ForexSignal88.com l Jakarta, 19/12/2018 – Dolar AS jatuh ke level terendah dalam satu minggu pada hari Selasa karena para investor terus mengurangi pertaruhan posisi beli pada mata uang tersebut. Greenback melemah untuk sesi kedua berturut-turut.

Para investor dan pedagang sedang mengantisipasi rapat kebijakan Federal Reserve yang akan berakhir hari ini (Kamis dini hari waktu Indonesia) di mana bank tersebut diperkirakan dapat memperlambat laju kenaikan suku bunga AS.

Penurunan besar di Wall Street pada hari Senin, data ekonomi AS dan global terkini serta gejolak pasar yang terus-menerus terjadi telah mendorong pandangan pasar bahwa kenaikan suku bunga The Fed secara luas pada hari Rabu dapat menandai berakhirnya masa tiga tahun kenaikan suku bunga yang stabil.

Komentar kritis Presiden AS Donald Trump tentang The Fed juga tidak menjadi faktor penyebab lemahnya dolar AS. Dalam tweet-nya semalam, Trump menyampaikan kritik baru kepada The Fed, mengatakan bahwa hal yang “luar biasa” dilakukan bank sentral AS untuk mempertimbangkan pengetatan kebijakan mengingat adanya ketidakpastian ekonomi dan politik global.

Shaun Osborne, kepala strategi FX di Scotiabank di Toronto, berpendapat jika ternyata The Fed tidak menaikkan suku bunganya maka akan menjadi kejutan yang signifikan sekaligus menjadi faktor negatif besar bagi dolar ASmeskipun ada sedikit keraguan bahwa volatilitas pasar ekuitas bakal menciptakan kegelisahan bagi para pembuat kebijakan.

Osborne mencatat bahwa ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed telah berkurang dengan pasar sekarang melihat peluang 70 persen bagi kenaikan suku bunga, turun dari peluang sebesar 78 persen pada hari Senin.

Kepercayaan para investor telah memburuk, mengarah ke pandangan paling suram untuk ekonomi dunia dalam satu dekade, demikian menurut sebuah hasil survei Bank of America Merrill Lynch.

Dolar AS telah menggantikan saham teknologi sebagai perdagangan paling ramai untuk pertama kalinya sejak Januari, menurut bank itu.

Di sisi lain, sebagian analis melihat bahwa kekuatan dolar AS akan kembali hadir jika ternyata The Fed tetap yakin tentang jalur pengetatan kebijakan moneter tahun depan.

Marshall Gittler, analis ACLS, berpendapat secara pribadi bahwa The Fed akan terus menormalkan kebijakan tahun depan dan ia tidak berpikir langkah itu akan mengirim ekonomi AS ke dalam resesi.

Sentimen risk-off pada hari Selasa akhirnya berhasil mengangkat nilai tukar yen Jepang dan franc Swiss terhadap greenback AS.

Dengan prospek kenaikan suku bunga yang dovish terus menjaga dolar AS di bawah tekanan, euro berakhir naik 0,14 persen menjadi $1,1364. Penguatan tersebut telah memulihkan semua kerugiannya di pekan lalu ketika dihantam oleh data zona euro yang lemah.

Namun, penilaian Bank Sentral Eropa (ECB) pada pekan lalu bahwa keseimbangan risiko bergerak ke sisi negatifnya, dikombinasikan dengan protes di Prancis yang membebani sektor bisnis, berarti apresiasi euro masih beberapa bulan lagi, demikian pendapat analis Goldman Sachs.

Sumber berita: ForexSignal88, Nasdaq, Reuters

Sumber gambar: The Independent UK

Share This

Berita Forex Lainnya

January 23, 2019

ASTAGA !! Pasar Keuangan Global 'RONTOK' Gara-gara Peringatan IMF & Perang Dagang

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/01/2019 – Pesimisme tentang pertumbuhan global memicu turunnya pasar keuangan dunia, Selasa (22/1/2019), dan membuat para investor mencari perlindungan ke aset-aset yang relatif lebih aman, seperti dolar, obligasi pemerintah,…
January 23, 2019

Risk Appetite Bergeser, Dolar AS Mulai Tergusur

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/01/2019 – Dolar AS jatuh terhadap yen Jepang pada hari Selasa karena kekhawatiran tentang pertumbuhan global yang lesu dan berlanjutnya ketegangan perdagangan AS-Tiongkok mendorong para investor untuk mulai mencari aset safe…
January 22, 2019

HOT ISSUES : Negeri Sakura Diprediksi Akan Mengalami RESESI FISKAL !!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2019 – Jepang, negara Asia dengan perekonomian terbesar ketiga di dunia, diprediksi bisa jatuh ke dalam resesi di tahun fiskal 2019. Negara yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada ekspor itu telah terpukul oleh…
January 22, 2019

Pergerakan Forex Stabil, GBP Masih Pimpin Pasar

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2019 – Dinamika bursa forex sejak kemarin hingga Selasa pagi tampak stabil. Tidak banyak perubahan besar yang tercatat dari pergerakan beberapa pasangan mata uang di sesi perdagangan Senin. Safe haven yen Jepang menguat…
January 21, 2019

China : Banyak Analis Memperkirakan China Mengalami Kontraksi PERTUMBUHAN EKONOMI TERLAMBAT 28 Tahun

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/01/2019 – Sejumlah analis memprediksi, China akan melaporkan pertumbuhan ekonomi paling lambat dalam 28 tahun terakhir di tengah pelemahan permintaan domestik dan kenaikan tarif ekspor ke Amerika Serikat (AS). Kondisi ini akan…