ForexSignal88.com l Jakarta, 08/01/2018 – Pada perdagangan akhir pekan lalu, harga minyak dunia bergerak seragam dimana harga minyak WTI dan harga minyak Brent berjalan serasi untuk alami pelemahannya sebagai bentuk aksi ambil untung sesaatnya meski kondisi Iran yang tidak kondusif serta cuaca buruk di AS yang dapat memberikan dampak terganggunya pasokan minyak dunia disertai pula masih turunnya persediaan minyak AS.

Produksi minyak serpih (oil shale) AS sudah mendekati angka 10 juta bph dimana pekan lalu EIA melaporkan bahwa produksi minyak serpih AS naik 28 ribu bph menjadi 9,8 juta bph. Diperkirakan investor bahwa produksi minyak serpih di akhir kuartal pertama tahun ini bisa melampaui 10 juta bph, apalagi Presiden Trump mempunyai rencana energi 5 tahunan yang ingin melakukan eksplorasi cadangan minyak lepas pantai AS yang berada di Samudera Pasifik dan Atlantik.

Cadangan minyak lepas pantai AS tersebut telah ditutup ketika terjadi peristiwa ‘Deepwater Horizon’ di kala Presiden Obama menjabat dan kawasan tersebut waktu itu dijadikan sebagai kawasan lindung hingga sekarang. Rencana Trump sejauh ini langsung mendapatkan reaksi yang negatif dari kelompok pencinta lingkungan serta beberapa gubernur negara bagian serta sebagian anggota parlemen AS.

Hal ini membuat harga minyak jenis West Texas Intermediate kontrak Februari di bursa New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk ditutup melemah $0,57 atau 0,92% di level $61,44 per barel. Untuk perdagangan dalam seminggu lalu, harga minyak jenis WTI mengalami kenaikan sebesar 1,7%. Sedangkan minyak jenis Brent kontrak Februari di pasar ICE Futures London ditutup melemah $0,45 atau 0,66% di harga $67,62 per barel. Untuk perdagangan dalam seminggu lalu, harga minyak jenis Brent mengalami kenaikan sebesar 1,1%.

Pelemahan harga minyak akhir pekan lalu tidak berlangsung secara besar karena Baker Hughes melaporkan bahwa 5 kilang minyak AS sudah dinonaktifkan sehingga secara total kilang yang aktif menjadi 742 kilang atau turun dari pekan sebelumnya.

Sebelumnya harga minyak masih bertahan di level tertinggi sejak 2 setengah tahun karena investor gusar melihat kondisi politik Iran yang kurang kondusif sejak akhir tahun lalu. Iran seperti kita ketahui merupakan negara produsen minyak OPEC terbesar ke tiga dimana para demonstran menuntut turunnya rezim yang berkuasa karena gagal memperbaiki ekonomi Iran.

Tuntutan para pendemo Iran tersebut sejauh ini memang belum mengganggu layanan terhadap produksi dan ekspor minyak Iran, namun investor khawtir akan terjadinya sanksi yang bisa dijatuhkan AS sewaktu-waktu seperti berupa embargo minyak kembali yang terjadi beberapa tahun lalu sehingga bisa mengubah peta pasokan minyak dunia.

Tingginya harga minyak juga didukung oleh tingginya aktivitas industri di Eropa, Asia dan AS, sehingga permintaan minyak sedang membaik namun di sisi lain terdapat beberapa gangguan pasokannya seperti gangguan cuaca dan masalah politik. Penguatan harga minyak pekan lalu didukung oleh penundaan pengiriman minyak AS oleh tanker-tanker yang akan berlayar ke seluruh dunia, karena kondisi cuaca yang buruk sedang terjadi di sebagian besar kawasan AS sedang dilanda musim dingin yang ekstrem. Tentunya kondisi ini dapat mengganggu pasokan minyak dunia.

Dari OPEC juga dilaporkan bahwa tingkat kepatuhan pembatasan pasokan minyak 1,8 juta bph naik dari 125% di November menjadi 128% di Desember lalu.

Sumber berita: ForexSignal88, Bloomberg, Investing, MarketWatch, Reuters

Sumber gambar: Bidnessetc

Share This

Berita Komoditas Lainnya

December 19, 2018

Emas Naik ke Level Tertinggi Lebih dari Lima Bulan Menunggu Prospek Fed

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/12/2018 – Harga emas bergerak naik perlahan hingga ke puncak tertinggi dalam lebih dari lima bulan terakhir pada hari Rabu siang karena dolar AS yang melunak menjadi dukungan bagi bullion di saat para investor menunggu isyarat…
December 19, 2018

Harga Emas Terangkat Penurunan Dolar AS

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/12/2018 – Harga emas membukukan kenaikan moderat pada hari Selasa sekaligus mencatatkan harga penutupan tertinggi dalam lima bulan. Harga emas mendapatkan dukungan dari dolar AS yang lebih lemah menjelang pembaruan kebijakan…
December 18, 2018

Harga Emas Naik karena Greenback Tertekan Menjelang Agenda Fed

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Harga emas terpantau bergerak naik sedikit pada hari Selasa siang menjelang pertemuan penting Federal Reserve karena spekulasi pasar bahwa tanda-tanda gejolak ekonomi dapat mendorong bank sentral tersebut untuk segera…
December 18, 2018

Harga Emas Positif, Pasar Tunggu FOMC

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Harga emas naik pada hari Senin seiring terjadinya penurunan indeks dolar AS, imbal hasil Treasury dan bursa saham AS serta komentar dari seorang manajer pengelola dana terkenal. Semua faktor itu mendorong harga emas…
December 17, 2018

Harga Emas Tak Bergairah Hingga Senin Siang

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/12/2018 – Harga emas masih enggan bergerak hingga Senin siang setelah pada sesi penutupan pekan lalu merosot ke $1.232,70. Tekanan jual menghampiri perdagangan komoditas tersebut menjelang pertemuan Federal Reserve di pekan…