ForexSignal88.com l Jakarta, 09/03/2018 – Pada perdagangan bursa komoditi dari pagi hingga sore hari ini, harga minyak WTI dan Brent bergerak seragam di mana minyak WTI dan minyak Brent menguat tipis setelah Presiden Trump akan segera bertemu dengan Presiden Kim Jong-un.

Menteri Pertahanan Korea Selatan telah menyatakan secara resmi kepada Gedung Putih bahwa Presiden Korea Utara ingin segera bertemu dengan Presiden Donald Trump untuk membahas denuklirisasi dan penghapusan embargo bagi Korea Utara. Dijadwalkan perudningan antara kedua pihak yang telah berseteru ini akan terjadi di bulan Mei nanti, dan sejauh ini Presiden Trump telah setuju untuk bertemu dengan Presiden Kim.

Situasi geopolitik Korea yang agak mendingin tentunya juga akan menguntungkan bagi minyak karena salah satu kausul embargo ke Korea Utara tersebut adalah pengiriman minyak dari Rusia yang tentunya jika dicabut embargonya maka ekspor minyak ke Korea akan dibuka kembali.

Hal ini membuat harga minyak jenis West Texas Intermediate kontrak April di bursa New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk sementara menguat $0,08 atau 0,13% di level $60,20 per barel. Sedangkan minyak Brent kontrak Mei di pasar ICE Futures London sementara menguat $0,13 atau 0,20% di harga $63,74 per barel.

Sejak tahun lalu sisi geopolitik Korea ini terus membayangi untuk harga minyak tidak menguat padahal OPEC sudah membatasi pasokan minyak dunia, karena investor minyak sangat khawatir bahwa masalah geopolitik Korea ini bisa menghambat kelancaran pasokan minyak khususnya ke Korea Selatan, China dan Jepang serta Rusia.

Situasi kebijakan fiskal Trump yang ditakutkan bisa menimbulkan perang dagang dunia dan membuat harga minyak melemah, kali ini sedikit tereliminasi setelah semalam sudah disahkan oleh Trump dan sedikit memberikan kelonggaran kepada Kanada dan Meksiko untuk dibebaskan tidak ikut dikenakan oleh tarif baru tersebut, sehingga invetsor merasa yakin bahwa kebijakan tarif impor tersebut masih bisa dibicarakan dan bisa terhimdar perang dagang dunia.

Penguatan minyak juga didukung oleh dolar AS yang sedikit mengalami tekanan dari mata uang utama dunia khususnya mata uang Australia dan Inggris, sehingga harga minyak sendiri bisa membaik. Seperti kita ketahui bahwa korelasi antara dolar AS dan harga minyak sangat dekat karena usaha beli minyak biasanya menggunakan mata uang AS tersebut. Semakin dolar AS melemah maka usaha beli minyak akan terlihat semakin murah dan kuantitas belinya tentunya akan bertambah.

Investor sebetulnya masih khawatir dengan rilisnya data-data persediaan minyak AS di mana EIA semalam menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS di pekan lalu mengalami kenaikan sebesar 2,408 juta barel. EIA juga menyatakan bahwa telah terjadi revisi atas produksi minyak AS yang diperkirakan mengalami kenaikan produksi sebesar 120 ribu bph menjadi 11,17 juta bph pada kuartal keempat 2018. Ini berarti akan membawa AS melewati produksi minyak Rusia dan akan menjadi produsen utama minyak dunia. Seperti kita ketahui bahwa tahun lalu AS sudah melewati produksi minyak Arab Saudi.

Tahun 2019 menurut perkiraan EIA bahwa akan terjadi kenaikan produksi minyak AS sebesar 570 ribu bph menjadi 11,27 juta bph atau naik dari sebelumnya 11,04 juta bph. Produksi minyak AS pekan lalu naik 86 ribu bph menjadi 10,369 juta bph.

Sumber berita: Bloomberg, ForexSignal88.com, MarketWatch, Reuters

Sumber gambar: CNBC

Berita Komoditas Lainnya

December 17, 2018

Harga Emas Tak Bergairah Hingga Senin Siang

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/12/2018 – Harga emas masih enggan bergerak hingga Senin siang setelah pada sesi penutupan pekan lalu merosot ke $1.232,70. Tekanan jual menghampiri perdagangan komoditas tersebut menjelang pertemuan Federal Reserve di pekan…
December 17, 2018

Harga Emas Meredup, Terbayangi oleh Kemilau Dolar AS

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/12/2018 – Harga emas jatuh ke level terendah dalam lebih dari seminggu pada hari Jumat (14/12) dan membukukan penurunan mingguan terbesar dalam lebih dari sebulan karena dolar AS naik pada data ekonomi AS yang kuat menjelang…
December 14, 2018

Harga Emas Stabil Seiring Beralihnya Fokus Pasar ke Fed Meeting

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/12/2018 – Harga emas relatif stabil pada Jumat siang meskipun dibayangi tekanan jual. Stabilitas ini didukung oleh ketidakpastian di sekitar prospek kebijakan Federal Reserve untuk tahun depan. Harga logam mulia ini berada di…
December 14, 2018

Emas Turun karena Palladium Mundur Titik Rekor Tertinggi

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/12/2018 – Harga emas berakhir lebih rendah pada hari Kamis, dengan kekuatan dolar AS secara keseluruhan memaksa harga logam itu bergerak mundur lebih jauh. Harga palladium yang menjauh dari rekor harga penutupan (settlement)…
December 13, 2018

Harga Emas Merosot Tipis karena Kabar Brexit dan AS-China

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/12/2018 – Harga emas merosot tipis sejak Kamis pagi karena dolar AS mulai stabil setelah menurun dari level tertinggi satu bulan di sesi sebelumnya sedangkan palladium naik ke rekor tertinggi sepanjang masa $1.264,25 pada awal…