ForexSignal88.com l Jakarta, 02/04/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih mengalami tekanan dari mata uang utama dunia, kecuali terhadap yen, sebagai bentuk kewaspadaan tinggi investor pasca pengenaan tarif impor China terhadap produk-produk asal AS.

Seperti kita ketahui sebelumnya pada perdagangan akhir pekan kemarin bahwa dolar AS mengalami tekanannya dari mata uang utama dunia lainnya, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup menguat di level 1,2321, GBPUSD ditutup menguat di level 1,4021, AUDUSD ditutup menguat di level 0,7685 dan USDJPY ditutup melemah di level 106,27. Dan untuk sementara di pagi ini, EURUSD bergerak di level 1,2326, GBPUSD bergerak di level 1,4052, AUDUSD di level 0,7686 dan yen di level 106,32.

Indeks dolar sendiri pada perdagangan akhir kuartal pertama kemarin secara umum mengalami tekanan kurang dari 1% terhadap mata uang utama dunia lainnya. Sebelumnya nilai dolar AS membaik selain karena faktor jelang berakhirnya posisi perdagangan akhir kuartal pertama dan perdagangan bulanan, penguatan mata uang AS tersebut juga didukung oleh upaya China dan AS yang secara diam-diam sedang berunding untuk menyepakati pemberian keleluasaan AS dalam mengekspor produknya dan ingin China membuka investasi di sektor perbankannya.

Taktik proteksi perdagangan Trump telah berhasil menekan China untuk berunding kembali agar menyepakati ulang masalah kerjasama bisnisnya dengan AS, sehingga perlahan-lahan bisa memperbaiki perjanjian kerjasama bisnis dari pihak AS.

Penguatan dolar AS sepanjang pekan lalu juga didukung oleh membaiknya data laju pertumbuhan ekonomi AS yang secara diluar dugaan menguat tajam dari 2,5% menjadi 2,9%, dan juga di atas perkiraan pasar sekitar 2,8%. Serta data klaim pengangguran yang dilaporkan terbaik sejak 1973 dan data inflasi yang masih bertahan di angka 1,6%.

Program denuklirisasi Korea Utara dan segera berundingnya Presiden Kim Jong-un dengan Presiden Trump serta dengan negara-negara tetangganya, seperti dengan Jepang dan Korea Selatan, ini tentu membantu dolar AS untuk pulih setelah sejak awal bulan lalu mengalami tekanan demi tekanan, mulai dari masalah kebijakan tarif logam Trump, nada dovish dari ketua the Fed Jerome Powell bahwa suku bunga the Fed hanya naik secara bertahap dan masalah perang dagang AS-China.

Yen sendiri sedikit mengalami tekanan pagi ini setelah data survei tankan yang berisi dengan latar belakang kepercayaan bisnis Jepang mengalami penurunannya sehingga investor sepertinya enggan mengoleksi yen untuk sementara.

Euro dan pound sendiri masih dapat menguat terhadap greenback setelah China mulai hari ini telah memulai memberlakukan tarif baru terhadap 128 produk asal AS yang dikenakan tambahan tarif sekitar 15% sehingga hal ini akan semakin memunculkan kembali semangat perang dagang tersebut. Situasi perang dagang akan selalu membawa dampak yang kurang bagus bagi kinerja dolar AS.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, ForexSignal88

Sumber gambar: CNBC

Share This

Berita Forex Lainnya

January 23, 2019

ASTAGA !! Pasar Keuangan Global 'RONTOK' Gara-gara Peringatan IMF & Perang Dagang

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/01/2019 – Pesimisme tentang pertumbuhan global memicu turunnya pasar keuangan dunia, Selasa (22/1/2019), dan membuat para investor mencari perlindungan ke aset-aset yang relatif lebih aman, seperti dolar, obligasi pemerintah,…
January 23, 2019

Risk Appetite Bergeser, Dolar AS Mulai Tergusur

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/01/2019 – Dolar AS jatuh terhadap yen Jepang pada hari Selasa karena kekhawatiran tentang pertumbuhan global yang lesu dan berlanjutnya ketegangan perdagangan AS-Tiongkok mendorong para investor untuk mulai mencari aset safe…
January 22, 2019

HOT ISSUES : Negeri Sakura Diprediksi Akan Mengalami RESESI FISKAL !!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2019 – Jepang, negara Asia dengan perekonomian terbesar ketiga di dunia, diprediksi bisa jatuh ke dalam resesi di tahun fiskal 2019. Negara yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada ekspor itu telah terpukul oleh…
January 22, 2019

Pergerakan Forex Stabil, GBP Masih Pimpin Pasar

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2019 – Dinamika bursa forex sejak kemarin hingga Selasa pagi tampak stabil. Tidak banyak perubahan besar yang tercatat dari pergerakan beberapa pasangan mata uang di sesi perdagangan Senin. Safe haven yen Jepang menguat…
January 21, 2019

China : Banyak Analis Memperkirakan China Mengalami Kontraksi PERTUMBUHAN EKONOMI TERLAMBAT 28 Tahun

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/01/2019 – Sejumlah analis memprediksi, China akan melaporkan pertumbuhan ekonomi paling lambat dalam 28 tahun terakhir di tengah pelemahan permintaan domestik dan kenaikan tarif ekspor ke Amerika Serikat (AS). Kondisi ini akan…