ForexSignal88.com l Jakarta, 26/11/2018 – Harga emas melemah di sesi Jumat (23/11), mundur dari level tertinggi 2-minggu yang disentuh sebelum Thanksgiving. Namun, penurunan itu relatif tipis sehingga harga logam mulia tersebut masih menghijau di akhir sesi perdagangan pekan lalu.

Pada Senin pagi ini, pergerakan harga emas masih relatif tipis di sekitar $1.223,00 saat berita ini dihimpun. Para pelaku pasar di sesi Asia belum bereaksi banyak terhadap kabar Brexit terkini yaitu hasil pertemuan antara Perdana Menteri UK dengan Presiden Komisi Eropa.

Serikat politik, ekonomi dan perdagangan Eropa tersebut akhirnya menyetujui rancangan perjanjian Brexit yang diajukan PM May. Namun kesepakatan itu, yang merupakan hasil dari satu setengah tahun perundingan yang penuh perdebatan, masih memerlukan persetujuan parlemen UK, di mana mayoritas anggota parlemen tersebut sudah menunjukkan perlawanan terhadap kesepakatan tersebut.  

Selain itu, fokus pasar pun tetap terbagi ke rencana suku bunga Federal Reserve selama beberapa bulan mendatang, respon dolar AS terhadap potensi tersebut dan semua berita terkait hubungan dagang AS-China karena perang dagang mereka dapat menentukan nasib ekonomi global selanjutnya.

Volatilitas saham yang besar dan bernuansa negatif di sepanjang pekan lalu masih menopang selera para investor terhadap emas yang meskipun sedang kalah pamor dibandingkan dengan dolar AS, tetap dipandang sebagai aset safe haven.

Data MetaTrader yang digunakan tim analisis pasar keuangan ForexSignal88.com (FS88) mencatat, pada sesi harian Jumat harga emas ditutup negatif di $1.222,80, lebih rendah 0,35 persen dari penutupan sesi Kamis. Namun untuk penutupan mingguan, harga emas berakhir naik 0,09 persen lebih tinggi dari penutupan di pekan sebelumnya.

Stephen Innes, kepala perdagangan wilayah Asia-Pasifik dari Oanda, menerangkan bahwa perjalanan harga emas terlihat sangat menarik dalam menghadapi risiko perang perdagangan yang terus membayangi dan kemungkinan perubahan kebijakan The Fed, yang berpotensi untuk membuat dolar AS melemah secara signifikan.

The Fed secara luas diperkirakan akan memberlakukan kenaikan tingkat suku bunga keempat pada tahun 2018 di bulan Desember tetapi para investor mulai khawatir atas berapa banyak peningkatan yang bank sentral itu dapat terapkan pada tahun depan tanpa memicu resesi domestik, di tengah munculnya tanda-tanda pelemahan ekonomi global. The Fed berencana untuk menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali di tahun 2019.

Ketidakpastian ekonomi baik di AS maupun global terus tumbuh seiring ekskalasi ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia. China memprotes tuduhan terbaru dari AS yang menyebut raksasa Asia itu terus mempertahankan praktik perdagangan "tidak adil" dan mendesak Washington pada hari Kamis (22/11) untuk berhenti membuat provokasi karena pimpinan tertinggi kedua pihak akan bertemu pada minggu ini di KTT Group 20.

Para investor emas juga menunggu agenda Ketua Fed Jeremy Powell pada minggu ini. Jay dijadwalkan untuk berbicara pada hari Rabu (28/11) dan merilis notulen rapat dari pertemuan November bank sentral AS pada hari Kamis (29/11). Kenaikan suku bunga The Fed bulan Desember pun kelak akan bergantung pada data-data AS selanjutnya.

George Gero, direktur pelaksana dan di dalam senior kelompok konsultan di RBC Wealth Management, mengatakan berita perdagangan AS-China bisa menjadi penggerak pasar emas untuk jangka pendek tetapi inflasi jangka panjang, defisit dan kekhawatiran tentang politik (Brexit, hubungan Italia dengan Uni eropa, dan sebagainya) bisa membuat emas melakukan rally cepat.

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

Sumber gambar: Discovery Channel Australia

Share This

Berita Komoditas Lainnya

January 24, 2019

Shutdown AS dan Pertumbuhan Global Masih Jaga Stabilitas Harga Emas

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/01/2019 – Harga emas turun tipis pada Kamis siang saat dolar AS mendatar karena kekhawatiran penutupan pemerintah (shutdown) AS yang berkepanjangan akan membatasi pertumbuhan ekonomi negara itu dan pada saat yang sama…
January 24, 2019

Harga Emas Relatif Stabil Saat Ekuitas Alami Tekanan Ringan

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/01/2019 – Harga emas bergerak stabil, bangkit kembali, mengurangi kerugian yang terjadi di awal sesi perdagangan kemarin, karena pemulihan di bursa saham gagal akibat meningginya kekhawatiran para investor atas ketidakpastian…
January 23, 2019

Harga Emas Terseret Penguatan Ekuitas Asia

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/01/2019 – Hingga Rabu siang ini, dari pantauan tim analisis pasar keuangan ForexSignal88.com (FS88), harga emas (XAUUSD) masih bergerak tipis ke arah selatan dengan level terendah sementara di $1.282,90. Dolar AS yang sempat…
January 23, 2019

Pandangan IMF Dukung Harga Emas

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/01/2019 – Harga emas menguat pada hari Selasa, didukung oleh minat para investor yang mencari perlindungan di tengah kembalinya kekhawatiran pasar terhadap perlambatan pertumbuhan global. Namun untuk sementara penguatan harga…
January 22, 2019

Selera Risiko Perlahan Bergeser, Harga Emas Tetap di Bawah Tekanan

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2019 – Hingga Selasa siang pergerakan harga emas masih tipis dan dibayangi tekanan jual, bergerak di dekat posisi terendah tiga minggu yang disentuh pada sesi Senin, di tengah gelombang pemulihan dolar AS. Greenback yang…