ForexSignal88.com l Jakarta, 14/12/2018 – Harga emas berakhir lebih rendah pada hari Kamis, dengan kekuatan dolar AS secara keseluruhan memaksa harga logam itu bergerak mundur lebih jauh.

Harga palladium yang menjauh dari rekor harga penutupan (settlement) yang dicetaknya di sesi sebelumnya, turut membebani sentimen emas.

Palladium kontrak Maret, turun $3,80 atau 0,3%, berakhir di $1.190,70 per ounce. Kontrak itu menyentuh $1.199, menurut data FactSet, sehari setelah berakhir di rekor $1.194,50 per ounce.

Dukungan fundamental untuk palladium berasal dari laporan bahwa China sedang mempersiapkan diri untuk mengurangi tarif impor pada mobil AS dari 40% hingga 15%. Palladium digunakan pada catalytic converter yang membantu mengurangi emisi mobil.

Analis di Zaner Precious Metals, menjelaskan bahwa prospek pengurangan tarif mobil global mungkin telah memicu pasar palladium dan platinum naik tajam kemarin dengan pasar palladium membuat rekor baru sepanjang masa.

Berkurangnya tarif impor global memang bukan hal yang pasti namun dapat meningkatkan penjualan otomotif global secara signifikan dan karena itu memperluas permintaan untuk persediaan PGM (platinum group metals).

"Namun, kami berpikir bahwa perbedaan besar secara historis sebesar $393 antara palladium dan platinum harus mulai mendorong pembicaraan tentang potensi pengalihan penggunaan stok umpan katalis otomatis dari palladium ke platinum," kata tim analis Zaner.

Mereka juga menyampaikan bahwa beberapa minggu yang lalu seorang juru kunci sebuah pabrikan mobil utama menyebut peralihan dari palladium ke platinum bukanlah sesuatu yang sulit untuk dengan cepat dilaksanakan.

Sementara itu harga emas sempat didukung oleh arus masuk dari ETF senilai hampir 16 ton sejak awal pekan ini, menurut seorang analis di Commerzbank.

Kabar lain mengenai kemampuan Perdana Menteri Inggris Theresa May untuk bertahan dari tantangan kepemimpinannya pada hari Rabu mungkin telah mengurangi permintaan terkait logam kuning.

Salah satu dampak dari kabar Brexit tersebut membuat harga logam kuning bergerak turun dan berakhir negatif di $1.241,75 per troy ounce pada sesi Kamis, menurut data MetaTrader yang digunakan tim analis ForeSignal88.com (FS88).

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

Sumber gambar: World Gold Council

Share This

Berita Komoditas Lainnya

January 23, 2019

Harga Emas Terseret Penguatan Ekuitas Asia

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/01/2019 – Hingga Rabu siang ini, dari pantauan tim analisis pasar keuangan ForexSignal88.com (FS88), harga emas (XAUUSD) masih bergerak tipis ke arah selatan dengan level terendah sementara di $1.282,90. Dolar AS yang sempat…
January 23, 2019

Pandangan IMF Dukung Harga Emas

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/01/2019 – Harga emas menguat pada hari Selasa, didukung oleh minat para investor yang mencari perlindungan di tengah kembalinya kekhawatiran pasar terhadap perlambatan pertumbuhan global. Namun untuk sementara penguatan harga…
January 22, 2019

Selera Risiko Perlahan Bergeser, Harga Emas Tetap di Bawah Tekanan

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2019 – Hingga Selasa siang pergerakan harga emas masih tipis dan dibayangi tekanan jual, bergerak di dekat posisi terendah tiga minggu yang disentuh pada sesi Senin, di tengah gelombang pemulihan dolar AS. Greenback yang…
January 22, 2019

Risk-On Masih Bebani Harga Emas

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2019 – Harga emas tergelincir ke level terendah dalam hampir sebulan pada hari Senin karena dolar AS dan selera risiko yang lebih besar menyapu dukungan bagi emas yang datang dari potensi jeda kenaikan suku bunga AS di tahun…
January 21, 2019

Harga Emas Stabil Setelah Terkikis di Pekan Lalu

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/01/2019 – Harga emas bergerak tipis dan relatif stabil pada hari Senin karena ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan menghentikan siklus kenaikan suku bunga multi-tahunnya, diimbangi oleh pemulihan selera para investor…