ForexSignal88.com l Jakarta, 13/12/2018 – Harga emas naik tipis pada hari Rabu karena merosotnya dolar AS dan ekspektasi pasar untuk jumlah kenaikan suku bunga AS tahun depan yang semakin meredup, meningkatkan daya tarik aset non-bunga seperti emas batangan.

Dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang setelah data menunjukkan indeks harga konsumen AS tidak berubah pada bulan November, mendukung pandangan pasar bahwa inflasi yang mendasari (underlying inflation) tetap kuat tetapi tidak cukup besar untuk mendorong Federal Reserve untuk mengambil sikap yang lebih agresif.

David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures, berpendapat bahwa ada sedikit dukungan dari dolar AS yang lebih lemah di seluruh kompleks komoditas, selain itu, ia melihat arus dana yang berkelanjutan dari ekuitas dan aliran uang ke aset alternatif yang terus mendukung semua logam mulia.

Aset safe haven terus mendapat dukungan yang bagus di tengah berbagai isu geopolitik dan perdagangan global yang beriringan dengan beberapa komentar terbaru dari The Fed tentang potensi pengubahan jalur kebijakannya pada suku bunga.

Sejauh ini pasar tidak mengharapkan lebih dari satu kenaikan suku bunga dari bank sentral AS tahun depan setelah, kemungkinan, kenaikan suku bunga pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 18-19 Desember.

Ole Hansen, analis Saxo Bank, menjelaskan bahwa pertemuan FOMC minggu depan akan menjadi peristiwa ekonomi besar terakhir di tahun ini. Pasar emas telah mulai menentukan harga dalam skenario suku bunga ‘one and done’ dan telah meresponnya secara positif.

Bullion yang berdenominasi dolar AS pada awal pekan ini menyentuh level tertinggi dalam lima bulan di $1.250,55 per troy ounce karena kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed yang lebih lambat mengurangi biaya peluang (opportunity cost) untuk berinvestasi di logam kuning.

Analis Commerzbank berpendapat dalam sebuah catatan mingguannya, harga emas cenderung berkonsolidasi lebih lanjut di bawah pergerakan rata-rata 200-hari yang saat ini berada di sekitar $1.255,00.

Sementara itu indikasi minat para investor terhadap emas yang terlihat dari kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF terbesar dunia, naik ke level tertinggi sejak akhir Agustus pada hari Selasa.

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

Sumber gambar: E-numizmatyka.pl

Share This

Berita Komoditas Lainnya

May 27, 2020

Kemilau Harga Emas Meredup di Tengah Harapan Akan Kembali Menggeliatnya Kegiatan Perekonomian

in Berita Komoditas by Super User
Forexsignal88.Com - Harga emas jatuh lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) ketika semakin banyak negara-negara utama melonggarkan penguncian Virus Corona, yang memicu harapan untuk pemulihan ekonomi dan memperkuat selera…
May 27, 2020

Komitmen Potong Pasokan dan Kenaikan Permintaan Mendukung Harga Minyak di Zona Rally

in Berita Komoditas by Super User
Forexsignal88.Com - Harga minyak naik pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) didukung oleh tanda-tanda bahwa produsen menindaklanjuti komitmen untuk memotong pasokan dan permintaan bahan bakar meningkat dengan berkurangnya pembatasan Virus Corona.…
May 26, 2020

Harga Emas Turun Ditekan Paket Stimulus Jepang Namun Tertahan Demo Hongkong

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 26/05/2020 – Harga emas turun pada Senin (25/5) karena pasar saham Jepang menguat di tengah berita tentang program stimulus Jepang yang mendorong minat investor masuk ke portofolio berisiko. Namun, ketegangan baru di Hong Kong…
May 20, 2020

Harga Emas Kembali Rebound Dipicu Kekhawatiran Resesi Walau Lockdown Mulai Dibuka

in Berita Komoditas by Super User
Forexsignal88.Com - Emas naik pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), rebound dari kerugian hari sebelumnya di tengah ketidakpastian tentang bagaimana ekonomi akan bangkit dari perlambatan yang dalam, meski optimisme tentang vaksin potensial untuk…
May 20, 2020

Harga Minyak Mentah US Masih Menguat Didukung Kebijakan Stimulus

in Berita Komoditas by Super User
Forexsignal88.Com - Minyak mentah AS sedikit menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan ia mendukung perluasan langkah-langkah tertentu untuk meningkatkan ekonomi, sementara Brent lebih rendah…