cukup beragam, tajuk utamanya sedikit lebih baik dari yang diharapkan, Februari direvisi naik sedikit, tetapi jelas penghasilan rata-rata per jam adalah kekecewaan besar bagi pasar, alhasil dolar AS mulai tertekan.

2.  Data AS dan Potensi Perang Dagang AS-UE Menekan Greenback

Di hari berikutnya, selain tekanan dari mata uang komoditas, dolar AS terbebani oleh data yang menunjukkan pesanan barang tahan lama AS menurun pada bulan Februari.

Faktor lain adalah rebound euro yang terbantu aksi para investor menambah posisi beli untuk mengantisipasi pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB).

Dolar AS juga tertekan oleh kenaikan yen di tengah meningkatnya permintaan safe haven yang dipicu oleh meningkatnya ketegangan perdagangan AS-Uni Eropa dan pembaruan pandangan Dana Moneter Internasional (IMF) tentang pertumbuhan global yang dinilai bearish.

Perselisihan mengenai subsidi pemerintah yang diberikan kepada Boeing dan rival Eropanya, Airbus, telah diikat dalam ligasi sejak 2004, tetapi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada Mei 2018 memutuskan bahwa subsidi Eropa untuk Airbus adalah ilegal.

AS mengatakan bisa mengenakan tarif barang-barang Uni Eropa senilai $11 miliar. Sebagai tanggapan, Uni Eropa mengatakan siap untuk meluncurkan tindakan balasan.

Permintaan safe haven juga didorong lebih lanjut oleh kekhawatiran pertumbuhan global setelah IMF memangkas prospek pertumbuhan AS tahun 2019 menjadi 2,3% dari 2,5% pada Januari dan memangkas prospek pertumbuhan global 2019 ke level terendah sejak krisis keuangan.

Melemahnya greenback saat itu membantu euro memulihkan diri dari kerugian sebelumnya setelah keputusan ECB yang tidak berubah tentang suku bunga, serta komentar ekonomi yang muram dari Presiden ECB Mario Draghi.

Selanjutnya dolar AS sempat menguat pada sesi perdagangan Kamis karena inflasi grosir (PPI) yang lebih kuat dari perkiraan dan data klaim pengangguran yang membaik membantu meredakan kekhawatiran para investor tentang penurunan suku bunga Federal Reserve.

Indeks harga produsen inti untuk permintaan akhir meningkat 0,3% bulan lalu, di atas perkiraan para ekonom untuk kenaikan 0,2%. Dalam 12 bulan hingga Maret, PPI inti naik 2,4%.

Dilaporkan pula klaim pengangguran awal turun 8.000 menjadi 196.000 yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 7 April, mematahkan ekspektasi untuk kenaikan jumlah klaim tersebut.

Data klaim pengangguran tersebut menambah bukti bahwa tren pertumbuhan lapangan kerja AS belum melambat secara signifikan.

3.  Sentimen Konsumen AS Memburuk, Dolar AS Terpaksa Berakhir Negatif

Pada sesi terakhir pekan lalu, dolar AS bergerak mundur, mengakhiri penguatan beruntun selama tiga minggu terakhir karena data sentimen konsumen yang suram tidak dapat membantu greenback mengimbangi kerugiannya terhadap euro dan sterling.

Indeks sentimen konsumen Universitas Michigan jatuh ke 96,9, jauh di bawah ekspektasi yaitu 98,1, setelah dua bulan berturut-turut mengalami kenaikan di atas ekspektasi.

Penurunan tajam indeks tersebut tidak mungkin untuk mendorong Federal Reserve mengalihkan sikapnya dari pendekatan “menunggu dan melihat” pada kebijakan moneternya.

Data MetaTrader yang digunakan tim analisis pasar keuangan ForexSignal88.com (FS88) menunjukkan indeks dolar AS, pengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, menutup sesi perdagangan Jumat di 96,545 atau lebih rendah 0,263% dari penutupan sesi Kamis.

Sedangkan pada kerangka waktu mingguan, indeks dolar AS, akrab pula disebut Dixie atau DXY, menutup perdagangan pekan lalu dengan catatan negatif 0,45%.


Jurnal Mingguan Lainnya

June 22, 2019

Sekilas Forex: Virus Demam BULLISH GOLD Mulai Tersebar di Kalangan Investor Seiring Naiknya Harga Emas Melewati Level Tertinggi 6 Tahun

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/06/2019 - Kabar yang menarik datang dari investasi emas dimana harga spot XAU/USD kembali berkilau dengan gerakan meroket naik menembus level $1400.00 yang merupakan level tertinggi 6 tahun lalu. Bagi seorang investor, yang…
May 25, 2019

Fluktuasi Pasar Mata Uang Meningkat. Mulai Dari Pound Yang Terseret Drama Theresa May dan BREXIT Sampai Ke USD Yang Masih Dipengaruhi Sentimen Sengketa Dengan Cina

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 25/05/2019 - Fluktuasi besar pada hampir seluruh pasar keuangan terjadi di sepanjang sesi perdagangan pekan lalu (20-24 Mei). Bursa forex, komoditas, saham, bahkan obligasi menggeliat di pertengahan pekan lalu. Pada bursa forex,…
May 19, 2019

Amerika Serikat dan Cina Saling Mengancam Akan Menaikan Tarif Dagang Terhadap Barang Dari Masing-Masing Negara. USD Sementara Masih Dipandang Sebagai Safe Haven, Ikuti Terus Perkembangannya

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/05/2019 - Sengketa perdagangan dua raksasa ekonomi dunia masih menjadi penggerak utama perdagangan forex dan emas sepanjang pekan lalu. Eskalasi terbaru dalam perang perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China terlihat…
May 12, 2019

Kesepakatan Dagang Cina dan Amerika Serikat Terancam Gagal Ketika Tarif Barang Cina Akan Dinaikan dan Cina Disebut Melanggar Kesepakatan. Ini Sebuah Kemunduran Dan Ketidakpastian Bagi Investor

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 12/05/2019 - Drama perang perdagangan Amerika Serikat (AS) versus China menjadi tajuk utama yang menyita perhatian para pelaku perdagangan forex dan emas di sepanjang pekan lalu (6-10 Mei). Ketegangan perdagangan antara dua…
April 28, 2019

Prospek Suram Ekonomi Eropa Bantu Dolar AS di Jalur Positif

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 28/04/2019 - Kesehatan ekonomi AS dan negara-negara besar lainnya, prospek suku bunga di antara bank-bank sentral utama, dan prospek masa depan pertumbuhan ekonomi global menjadi topik utama pada perdagangan forex dan emas di…