ForexSignal88.com l Jakarta, 06/08/2018 - Sejak awal bulan Agustus dolar AS kembali menunjukkan tajinya, menekan hampir seluruh rivalnya, terdorong oleh dua faktor fundamental utama yaitu suku bunga dan sengketa perdagangan antara dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

Pada pekan lalu (30 Juli-3 Agustus) dolar AS memulai perdagangan dengan ritme bearish karena pada penghujung pekan sebelumnya laju penguatan mata uang tersebut tersendat setelah data PDB AS mengungkapkan ekonomi AS tumbuh sebesar 4,1% kuartal ke kuartal secara tahunan, yang merupakan angka terkuat dalam hampir empat tahun. Namun, saat itu pasar mengharapkan kenaikannya adalah 4,3%, sehingga greenback pun bergerak lebih rendah.

Selanjutnya dolar AS berhasil membalikkan keadaan pada hari Selasa, mengabaikan data ekonomi AS yang tidak seluruhnya positif namun menunjukkan tingkat inflasi AS tetap dekat dengan target Federal Reserve menjelang dimulainya rapat kebijakan bank sentral tersebut yang berlangsung selama dua hari.

Pengukuran inflasi yang disukai oleh The Fed yaitu indeks pengeluaran konsumsi pribadi (personal consumption expenditure/PCE) yang tidak termasuk harga makanan dan energi, naik 0,1%, pada bulan Juni sejalan dengan perkiraan para ekonom, tetapi naik 1,9% dalam 12 bulan sampai dengan Juni, lebih rendah dari perkiraan para ekonom.

Lambatnya laju inflasi tersebut tidak banyak mengubah ekspektasi para investor terhadap kenaikan suku bunga The Fed, meskipun sebagian analis melihat The Fed mungkin harus mempertimbangkan pengekangan kenaikan suku bunga jika tekanan terhadap inflasi terus muncul.

Harapan para investor tersebut terkabulkan setelah di akhir rapat kebijakannya pada hari Rabu (1/8) bank sentral AS tidak mengubah tingkat suku bunga acuannya (fed funds rate) tetapi memandang ekonomi AS tetap kuat dan menjaga langkahnya di jalur untuk meningkatkan biaya pinjaman (suku bunga) pada bulan September.

Dolar AS dan pasar keuangan yang lebih luas pada awalnya hanya sedikit berubah setelah pengumuman The Fed tersebut, yang tidak banyak mengubah pandangan untuk dua atau lebih kenaikan suku bunga AS pada tahun ini yang mendukung greenback dan, kemungkinan, ada kenaikan kuartalan pada tahun 2019.

The Fed mengatakan pertumbuhan ekonomi AS telah meningkat kuat dan pasar tenaga kerja terus menguat sementara inflasi tetap di dekat target 2% bank sentral tersebut sejak pertemuan kebijakan terakhir pada bulan Juni ketika bank tersebut menaikkan suku bunganya menjadi 2,0%.

Selain itu, belum meredanya konflik dagang antara AS melawan China juga masih mendukung permintaan para investor global terhadap dolar AS karena bagaimanapun juga dalam situasi seperti ini para investor melihat mata uang AS tetap menjadi tempat yang lebih aman ketimbang menyimpan dananya pada instrumen lain meskipun banyak analis melihat dampak positif tersebut hanya bagus bagi greenback untuk jangka pendek.

Perang dagang pun berkembang menjadi perang mata uang. Laju penguatan dolar AS tiba-tiba mendapat hambatan pada hari Jumat (3/8) setelah yuan mendadak meroket dan dolar AS mengalami pukulan setelah bank sentral China menaikkan persyaratan cadangan untuk valuta asing dan mengatakan akan berusaha untuk menjaga mata uangnya yang pada dasarnya stabil.

