ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Harga emas terpantau bergerak naik sedikit pada hari Selasa siang menjelang pertemuan penting Federal Reserve karena spekulasi pasar bahwa tanda-tanda gejolak ekonomi dapat mendorong bank sentral tersebut untuk segera menginjak rem pada siklus pengetatan moneternya sehingga menjaga dolar AS tetap di bawah tekanan.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada pertemuan dua hari yang akan dimulai hari ini tetapi fokus utama pasar berada pada prospek untuk siklus kenaikan suku bunga di tahun 2019.

Brian Lan, direktur di GoldSilver Central di Singapura, menjelaskan bahwa para investor berharap harga emas akan naik lebih lanjut setelah pertemuan The Fed seraya menambahkan bahwa $1.251 akan menjadi level berikutnya yang kemungkinan emas uji dengan support di $1.245.

Sementara itu, indeks dolar AS beringsut lebih rendah setelah turun 0,4 persen pada hari Senin, di tengah spekulasi The Fed akan segera menekan tombol jeda pada siklus pengetatan moneter dalam menghadapi meningkatnya risiko terhadap pertumbuhan global.

Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang (opportunity cost) untuk menyimpan bullion yang tidak memberikan imbal hasil (yield) dan bunga sekaligus berpotensi membebani dolar AS.

Benjamin Lu, analis komoditas dengan Phillip Futures di Singapura, mengatakan dalam sebuah catatan risetnya, dolar AS tetap menjadi penggerak utama untuk harga emas dalam jangka waktu dekat.

Lu berpendapat bahwa meskipun potensi kenaikan harga emas menghadapi hambatan dari dolar AS yang kuat, ketidakpastian ekonomi yang membayangi akan menghadirkan kondisi optimistis untuk aset safe haven setelah tahun 2018.

Wang Tao, analis teknikal dari Reuters untuk pasar komoditas dan energi, memperkirakan spot emas dapat naik ke kisaran $1.253-$1.258 per troy ounce.

Faktor lain yang juga mendukung bullion saat ini adalah pasar saham Asia yang merosot pada sesi Selasa sementara saham Wall Street tergelincir ke level terendah dalam lebih dari setahun di sesi Senin.

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

Sumber gambar: Coin News

Share This

Berita Komoditas Lainnya

May 27, 2020

Kemilau Harga Emas Meredup di Tengah Harapan Akan Kembali Menggeliatnya Kegiatan Perekonomian

in Berita Komoditas by Super User
Forexsignal88.Com - Harga emas jatuh lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) ketika semakin banyak negara-negara utama melonggarkan penguncian Virus Corona, yang memicu harapan untuk pemulihan ekonomi dan memperkuat selera…
May 27, 2020

Komitmen Potong Pasokan dan Kenaikan Permintaan Mendukung Harga Minyak di Zona Rally

in Berita Komoditas by Super User
Forexsignal88.Com - Harga minyak naik pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) didukung oleh tanda-tanda bahwa produsen menindaklanjuti komitmen untuk memotong pasokan dan permintaan bahan bakar meningkat dengan berkurangnya pembatasan Virus Corona.…
May 26, 2020

Harga Emas Turun Ditekan Paket Stimulus Jepang Namun Tertahan Demo Hongkong

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 26/05/2020 – Harga emas turun pada Senin (25/5) karena pasar saham Jepang menguat di tengah berita tentang program stimulus Jepang yang mendorong minat investor masuk ke portofolio berisiko. Namun, ketegangan baru di Hong Kong…
May 20, 2020

Harga Emas Kembali Rebound Dipicu Kekhawatiran Resesi Walau Lockdown Mulai Dibuka

in Berita Komoditas by Super User
Forexsignal88.Com - Emas naik pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), rebound dari kerugian hari sebelumnya di tengah ketidakpastian tentang bagaimana ekonomi akan bangkit dari perlambatan yang dalam, meski optimisme tentang vaksin potensial untuk…
May 20, 2020

Harga Minyak Mentah US Masih Menguat Didukung Kebijakan Stimulus

in Berita Komoditas by Super User
Forexsignal88.Com - Minyak mentah AS sedikit menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan ia mendukung perluasan langkah-langkah tertentu untuk meningkatkan ekonomi, sementara Brent lebih rendah…