ForexSignal88.com l Jakarta, 27/12/2017 – Sejak awal tahun hingga kini menjelang penutupan tahun, harga logam kuning sudah naik 12 persen. Analis dari Citi Group melihat harga emas cenderung didukung oleh sebuah "new normal" ketegangan geopolitik yang berpotensi meningkat dalam tahun-tahun mendatang.

Menurut analis Citi, faktor geopolitik untuk investasi emas telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir dan tampaknya sama kuatnya hari ini dari pada di saat manapun selama empat dekade terakhir. Akibatnya, harga emas diperkirakan akan terus terdorong ke utara ke $1.400 per troy ounce untuk periode yang berkelanjutan sampai tahun 2020.

Pemilu dan pemungutan suara di ranah politik, serangan militer dan krisis makroekonomi diakui oleh Citi sebagai beberapa peristiwa geopolitik penting yang cenderung mempengaruhi investasi emas. Dan sementara analis Citi mengatakan tidak ada pola yang konsisten untuk kinerja harga emas di tengah ketidakpastian global seperti itu, harga terlihat semakin menguat selama periode ini.

Para investor cenderung beralih ke aset safe haven seperti emas, franc Swiss dan yen Jepang pada saat terjadi gejolak geopolitik karena aset tradisional seperti saham dan obligasi sering dianggap sebagai investasi yang lebih mudah berubah alias volatile.

"Penawaran berbasis event (event-driven bids) untuk emas sepertinya akan terjadi lebih sering dan mungkin menjadi sebuah normal baru (new normal). Singkatnya, meski harga dan jalur valas mendominasi prospek harga emas, logam kuning semakin banyak digunakan oleh investor sebagai kebijakan dan tail risk hedge," kata analis Citi.

Citi memproyeksikan harga emas berada di jalur turun ke $1.270 per troy ounce pada akhir 2018, sebelum naik ke sekitar $1.350 per troy ounce dan $1.370 per troy ounce selama dua tahun berikutnya.

Sementara itu kepada CNBC, Nandini Ramakrishnan, ahli strategi pasar global di JPMorgan, mengingatkan bahwa secara filosofis semua orang menginginkan emas, karena aset itu akan selalu aman tapi ada risiko penurunan yang besar.

Ramakrishnan mengatakan harga emas telah menunjukkan pergerakan besar-besaran mirip dengan pasar ekuitas sebelum menjadi sebuah peringatan tersendiri bahwa para investor juga harus memperlakukan komoditas tersebut dengan hati-hati.

Sumber berita: ForexSignal88, CNBC

Sumber gambar: Sputnik News

Share This

Berita Komoditas Lainnya

December 19, 2018

Emas Naik ke Level Tertinggi Lebih dari Lima Bulan Menunggu Prospek Fed

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/12/2018 – Harga emas bergerak naik perlahan hingga ke puncak tertinggi dalam lebih dari lima bulan terakhir pada hari Rabu siang karena dolar AS yang melunak menjadi dukungan bagi bullion di saat para investor menunggu isyarat…
December 19, 2018

Harga Emas Terangkat Penurunan Dolar AS

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/12/2018 – Harga emas membukukan kenaikan moderat pada hari Selasa sekaligus mencatatkan harga penutupan tertinggi dalam lima bulan. Harga emas mendapatkan dukungan dari dolar AS yang lebih lemah menjelang pembaruan kebijakan…
December 18, 2018

Harga Emas Naik karena Greenback Tertekan Menjelang Agenda Fed

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Harga emas terpantau bergerak naik sedikit pada hari Selasa siang menjelang pertemuan penting Federal Reserve karena spekulasi pasar bahwa tanda-tanda gejolak ekonomi dapat mendorong bank sentral tersebut untuk segera…
December 18, 2018

Harga Emas Positif, Pasar Tunggu FOMC

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Harga emas naik pada hari Senin seiring terjadinya penurunan indeks dolar AS, imbal hasil Treasury dan bursa saham AS serta komentar dari seorang manajer pengelola dana terkenal. Semua faktor itu mendorong harga emas…
December 17, 2018

Harga Emas Tak Bergairah Hingga Senin Siang

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/12/2018 – Harga emas masih enggan bergerak hingga Senin siang setelah pada sesi penutupan pekan lalu merosot ke $1.232,70. Tekanan jual menghampiri perdagangan komoditas tersebut menjelang pertemuan Federal Reserve di pekan…