Yuan China telah merosot ke terendah 14 bulan pada awal pekan lalu karena para investor menjual mata uang tersebut dan bergegas menuju dolar AS karena kekhawatiran konflik perdagangan antara Washington dan Beijing akan merusak ekonomi China.

Pukulan terhadap greenback sempat bertambah setelah data pada hari Jumat menunjukkan pertumbuhan pekerjaan AS melambat lebih dari yang diperkirakan pada bulan Juli kemungkinan karena perusahaan-perusahaan AS harus bergulat untuk menemukan para pekerja yang memenuhi syarat. Tingkat pengangguran AS menurun pada periode yang sama, yang menunjukkan pengetatan kondisi pasar tenaga kerja di negara tersebut.

Nonfarm payrolls AS mencatatkan peningkatan sebesar 157.0000 pekerjaan pada bulan lalu. Perekonomian AS menciptakan 59.000 pekerjaan lebih banyak pada bulan Mei dan Juni daripada yang dilaporkan sebelumnya. Namun perekonomian AS perlu menciptakan sekitar 120.000 pekerjaan per bulan untuk mengikuti pertumbuhan dalam populasi usia kerja.

Bagaimanapun juga, pada penutupan pekan lalu terbukti dominasi greenback belum tergoyahkan. Bahkan yen dan emas hanya sedikit menguat di sesi tersebut meskipun terjadi peningkatan permintaan pasar terhadap instrumen safe haven.

Untuk pekan depan (6-10 Agustus) ada beberapa agenda atau data penting yang akan diperhatikan para pedagang forex dan emas, diantaranya pengumuman kebijakan moneter bank sentral Australia dan Selandia Baru, indeks Halifax HPI dari Inggris, inflasi konsumen China, inflasi produsen dan konsumen AS, PDB Jepang dan Inggris serta data manufaktur dan neraca perdagangan Inggris. 

EURUSD

FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1.1657     H : 1.1746      L : 1.1560      C : 1.1573

PERGERAKAN SEPEKAN 30/07 – 03/08 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 186 PIP

Secara Fundamental, Pada sesi perdagangan sepekan kemarin Eurostat merilis Flash GDP kawasan Euro, dengan hasil naik 0.3 persen quarter-on-quarter pada kuartal kedua tahun ini. Padahal sebelumnya, GDP Zona Euro tumbuh 0.4 persen. Sementara itu, dalam basis year-on-year, pertumbuhan ekonomi Zona Euro turun dari 2.5 persen ke 2.1 persen.

"Ketidakpastian tampaknya telah menyebabkan dampak yang signifikan terhadap ekonomi Zona Euro di kuartal kedua," kata Bert Colijn, ekonom ING, menanggapi data GDP Zona Euro. "Meskipun dampak pertumbuhan ekspor riil masih cukup kecil dalam kuartal kedua, faktor confindence masih lebih penting."

Colijn melanjutkan, dengan menurunnya kepercayaan para pengusaha dan konsumen, permintaan domestik juga akan melemah. Dalam sebuah perekonomian dengan kondisi kredit yang masih cukup diminati seperti Zona Euro, menyusutnya kepercayaan akan menjadi faktor yang menekan investasi.

Di minggu kemarin, data Flash inflasi (CPI) Zona Euro juga dirilis secara terpisah oleh Eurostat. Tercatat ada kenaikan inflasi sebanyak 2.1 persen selama bulan Juli, naik dari sebelumnya yang 2 persen. Sedangkan data Inflasi Inti (Core Inflation), naik dari 0.9 persen di bulan Juni, ke 1.1 persen di bulan Juli. Angka bulan Juli ini pun lebih tinggi daripada konsensus yang memperkirakan kenaikan 1 persen.

Namun menurut Jennifer McKeown, ekonom Capital Economics, peningkatan inflasi tersebut tidak terjamin akan berkelanjutan. Faktor penyebabnya adalah kenaikan harga energi dan sejumlah hari libur.

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.1652, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1705 – 1.1758 – 1.1808. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.1549, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.1499 – 1.1446 – 1.1396.

