ForexSignal88.com l Jakarta, 29/08/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin melemah kembali terkait dengan hasil data sentimen konsumen AS yang membaik.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan sebelumnya, kondisi greenback mengalami tekanan dari beberapa mata uang utama dunia lainnya, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup menguat di level 1,1694, GBPUSD ditutup melemah di level 1,2869, AUDUSD ditutup melemah di level 0,7336 dan USDJPY ditutup menguat di level 111,17.

Dan untuk sementara di pagi ini, EURUSD bergerak di level 1,1688, GBPUSD bergerak di level 1,2863, AUDUSD di level 0,7341 dan yen di level 111,23.

Di perdagangan sebelumnya, indeks dolar AS diperdagangkan masih kurang berhasil membaik dengan pemicu setelah beberapa pelaku pasar melihat aksi melepas dolar AS yang muncul akibat dari pernyataan Powell dan Trump. Sebelumnya Trump ingin agar the Fed dalam mengeluatkan kebijakan moneternya tidak mudah untuk menaikkan suku bunganya karena negara lain lebih memanfaatkan penguatan mata uang AS tersebut sehingga neraca perdagangan AS sedang rapuh.

Rupanya keinginan Trump tersebut disambut oleh ketua the Fed Jerome Powell yang juga mulai berhati-hati dalam menentukan kebijakan moneter nanti supaya dolar AS tidak langsung menguat lebih besar lagi. Pernyataan Powell menjadi sinyal kuat bahwa mata uang AS harus melemah dalam jangka waktu yang agak lama.

Komentar Trump dan Powell tersebut telah membuat perubahan tren yang melemah bagi dolar AS. Faktor keberhasilan perundingan perdagangan antara AS dengan Meksiko dan serta merta Knada kemungkinan besar mendukung upaya greenback untuk tertekan lebih besar lagi di hari ini, mengingat upaya Trump dan Powell mendapat sambutan positif pasar dengan langkah beberapa bank sentral dunia lainnya yang ingin agar mata uangnya juga tidak terlalu juga menguat terhadap dolar AS.

Kondis tensi perang dagang yang sedikit memudar memang akan membuat aksi safe haven berakhir dan tampaknya tren ini sedang berlangsung sepanjang hari ini dengan harapan ini bisa terjaga dengan melemahnya dolar AS.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, ForexSignal88

Sumber gambar: Reuters

Share This

Berita Forex Lainnya

January 23, 2019

ASTAGA !! Pasar Keuangan Global 'RONTOK' Gara-gara Peringatan IMF & Perang Dagang

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/01/2019 – Pesimisme tentang pertumbuhan global memicu turunnya pasar keuangan dunia, Selasa (22/1/2019), dan membuat para investor mencari perlindungan ke aset-aset yang relatif lebih aman, seperti dolar, obligasi pemerintah,…
January 23, 2019

Risk Appetite Bergeser, Dolar AS Mulai Tergusur

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/01/2019 – Dolar AS jatuh terhadap yen Jepang pada hari Selasa karena kekhawatiran tentang pertumbuhan global yang lesu dan berlanjutnya ketegangan perdagangan AS-Tiongkok mendorong para investor untuk mulai mencari aset safe…
January 22, 2019

HOT ISSUES : Negeri Sakura Diprediksi Akan Mengalami RESESI FISKAL !!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2019 – Jepang, negara Asia dengan perekonomian terbesar ketiga di dunia, diprediksi bisa jatuh ke dalam resesi di tahun fiskal 2019. Negara yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada ekspor itu telah terpukul oleh…
January 22, 2019

Pergerakan Forex Stabil, GBP Masih Pimpin Pasar

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2019 – Dinamika bursa forex sejak kemarin hingga Selasa pagi tampak stabil. Tidak banyak perubahan besar yang tercatat dari pergerakan beberapa pasangan mata uang di sesi perdagangan Senin. Safe haven yen Jepang menguat…
January 21, 2019

China : Banyak Analis Memperkirakan China Mengalami Kontraksi PERTUMBUHAN EKONOMI TERLAMBAT 28 Tahun

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/01/2019 – Sejumlah analis memprediksi, China akan melaporkan pertumbuhan ekonomi paling lambat dalam 28 tahun terakhir di tengah pelemahan permintaan domestik dan kenaikan tarif ekspor ke Amerika Serikat (AS). Kondisi ini akan…