ForexSignal88.com l Jakarta, 24/03/2018Tidak ada yang lebih penting dari penerapan tarif AS pada impor produk-produk China dan tindakan pembalasan yang dilakukan China. Dua raksasa ekonomi dunia tersebut secara resmi bertikai dalam sebuah perang dagang dan mereka memiliki kekuatan untuk menimbulkan kerusakan serius pada ekonomi lawannya.

Tidak ada yang menang dalam sebuah perang dagang tetapi pertaruhan berbahaya dari Presiden AS Donald Trump membuat dolar AS menjadi mata uang yang paling tidak menarik di mata para investor global. Greenback terus dijual pada minggu lalu karena para investor bergegas keluar dari aset-aset AS.

Meskipun tekanan jual mereda pada hari Jumat karena China hanya menanggapi dengan tarif $3 miliar dalam dua tahap, tergantung pada negosiasi dengan Washington, melawan $60 miliar yang diincar oleh Trump, kemungkinan besar Trump tidak akan mundur dan China akan merespon serangan Trump dengan berbagai jurus kung fu yang lebih dahsyat.

Dalam perang perdagangan, mata uang tertentu akan mengungguli yang lain tergantung di mana titik terberat ketegangan berada. Dalam kasus ini, AS adalah pihak yang menimbulkan masalah sehingga dolar AS dinobatkan menjadi pemain terburuk. Kondisi inilah yang menjelaskan mengapa meskipun terlihat aksi jual tajam di saham AS, mata uang berisiko seperti euro dan sterling tetap menguat karena para investor melihat dampak yang lebih buruk bakal diterima oleh greenback.

Di samping dolar AS, pecundang terbesar akibat perang dagang AS-China adalah dolar Australia karena negara benua tersebut sangat sensitif terhadap pertumbuhan China. Sedangkan keuntungan terbesar diraih oleh yen Jepang dan franc Swiss seiring derasnya arus penghindaran risiko (risk aversion).

Mata uang dari negara-negara yang tidak secara langsung terlibat perang dagang tersebut juga akan unggul seperti Inggris dan mungkin juga Kanada jika ada kemajuan nyata pada negosiasi NAFTA. Namun peluang terbesar dalam situasi perang dagang ini berada di perdagangan cross alias pasangan mata uang non-dolar karena mereka tetap memainkan drama pertumbuhan yang sebenarnya.

Selanjutnya di pekan terakhir sesi perdagangan Maret, perkembangan kecamuk perang dagang dan berita utama terkait politik tetap menjadi fokus utama. Sejumlah data reguler dari beberapa negara terutama AS mungkin akan menimbulkan volatilitas ringan, seperti indeks keyakinan konsumen, revisi PDB, PMI Chicago, data pendapatan pribadi dan laporan belanja pribadi tetapi dengan pertemuan FOMC yang sudah dilakukan di pekan lalu, data-data tersebut tidak akan memiliki dampak besar terhadap kebijakan The Fed.

 

EURUSD

FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NETRAL

O : 1.2285     H : 1.2388      L : 1.2240      C : 1.2365

PERGERAKAN SEPEKAN 19/03 – 23/03 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 148 PIP

Secara Fundamental, Perusahaan-perusahaan di Zona Euro menyelesaikan kuartal pertama 2018 ini dengan pertumbuhan terlamban dalam kurun waktu satu tahun. Lambatnya pertumbuhan itu jauh lebih besar dari ekspektasi. Perusahaan-perusahaan baru menghadapi derita tambahan dengan menguatnya Euro.  Boom ekonomi Zona Euro terletak pada bulan Februari, karena kenaikan inflasi meninggalkan dampak yang sangat dirasakan oleh negara-negara yang tergabung di persekutuan Uni Eropa tersebut. Polling Reuters di awal bulan ini mengatakan bahwa pertumbuhan telah mencapai puncak, dan kondisi ini cukup mengkhawatirkan bagi Bank Sentral Eropa (ECB) yang akan meninggalkan kebijakan moneter ultra-longgarnya.