GBPUSD

 FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL 

O : 1.3120     H : 1.3173      L : 1.2976      C : 1.3004

PERGERAKAN SEPEKAN 30/07 – 03/08 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 197 PIP

Secara Fundamental, Selepas rapat kebijakan di bulan Agustus 2018, BOE menaikkan suku bunga acuan di level tertinggi sejak tahun 2009. Ini merupakan langkah besar terakhir yang mereka upayakan sebelum Inggris resmi angkat kaki dari Uni Eropa.

Carney berargumentasi bahwa perlambatan pertumbuhan Inggris di kuartal pertama lalu hanya karena masalah cuaca. Ia mengatakan bahwa akan menjadi sebuah kekeliruan apabila bank sentral terlalu memusingkan sesuatu yang belum jelas terjadi dan sangat sulit diestimasi. Dalam hal ini, Carney menyinggung perkembangan Brexit.

"Seiring dengan meningkatnya inflasi dalam negeri dan bertambahnya prospek permintaan, maka pengetatan kebijakan moneter sesuai untuk kondisi saat ini," ungkap Carney kepada media. "Bank sentral sudah siap untuk menghadapi kondisi apapun, termasuk potensi jangka panjang dan luas yang diakibatkan oleh Brexit," ujarnya.

Gubernur Mark Carney menyingkirkan kekhawatiran terkait Brexit, dan mengatakan bahwa tekanan inflasi perlu dikendalikan dengan kenaikan suku bunga. Namun, ia juga mengatakan bahwa BoE belum melihat adanya kebutuhan untuk mengakselerasi laju kenaikan suku bunga lagi setelah ini.

Menanggapi kritik tentang risiko menaikkan suku bunga di tengah peluang kegagalan negosiasi Brexit, Carney menegaskan bahwa setiap kebijakan moneter memang memiliki konsekuensi. Begitupun dengan dampak perang dagang global, Carney mengatakan bahwa pihaknya memandang jika sinyal tentatif dalam kebijakan proteksi perdagangan akan memiliki dampak buruk.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. Halifax HPI                         Rabu 08/08/2018 14:30 WIB
  2. GDP Jumat 10/08/2018 15:30 WIB
  3. Manufacturing Production Jumat 10/08/2018 15:30 WIB
  4. Prelim GDP Jumat 10/08/2018 15:30 WIB
  5. Goods Trade Balance Jumat 10/08/2018 15:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.3191, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.3273 – 1.3359 – 1.3440. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.2959, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.2884 – 1.2809 – 1.2737.

 

AUDUSD

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NETRAL 

O : 0.7398     H : 0.7438      L : 0.7345      C : 0.7398

PERGERAKAN SEPEKAN 30/07 – 03/08 : DOJI

RANGE SEPEKAN : 93 PIP

Secara Fundamental, Terlepas dari euforia mata uang AS yang memang menguat selama sepekan perdagangan kemarin. Mata uang Aussie juga melemah karena terkerek oleh rilis data ekonomi China yang merupakan negara tujuan utama ekspor komoditas Austarlia menunjukkan perlambatan. Data PMI Caixin sektor Manufaktur China bulan Juli menunjukkan angka yang di bawah estimasi para ekonom, hanya 50.8 berbanding perkiraan 50.9 dan bulan Juni di 51.

Untuk diketahui, pelaku pasar lebih mempercayai data yang dikeluarkan Caixin karena survei dilakukan lembaga non pemerintah dan melakukan survei usaha kecil menengah di luar badan usaha milik negara. Hal ini berbeda dengan PMI Manufaktur yang dikeluarkan badan statistik negara sehari sebelumnya yang melakukan survei hanya pada perusahaan-perusahaan besar.

