ForexSignal88.com l Jakarta, 07/12/2018 – Harga emas bergerak mendatar pada Jumat pagi setelah di sesi sebelumnya menanjak ke harga tertinggi dalam lima bulan terakhir karena dolar AS melemah. Faktor utama yang menyebabkan dolar AS bergerak turun sekitar 0,3 persen adalah merosotnya imbal hasil Treasury AS.

Harga emas juga terbantu oleh ekspektasi pasar bahwa laju kenaikan suku bunga AS akan melambat. Para pembuat kebijakan The Fed diperkirakan bakal menaikkan suku bunga lagi pada rapat kebijakan 18-19 Desember tetapi fokus pasar saat ini adalah pada berapa banyak kenaikan suku bunga federal selanjutnya di tahun depan.

Dukungan lain bagi bullion adalah turunnya ekuitas. Bursa saham merosot secara global untuk sesi ketiga berturut-turut pada hari Kamis karena penangkapan di Kanada terhadap seorang eksekutif puncak raksasa teknologi China Huawei untuk diekstradisi ke AS sehingga menimbulkan kekhawatiran pasar akan berlanjutnya ketegangan perdagangan AS-China.

Menurut FedWatch CME Group, para pedagang suku bunga berjangka memperkirakan hanya ada satu kenaikan suku bunga The Fed pada tahun 2019, dibandingkan dengan ekspektasi sebulan sebelumnya untuk kemungkinan dua kenaikan suku bunga.

Perhatian para investor dan pedagang emas kini beralih ke laporan gaji sektor non-pertanian AS pada Jumat malam, yang juga kemungkinan berada di radar bank sentral AS.

Carlo Alberto De Casa, kepala analis ActivTrades, berpendapat jika harga emas bisa bertahan di atas $1.235, ini jelas merupakan sinyal yang sangat bagus, sementara penembusan terhadap $1.243 akan membuka ruang untuk pemulihan lebih lanjut.

Sementara itu, harga palladium turun setelah mengungguli harga logam kuning untuk pertama kalinya sejak 2002 pada hari Rabu.

Harga spot palladium turun 3,3 persen menjadi $1.202,05 per ounce setelah naik ke level tertinggi sepanjang masa di $1.263,56 yang diukir pada sesi sebelumnya.

Sedangkan harga perak merosot 0,6 persen menjadi $14,42 per ounce, sementara harga platinum jatuh untuk sesi ketiga berturut-turut, turun 1,5 persen menjadi $788,30 per ounce. Logam mulia tersebut sebelumnya jatuh dan hampir mencapai harga terendah dalam tiga bulan terakhir di $779,50.

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

Sumber gambar: Wall St. for Main St.

Share This

Berita Komoditas Lainnya

January 23, 2019

Harga Emas Terseret Penguatan Ekuitas Asia

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/01/2019 – Hingga Rabu siang ini, dari pantauan tim analisis pasar keuangan ForexSignal88.com (FS88), harga emas (XAUUSD) masih bergerak tipis ke arah selatan dengan level terendah sementara di $1.282,90. Dolar AS yang sempat…
January 23, 2019

Pandangan IMF Dukung Harga Emas

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/01/2019 – Harga emas menguat pada hari Selasa, didukung oleh minat para investor yang mencari perlindungan di tengah kembalinya kekhawatiran pasar terhadap perlambatan pertumbuhan global. Namun untuk sementara penguatan harga…
January 22, 2019

Selera Risiko Perlahan Bergeser, Harga Emas Tetap di Bawah Tekanan

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2019 – Hingga Selasa siang pergerakan harga emas masih tipis dan dibayangi tekanan jual, bergerak di dekat posisi terendah tiga minggu yang disentuh pada sesi Senin, di tengah gelombang pemulihan dolar AS. Greenback yang…
January 22, 2019

Risk-On Masih Bebani Harga Emas

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2019 – Harga emas tergelincir ke level terendah dalam hampir sebulan pada hari Senin karena dolar AS dan selera risiko yang lebih besar menyapu dukungan bagi emas yang datang dari potensi jeda kenaikan suku bunga AS di tahun…
January 21, 2019

Harga Emas Stabil Setelah Terkikis di Pekan Lalu

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/01/2019 – Harga emas bergerak tipis dan relatif stabil pada hari Senin karena ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan menghentikan siklus kenaikan suku bunga multi-tahunnya, diimbangi oleh pemulihan selera para investor…