PMI Gabungan Zona Euro versi IHS Markit masih menunjukkan kesehatan ekonomi dan tercatat di angka 55.3 bulan ini. Akan tetapi, hasil itu sebenarnya sangat mengecewakan karena ekspektasinya hanya menurun dari 57.1 ke 56.7.  Selain itu, Jerman juga merilis data kepercayaan bisnis untuk bulan Februari. Institut IFO melaporkan bahwa Indeks Kepercayaan Bisnis Jerman yang disurvei dari 7,000 perusahaan, merosot ke angka 114.7 dari 115.4 pada bulan Februari. Sejak awal tahun ini, Euro naik lebih dari 2 persen terhadap Dolar AS dan diperkirakan akan terus menguat.

Hal ini membuat harga barang-barang dan jasa di Zona Euro menjadi lebih mahal bagi konsumen di luar blok 19 negara tersebut. Pertumbuhan perusahaan-perusahaan baru yang tumbuh di Zona Euro jadi terpangkas karenanya. "Pertumbuhan ekspor telah terpangkas hingga setengahnya sejak bulan Desember kemarin dari level-level sebelumnya. Kondisi ini terjadi di tengah penguatan Euro, sehingga ada kemungkinan ini merupakan dampak dari penguatan mata uang," kata Chris Williamson, ekonom IHS Markit.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. Spanish Flash CPI              Selasa 27/03/2018 Pk 14:00 WIB           
  2. M3 Money Supply                 Selasa 27/03/2018 Pk 15:00 WIB
  3. German Prelim CPI                        Kamis 29/03/2018 All Day

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.2236, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.2178 – 1.2119 – 1.2062. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.2393, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.2449 – 1.2508 – 1.2561.

GBPUSD

FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : POSITIF

O : 1.3937     H : 1.4217      L : 1.3912      C : 1.4137

PERGERAKAN SEPEKAN 19/03 – 23/03 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 305 PIP

Secara Fundamental, Bank of England mempertahankan suku bunga acuan berdasarkan hasil Vote Monetary Policy Committee (MPC) pada sesi perdagangan tengah pekan kemarin di hari Kamis (22/03) siang waktu setempat. Namun dalam rilis pengumuman terkait, terdapat dua anggota MPC yang setuju agar Rate Hike segera dilakukan. Ini merupakan perkembangan baru dari pertemuan BOE bulan lalu, yang tidak diwarnai oleh persetujuan kenaikan suku bunga dari satupun anggota MPC. Suku bunga acuan BoE tetap di level 0.5 persen, sesuai dengan estimasi ekonom yang sebelumnya tercatat dalam sebuah jajak pendapat Reuters.

Meski suku bunga tidak berubah, ada dua anggota Monetary Policy Committee (MPC), yakni Ian McCafferty dan Michael Saunders yang menginginkan Bank of England untuk melakukan Rate Hike secepatnya.  Hal itu semakin meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek kenaikan suku bunga acuan BoE pada bulan Mei mendatang. Dalam beberapa waktu terakhir, tingkat Inflasi Negeri Ratu Elizabeth meningkat cukup signifikan hingga mencapai level 2.7 persen, atau berada di atas target BoE. Kondisi itu menjadi alasan bagi Ian McCafferty dan Michael Saunders memilih vote "setuju" untuk Rate Hike, agar inflasi bisa kembali stabil ke target Bank Sentral Inggris.

Perlu diketahui, kedua anggota MPC yang setuju tersebut memang dikenal gencar menyerukan pengetatan kebijakan moneter. Keduanya juga menjadi pejabat BoE yang mendesak kenaikan suku bunga pada tahun lalu. Momen Rate Hike itu merupakan yang pertama kali sejak Inggris dihantam krisis ekonomi global 2008 silam.

Pada pengumuman hari Kamis kemarin, BoE juga mengatakan, "Mengingat prospek inflasi sudah melebihi target, maka pengetatan kebijakan moneter pada waktu yang sudah diperkirakan menjadi langkah tepat, untuk mengembalikan tingkat inflasi menuju target dalam horison yang lebih konvensional dan secara berkelanjutan."

