ForexSignal88.com l Jakarta, 24/12/2018 – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah membahas pemecatan Ketua Bank Sentral Federal Reserve Jerome Powell. Langkah ini diambil lantaran The Fed kembali kenaikan suku bunga minggu ini. Selain itu, Trump menilai Powell tidak mampu mencegah kerugian pasar saham selama beberapa bulan terakhir.

Mengutip Bloomberg pada Minggu (23/12), penasihat yang dekat dengan Trump meragukan bila Trump akan bergerak melawan Powell. Ia berharap kemarahan sang Presiden reda selama liburan. Sebelumnya beberapa penasihat Trump telah memperingatkan orang nomor satu di AS ini bahwa memecat Powell akan menjadi langkah yang berbahaya.

Setiap upaya Trump untuk mendorong Powell akan berpotensi menimbulkan efek yang menghancurkan di pasar keuangan, merusak kepercayaan investor pada kemampuan bank sentral untuk mengelola ekonomi tanpa campur tangan politik.

Juru bicara Gedung Putih menolak berkomentar, seperti yang dilakukan juru bicara Fed Michelle Smith. Padahal presiden telah berbicara secara pribadi tentang rencana pemecatan Powell berkali-kali dalam beberapa hari terakhir.

Asal tahu saja, Undang-Undang Federal Reserve mengatakan bahwa para gubernur dapat dihilangkan karena alasan Presiden. Karena ketua tersebut juga seorang gubernur, sehingga hukum ini dapat berlaku bagi Powell.

Bila langkah pemecatan tetap diambil maka akan muncul keraguan akan independensi The Fed. Meskipun Powel dicalonkan oleh Trump, Powell dianggap terisolasi dari ketidakpuasan presiden oleh tradisi penghormatan terhadap independensi bank sentral.

Pemisahan politik dari kebijakan moneter seharusnya menanamkan kepercayaan bahwa pejabat Fed akan melakukan apa yang benar bagi perekonomian dalam jangka panjang daripada membungkuk pada keinginan jangka pendek politisi.

Frustrasi Trump dengan Powell meningkat dalam beberapa hari terakhir. Trump ingin bank sentral menghentikan kenaikan suku bunga lantaran memperlambat pertumbuhan ekonomi nasional. Namun langkah Trump ini dapat menjadi bumerang lantaran akan mengguncang pasar keuangan yang sudah bergolak.

Bahkan perubahan rutin di puncak bank sentral menciptakan ketidakpastian di pasar ketika investor mencoba menilai seberapa keras pemimpin baru dalam mencegah ekonomi dari terlalu panas dan mempercepat inflasi.

Masalah lain, dengan pemberhentian Powell maka ketua bank sentral baru akan meminta kepastian agar nasibnya tidak serupa dengan Powell. Dalam arti, tidak dipecat lantaran alasan politik.

Trump berada di tengah pergolakan pemerintahannya. Sejak pemilu sela November lalu, dia mengumumkan menghentikan Sekretaris Dalam Negeri Ryan Zinke dan Sekretaris Pertahanan James Mattis. Pada saat yang sama, penutupan sebagian pemerintah federal telah menambah kebingunan investor di Washington.

Sedangkan ekuitas AS tercatat pada minggu terburuk sejak 2011 dengan indeks saham AS yakni S&P 500 jatuh 7,1% dan Nasdaq Composite turun ke posisi bearish. Trump telah banyak menyalahkan The Fed, ia mengatakan pada satu titik di bulan Oktober bahwa bank sentral "akan bergerak" untuk menaikkan suku bunga.

Beberapa kemarahan Trump telah diarahkan pada Menteri Keuangan Steven Mnuchin atas perannya dalam membujuk presiden untuk memilih Powell untuk memimpin The Fed.

Powell telah menanggung beban kritik baru-baru ini, dibumbui oleh keluhan publik tentang suku bunga dari presiden dan setidaknya salah satu penasihatnya. Kurang dari dua minggu lalu, sebelum keputusan suku bunga terbaru Fed, Trump mengatakan Powell "terlalu agresif, terlalu agresif, sebenarnya terlalu agresif."

Dia mengatakan kepada Reuters bahwa bank sentral bodoh bila melanjutkan kenaikan suku bunga.

The Fed mengumumkan kenaikan suku bunga yang diantisipasi secara luas pada hari Rabu lalu dan Powell mengisyaratkan dia akan lebih berhati-hati tentang pengetatan tahun depan. Tetapi kekhawatiran investor terhadap komentar ketua menyebabkan ekuitas AS mencatat penurunan tertajam mereka untuk hari pengumuman Komite Pasar Terbuka Federal sejak 2011.

Sumber : Forexsignal88.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Forex Lainnya

May 29, 2020

Drama Kisruh Hong Kong Sampai Bawa AS dan China ke Meja PBB

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 29/05/2020 – Amerika Serikat (AS) dan China bentrok di markas Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) saat membahas isu Hong Kong pada Rabu (27/5). Bentrokan terjadi setelah China menolak permintaan AS untuk menggelar rapat Dewan…
May 29, 2020

Ekonomi Jerman Diprediksi Susut 6.6% Terkait Pandemi

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 29/05/2020 – Ekonomi Jerman berpotensi menyusut 6,6% tahun ini sebagai konsekuensi dari krisis akibat virus corona (Covid-19) sebelum nantinya akan tumbuh sebesar 10,2% pada tahun 2020. Menurut analisa Institut Ifo yang dimuat…
May 29, 2020

Pernyataan Positif Topang Kenaikan Aussie Dollar di Sesi Tengah Pekan

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 29/05/2020 – Philip Lowe melontarkan pernyataan optimis terkait kondisi perekonomian yang terkena dampak pandemi Corona (Covid-19). Ketua bank sentral Australia (RBA) tersebut berpendapat bahwa pandemi memang berpengaruh cukup…
May 28, 2020

Makin Panas! AS Minta Para Sekutunya Putuskan Hubungan Bisnis dengan China

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 28/05/2020 – Dalam beberapa pekan terakhir, Amerika Serikat (AS) meminta sekutu-sekutunya untuk memutuskan hubungan dengan Cina di berbagai bidang dengan risiko keamanan. Melansir The Jerusalem Post, seorang pejabat AS dengan…
May 28, 2020

Anggaran Militer Naik, Tentara China Siaga Tempur

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 28/05/2020 – Presiden China Xi Jinping mengatakan bahwa tentara Cina harus meningkatkan kesiapannya untuk menghadapi konfrontasi bersenjata dan meningkatkan kemampuan tugas-tugas militer. Hal ini diungkapkannya ketika peningkatan…