ForexSignal88.com l Jakarta, 26/12/2018 – Harga emas bergerak lebih rendah sedikit pada hari Rabu karena dolar AS menguat tipis tetapi harga komoditas itu masih berada di dekat titik tertinggi 6-bulan, didukung oleh ketidakstabilan politik di Amerika Serikat (AS) dan kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global.

Harga emas spot tergelincir 0,2 persen menjadi $1.265,45 per troy ounce. Harga logam kuning menyentuh $1.270,50 pada awal perdagangan, level tertinggi sejak 25 Juni. Sementara itu harga emas berjangka AS turun 0,3 persen menjadi $1.268,10 per troy ounce.

Indeks dolar AS yang mengukur nilai mata uang tersebut versus enam mata uang utama, stabil di 96,583 di awal perdagangan Asia yang sepi karena liburnya pasar utama di kawasan tersebut.

Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa mengatakan penutupan sebagian pemerintah federal akan berlangsung sampai permintaannya untuk dana pembangunan tembok di perbatasan AS-Meksiko terpenuhi.

Trump menyatakan keyakinannya pada hari Selasa kepada Menteri Keuangan Steven Mnuchin di tengah kekhawatiran atas pelemahan ekonomi dan kemerosotan pasar saham tetapi mengulangi kritiknya terhadap Federal Reserve karena menaikkan suku bunga terlalu cepat.

Saham-saham Asia pun masih goyah pada hari Rabu pagi setelah sentimen bearish yang meluas mencengkeram pasar global di awal pekan ini, dengan kekhawatiran terhadap keadaan politik AS menjadi pendorong para investor untuk berpaling dari aset-aset berisiko.

Sementara itu dilaporkan China berencana untuk menghapus tarif impor dan ekspor pada tahun 2019 untuk sejumlah barang, termasuk pajak impor untuk makanan alternatif yang digunakan dalam pakan ternak, untuk mengamankan pasokan bahan baku di tengah ketegangan perdagangan dengan AS.

Impor kedelai China dari AS turun ke nol pada November, pertama kalinya negara importir kedelai terbesar dunia tersebut, sejak perang perdagangan antara dimulai, tidak mengimpor pasokan dari AS.

Dari Rusia dilaporkan bahwa VTB Capital Rusia, salah satu pedagang emas terbesar di negara itu, mengurangi ekspor emas pada tahun 2018 karena permintaan yang lebih tinggi dari bank sentral Rusia dan permintaan yang lebih rendah di China.

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

Sumber gambar: Wallpapers High Quality

Share This

Berita Komoditas Lainnya

January 23, 2019

Harga Emas Terseret Penguatan Ekuitas Asia

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/01/2019 – Hingga Rabu siang ini, dari pantauan tim analisis pasar keuangan ForexSignal88.com (FS88), harga emas (XAUUSD) masih bergerak tipis ke arah selatan dengan level terendah sementara di $1.282,90. Dolar AS yang sempat…
January 23, 2019

Pandangan IMF Dukung Harga Emas

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/01/2019 – Harga emas menguat pada hari Selasa, didukung oleh minat para investor yang mencari perlindungan di tengah kembalinya kekhawatiran pasar terhadap perlambatan pertumbuhan global. Namun untuk sementara penguatan harga…
January 22, 2019

Selera Risiko Perlahan Bergeser, Harga Emas Tetap di Bawah Tekanan

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2019 – Hingga Selasa siang pergerakan harga emas masih tipis dan dibayangi tekanan jual, bergerak di dekat posisi terendah tiga minggu yang disentuh pada sesi Senin, di tengah gelombang pemulihan dolar AS. Greenback yang…
January 22, 2019

Risk-On Masih Bebani Harga Emas

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2019 – Harga emas tergelincir ke level terendah dalam hampir sebulan pada hari Senin karena dolar AS dan selera risiko yang lebih besar menyapu dukungan bagi emas yang datang dari potensi jeda kenaikan suku bunga AS di tahun…
January 21, 2019

Harga Emas Stabil Setelah Terkikis di Pekan Lalu

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/01/2019 – Harga emas bergerak tipis dan relatif stabil pada hari Senin karena ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan menghentikan siklus kenaikan suku bunga multi-tahunnya, diimbangi oleh pemulihan selera para investor…