Forexsignal88.Com - Setelah jatuh 4,1% pada hari Rabu, minyak mentah berjangka Brent turun 3 sen menjadi US$65,41 per barel. West Texas Intermediate tergelincir 5 sen menjadi US$59,56 setelah meluncur hampir 5% pada hari sebelumnya. 
 
Selama jam perdagangan Eropa, media Iran memuat laporan tentang komandan militer yang berbicara tentang tindakan lebih lanjut yang bertujuan mengusir pasukan AS dari wilayah tersebut. Presiden AS, Donald Trump telah meredakan ketegangan dengan mundur dari tindakan militer lebih lanjut, menekan harga minyak dan mengalihkan perhatian kembali ke kejutan membangun stok minyak mentah AS pekan lalu. 
 
Stok minyak mentah naik 1,2 juta barel dalam pekan yang berakhir 3 Januari pada 431,1 juta barel, Administrasi Informasi Energi mengatakan pada hari Rabu. Analis dalam jajak pendapat Reuters memperkirakan penurunan 3,6 juta barel. 
 
Analis JPMorgan mempertahankan perkiraan mereka untuk Brent rata-rata US$64,50 per barel tahun ini. Produsen minyak terkemuka yang dipimpin oleh Arab Saudi telah sepakat untuk mengurangi produksi sebanyak 2,1 juta barel per hari (bph) hingga kuartal pertama tahun 2020. 
 
"Ketika ketegangan geopolitik muncul untuk memasuki keseimbangan baru, keseluruhan kondisi pasokan di pasar cenderung mendukung penurunan minyak lebih rendah," Harry Tchilinguirian, ahli strategi minyak di BNP Paribas di London. 
 
"KAMI. produksi minyak mentah tetap pada rekor 12,9 juta barel per hari tidak jelas dalam pendapat kami bahwa OPEC dan sekutunya non-OPEC akan sepenuhnya menerapkan pengurangan pasokan tambahan. " 
 
Sementara itu, pemilik kapal minyak dan gas bersiap untuk membayar harga untuk ketegangan AS-Iran dalam bentuk tagihan asuransi yang lebih tinggi, yang dapat menambah ratusan ribu dolar untuk biaya pengiriman yang pada akhirnya akan diteruskan ke pembeli bahan bakar, sebagian besar di Asia.
 Sumber: Cnbc.Com, Reuters.Com, Marketwatch.Com

Berita Komoditas Lainnya

January 20, 2020

Trader Minyak Wajib Tahu Potensi Permintaan Si 'Emas Hitam' di Tahun 2020

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/01/2020 – Sekretaris Jenderal OPEC Mohammed Barkindo mengatakan pertumbuhan permintaan masih "kuat" dan bisa mengejutkan ke atas selama 2020 karena ketegangan perdagangan mereda. Meskipun banyak yang memperkirakan permintaan…
January 17, 2020

Trader Wajib Tahu! Resistance dan Support Utama Harga Emas Berdasarkan Time Frame 1 Hari

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/01/2020 – Dalam kesepakatan dagang fase I, AS menurunkan bea masuk impor dari sebelumnya 15% menjadi 7,5% terhadap produk China senilai US$ 120 miliar. Sementara China akan membeli produk AS senilai 200 miliar dalam dua tahun…
January 16, 2020

Harga Emas Masih Menanjak di Tengah Ketidakpuasan Isi Pakta Damai Dagang Fase 1

in Berita Komoditas by Super User
Forexsignal88.Com - Harga emas berjangka naik pada hari Rabu (15/1/2020) karena rincian kesepakatan perdagangan Tahap 1 AS-China gagal menenangkan kekhawatiran investor tentang perbedaan perdagangan. Ini karena Washington mempertahankan tarif pada beberapa…
January 15, 2020

Kemilau Harga Emas Masih Redup Jelang Pakta Damai Perang Dagang Fase 1

in Berita Komoditas by Super User
Forexsignal88.Com - Harga emas jatuh pada hari Selasa (14/1/2020) menjelang penandatanganan kesepakatan perdagangan sementara AS-China yang banyak ditunggu-tunggu yang mengurangi daya tarik emas. Sementara palladium mencatat rekor tertinggi karena defisit…
January 15, 2020

Harga Minyak Coba Rebound Setelah Ditutup Negatif Lima Hari Berturut-turut

in Berita Komoditas by Super User
Forexsignal88.Com - Harga minyak sedikit lebih tinggi pada penutupan akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), setelah lima hari berturut-turut menurun karena Amerika Serikat dan China bersiap untuk menandatangani kesepakatan perdagangan awal dan saat…