Sejak melakukan Rate Hike untuk pertama kalinya di hampir satu dekade, pertumbuhan ekonomi Inggris semakin menunjukan tren positif. Data terakhir menunjukan pada hari Rabu lalu, pertumbuhan upah naik dalam laju tertinggi sejak 2015. BoE juga mengatakan salju yang melanda Inggris di bulan Maret tahun ini diprediksi akan menyebabkan pertumbuhan kuartal pertama melambat, tetapi hal itu tidak akan mempengaruhi prospek pertumbuhan jangka menengah.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. Current Account                   Kamis 29/03/2018 15:30 WIB
  2. Final GDP q/q                       Kamis 29/03/2018 15:30 WIB
  3. Net Lending to Individuals Kamis 29/03/2018 15:30 WIB

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.3989, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.3909 – 1.3829 – 1.3749. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.4222, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.4294 – 1.4364 – 1.4433.

AUDUSD

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF

O : 0.7717     H : 0.7783      L : 0.7670      C : 0.7700

PERGERAKAN SEPEKAN 19/03 – 23/03 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 113 PIP

Secara Fundamental, Para seller menekan masih menekan Dolar Australia di tengah memanasnya kondisi perdagangan antara AS-China, selepas pengumuman dari Presiden AS Donald Trump yang akan menerapkan bea impor atas barang-barang dari China di sesi perdagangan pekan kemarin. Pengumuman Trump tersebut dibarengi dengan merosotnya harga komoditas, serta naiknya tingkat pengangguran Australia pada bulan Februari ke 5.6 persen dari 5.5 persen sebelumnya. Tak pelak lagi, maka Dolar Australia pun harus terbanting dari pantulannya. "Bea impor barang-barang dari China yang dicanangkan oleh Presiden Donald Trump, jelas menjadi pemicu yang melatar belakangi pergerakan (Dolar Australia)," kata Elias Haddad dari Commonwealth Bank.

Presiden menginstruksikan US Trade Representative (USTR) untuk mengenakan pajak 25 persen terhadap barang senilai kurang lebih USD50 miliar yang diimpor dari China per tahun. Sektor-sektor yang rencananya akan dikenai bea antara lain sektor penerbangan, teknologi informasi dan komunikasi, dan permesinan. Analis mengatakan bahwa penerapan bea impor tersebut mungkin memang tidak memberikan dampak yang berarti bagi ekonomi AS sendiri. Namun, sangat mungkin memantik resiko perang dagang antara AS dan China. Jika benar terjadi, maka tak hanya AS dan China saja yang terdampak, tetapi juga akan menghambat sinkronisasi ekspansi pertumbuhan ekonomi global.

Termasuk Australia yang merupakan negara ekonomi yang sangat bergantung pada ekonomi China. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa Dolar Australia melemah setelah pengumuman dari Trump tersebut. Haddad menambahkan, lemahnya harga komoditas juga menyumbang penurunan bagi Dolar Australia saat ini. Masalah geopolitik dan sempat terjadnya penurunan harga komoditas merupakan alasan mengapa AUD/USD sekarang kembali dan ditutup di kisaran harga 0.77. Dalam beberapa sesi ke depan, diperkirakan dua faktor tersebut masih akan melatarbelakangi naik turunnya Dolar Australia.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. Private Sector Credit           Jumat 30/03/2018 07:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 0.7786, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7823 – 0.7861 – 0.7904. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 0.7666, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 0.7623 – 0.7579 – 0.7538.

XAUUSD

FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  POSITIF

O : 1313.00   H : 1350.05   L : 1307.00    C : 1345.35

PERGERAKAN SEPEKAN 19/03 – 23/03 :  POSITIF

RANGE SEPEKAN : $43.05 atau 430.5 PIP

Secara Fundamental, Harga emas naik ke level tertinggi dalam satu bulan pada sesi perdagangan Jumat karena ancaman perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China yang diperkirakan juga akan disusul oleh negara lain. Investor berebut untuk memindahkan portofolio ke investasi yang aman. Mengutip halaman Reuters, Sabtu (24/03/2018), harga emas di pasar spot naik 1,6 persen ke angka USD 1.349,56 per ounce pada pukul 1.33 siang waktu New York.

