ForexSignal88.com l Jakarta, 18/07/2018 – Dolar AS menguat pada hari Selasa karena Ketua Federal Reserve Jerome Powell memberikan penilaian optimis pada ekonomi AS sekaligus mengecilkan dampak dari kebijakan perdagangan global saat ini terhadap prospek pengetatan moneter lebih lanjut.

Para investor mengamati komentar Powell tentang perdagangan global untuk mencari petunjuk apakah isu itu dapat memperlambat laju kenaikan suku bunga The Fed. Ketika Powell ternyata tidak menggubris isu perdagangan global, para analis mengatakan bahwa itu adalah sebuah lampu hijau untuk kembali memborong dolar AS.

Powell mengatakan dalam sambutannya yang disampaikan di hadapan Komite Perbankan Senat AS bahwa akan sulit untuk memprediksi bagaimana negosiasi kebijakan perdagangan dapat berdampak pada ekonomi AS. Dia juga mengatakan ekonomi negara itu sedang berada di titik puncak tertinggi dalam beberapa tahun terakhir di mana pasar kerja tetap kuat dan inflasi tetap di sekitar target 2 persen The Fed.

Richard Franulovich, kepala strategi forex di Westpac Banking Corp di New York, menilai bahwa tidak ada satupun hal dovish yang disampaikan Powell. Menurutnya kondisinya masih solid dan Powell cukup optimistis pada prospek ekonomi. Gambaran global yang disampaikannya terlihat solid saat dia memaparkan daftar panjang alasan mengapa pasar harus berharap tentang pertumbuhan ekonomi yang solid.

Sebagai akibatnya, di hari Selasa dolar AS melonjak terhadap yen, naik ke ¥112,90 dan pada Rabu pagi masih bergerak naik dengan level tertinggi sementara saat berita ini ditulis di ¥113,06.

Terhadap euro, dolar AS juga menguat sehingga pasangan mata uang EURUSD jatuh ke $1,1649 dan ditutup negatif di $1,1660.

Pound sterling juga menerima pukulan telak dari dolar AS, jatuh dari $1,3269 ke $1,3069 dan ditutup negatif di $1,3115. Selain karena data pendapatan rata-rata para pekerja Inggris yang di bawah data periode sebelumnya, tantangan baru yang harus dihadapi Perdana Menteri Theresa May dari parlemen terkait Brexit juga menjadi beban bagi mata uang kesatuan empat kerajaan tersebut.

Hari ini para pelaku pasar masih akan memantau kesaksian Powell di Kongres AS selain data-data ekonomi regular seperti data inflasi Inggris, inflasi Eropa, data izin pendirian bangunan dan pembangunan perumahan di AS.

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

Sumber gambar: Marketwatch

Share This

Berita Forex Lainnya

January 23, 2019

ASTAGA !! Pasar Keuangan Global 'RONTOK' Gara-gara Peringatan IMF & Perang Dagang

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/01/2019 – Pesimisme tentang pertumbuhan global memicu turunnya pasar keuangan dunia, Selasa (22/1/2019), dan membuat para investor mencari perlindungan ke aset-aset yang relatif lebih aman, seperti dolar, obligasi pemerintah,…
January 23, 2019

Risk Appetite Bergeser, Dolar AS Mulai Tergusur

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/01/2019 – Dolar AS jatuh terhadap yen Jepang pada hari Selasa karena kekhawatiran tentang pertumbuhan global yang lesu dan berlanjutnya ketegangan perdagangan AS-Tiongkok mendorong para investor untuk mulai mencari aset safe…
January 22, 2019

HOT ISSUES : Negeri Sakura Diprediksi Akan Mengalami RESESI FISKAL !!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2019 – Jepang, negara Asia dengan perekonomian terbesar ketiga di dunia, diprediksi bisa jatuh ke dalam resesi di tahun fiskal 2019. Negara yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada ekspor itu telah terpukul oleh…
January 22, 2019

Pergerakan Forex Stabil, GBP Masih Pimpin Pasar

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2019 – Dinamika bursa forex sejak kemarin hingga Selasa pagi tampak stabil. Tidak banyak perubahan besar yang tercatat dari pergerakan beberapa pasangan mata uang di sesi perdagangan Senin. Safe haven yen Jepang menguat…
January 21, 2019

China : Banyak Analis Memperkirakan China Mengalami Kontraksi PERTUMBUHAN EKONOMI TERLAMBAT 28 Tahun

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/01/2019 – Sejumlah analis memprediksi, China akan melaporkan pertumbuhan ekonomi paling lambat dalam 28 tahun terakhir di tengah pelemahan permintaan domestik dan kenaikan tarif ekspor ke Amerika Serikat (AS). Kondisi ini akan…