Di sisi lain indeks harga komoditas Australia bulan Juli mengalami kenaikan 7.6% dari Juli tahun lalu, lebih rendah dari kenaikan di Juni yang mencapai 9,8%. Indeks harga komoditas Australia menjadi indikator neraca perdagangan negeri Kangguru ini karena pendapatan negara dari komoditas lebih dari setengah total ekspor Australia.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. Cash Rate                                     Selasa 07/08/2018 11:30 WIB
  2. RBA Rate Statement Selasa 07/08/2018 11:30 WIB
  3. RBA Monetary Policy Statement Jumat 10/08/2018 08:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 0.7447, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7488 – 0.7527 – 0.7567. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 0.7341, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 0.7302 – 0.7260 – 0.7219.

 

XAUUSD

 FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1222.95   H : 1228.35   L : 1204.25    C : 1213.40

PERGERAKAN SEPEKAN 30/07 – 03/08 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : $24,1 atau 241 PIP

Secara Fundamental, Harga emas akhirnya ditutup naik di sesi perdagangan Amerika Jumat (03/Agustus), dari level rendah 17-bulannya setelah data-data ekonomi AS Non Farm Payroll (NFP) AS yang turun jauh di bawah ekspektasi membuat Dolar AS melemah dan emas mengambil kesempatan untuk naik harga. Selain itu, bank sentral China yang menaikkan mata uangnya juga disambut baik oleh trader emas.

NFP dilaporkan meningkat 157,000 saja di bulan Juli, lebih rendah dibandingkan dengan konsensus yang memprediksi kenaikan 192,000. Sedangkan, PMI Non-Manufaktur AS jatuh ke 55.7 di bulan Juli, dari sebelumnya di 59.1, dan lebih rendah dibandingkan dengan ekspektasi analis di 58.6.

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1229.05, kemungkinan harga akan kembali ke level 1235.75 – 1242.50 – 1248.80. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1203.40, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1196.80 – 1190.20 – 1183.65.

  

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: RD.Com

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

December 15, 2018

Sekilas Forex: USD Menyerang Balik dan Bullish Terhadap Mata Uang Dunia

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/12/2018 - Dolar AS belum tertandingi walaupun sempat terpukul di pertengahan pekan lalu (10-14 Desember). Dinamika di bursa forex dan emas pada pekan lalu masih didominasi oleh kabar di seputar politik Inggris dan Eropa namun…
December 08, 2018

Sekilas Forex: NFP Bebani USD Menjelang Pengumuman Suku Bunga

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 09/12/2018 - Aset safe havens, selain dolar AS, merajai perdagangan forex dan emas di pekan lalu (3-7 Desember). Pelemahan dolar AS dimulai pada awal pekan lalu setelah muncul hasil negosiasi Presiden AS Donald Trump dan Presiden…
December 01, 2018

Sekilas Forex: Dari Perang Dagang Sampai Suku Bunga, Kemana USD Akan Bergerak Pada Pekan Depan?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 02/12/2018 - Pada pekan terakhir November (26-30 November), tidak seperti di dua pekan sebelumnya, kabar Brexit kurang menghiasi aktivitas di bursa forex dan emas walaupun pada awal pekan tersebut sempat muncul kabar berupa…
November 17, 2018

BREXIT ALERT: Ancaman BREXIT Membuat Investor Kabur dari POUND

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/11/2018 - Di Indonesia masyarakat mengenal istilah “tahun politik” untuk mendefinisikan suatu masa yang dipenuhi berbagai aksi dan berita berbau politis. Mengadopsi istilah serupa, tidak ada salahnya jika sesi perdagangan pekan…
November 24, 2018

Sekilas Forex: USD Menolak Turun. Pekan Depan USD Berpotensi Untuk Naik Kembali

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/11/2018 - Mengawali sesi perdagangan pekan lalu (19-23 November) dolar AS masih menunjukkan pelemahan setelah di pekan sebelumnya dua pejabat berpengaruh Federal Reserve mengisyaratkan potensi kemunduran pertumbuhan ekonomi…