Harga Emas di pasar spot sempat mencapai angka tertinggi sejak 19 Februari di USD 1.350,20 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman April ditutup naik USD 22,50 atau 1,7 persen pada USD 1.349,90 per ounce. Ada beberapa sentimen yang mendorong harga emas merangkak naik. Pertama adalah kekhawatiran akan perang dagang AS dengan China.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan menerapkan tarif USD 60 miliar untuk produk China. Hal itu membuat China mengambil langkah pembalasan dengan mengenakan tarif produk AS. China dapat mengenakan tarif USD 3 miliar terhadap barang-barang impor AS.

Sentimen lain yang mempengaruhi harga emas adalah penunjukan Trump kepada John Bolton sebagai penasihat keamanan nasional. Bolton sebelumnya telah menganjurkan menggunakan kekuatan militer kepada Korea Utara dan Iran. Hal ini membuat pelaku pasar menimbang-nimbang apa yang akan terjadi ke depan.

Menambah kekacauan, ada periode ketegangan pada hari Jumat setelah Trump mengancam akan menghentikan belanja sebesar USD 1,3 triliun yang telah disahkan oleh Kongres. "Ada ketegangan di semua tempat. Trump, Kongres dan beberapa lainnya yang memberikan tenaga kepada harga emas," jelas analis Logic Advisors, Bill O'Neill. Emas memang menjadi instrumen investasi buruan di saat terjadi banyak risiko di pasar keuangan, saham maupun komoditas. Harga emas naik 2,8 persen pada minggu ini, kenaikan mingguan terbesar sejak April 2016.

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1323.25, kemungkinan harga akan kembali ke level 1311.90 – 1301.00 – 1290.10. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1350.85, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1362.00 – 1372.75 – 1383.50.

 

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: Stansberry Churchouse

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

December 15, 2018

Sekilas Forex: USD Menyerang Balik dan Bullish Terhadap Mata Uang Dunia

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/12/2018 - Dolar AS belum tertandingi walaupun sempat terpukul di pertengahan pekan lalu (10-14 Desember). Dinamika di bursa forex dan emas pada pekan lalu masih didominasi oleh kabar di seputar politik Inggris dan Eropa namun…
December 08, 2018

Sekilas Forex: NFP Bebani USD Menjelang Pengumuman Suku Bunga

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 09/12/2018 - Aset safe havens, selain dolar AS, merajai perdagangan forex dan emas di pekan lalu (3-7 Desember). Pelemahan dolar AS dimulai pada awal pekan lalu setelah muncul hasil negosiasi Presiden AS Donald Trump dan Presiden…
December 01, 2018

Sekilas Forex: Dari Perang Dagang Sampai Suku Bunga, Kemana USD Akan Bergerak Pada Pekan Depan?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 02/12/2018 - Pada pekan terakhir November (26-30 November), tidak seperti di dua pekan sebelumnya, kabar Brexit kurang menghiasi aktivitas di bursa forex dan emas walaupun pada awal pekan tersebut sempat muncul kabar berupa…
November 17, 2018

BREXIT ALERT: Ancaman BREXIT Membuat Investor Kabur dari POUND

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/11/2018 - Di Indonesia masyarakat mengenal istilah “tahun politik” untuk mendefinisikan suatu masa yang dipenuhi berbagai aksi dan berita berbau politis. Mengadopsi istilah serupa, tidak ada salahnya jika sesi perdagangan pekan…
November 24, 2018

Sekilas Forex: USD Menolak Turun. Pekan Depan USD Berpotensi Untuk Naik Kembali

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/11/2018 - Mengawali sesi perdagangan pekan lalu (19-23 November) dolar AS masih menunjukkan pelemahan setelah di pekan sebelumnya dua pejabat berpengaruh Federal Reserve mengisyaratkan potensi kemunduran pertumbuhan ekonomi…