ForexSignal88.com l Jakarta, 09/07/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih terlihat melanjutkan sisi koreksinya di saat pasar keuangan pasca melihat hasil dari data tenaga kerja AS yang memburuk.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan sebelumnya, kondisi greenback mengalami tekanan dari beberapa mata uang utama dunia lainnya, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup menguat di level 1,1743, GBPUSD ditutup menguat di level 1,3286, AUDUSD ditutup menguat di level 0,7429 dan USDJPY ditutup melemah di level 110,46.

Dan untuk sementara di pagi ini, EURUSD bergerak di level 1,1751, GBPUSD bergerak di level 1,3292, AUDUSD di level 0,7439 dan yen di level 110,50.

Di perdagangan sebelumnya, indeks dolar AS diperdagangkan menurun lagi dengan pemicu buruknya hasil data tenaga kerja AS pada periode bulan lalu. Tingkat penganggurannya naik, besaran upah turun dan jumlah pekerja baru juga tidak sesuai dengan keinginan pasar. Menandakan bahwa kondisi tenaga kerja AS kurang mendukung kenaikan suku bunga the Fed, di mana inflasi masih akan sedikit turun.

Situasi perang dagang yang masih panas di mana China dan AS sudah melaksanakan tarif baru bagi $34 milyar, membuat investor ragu terhadap masa depan ekonomi global, sehingga mereka butuh aset pengaman sejenak pasca rilisnya data tenaga kerja AS tersebut. Situasi safe haven memang tidak bisa dihindarkan dengan pertimbangan menghindari untuk sementara aset-aset berlatar belakang dolar AS karena the Fed sendiri sebetulnya sudah mulai khawatir dalam nada notulen rapat suku bunga the Fed 2 pekan lalu.

Meskipun Fed minutes menyatakan bahwa kenaikan suku bunganya masih bisa berlanjut di tahun ini dan tahun depan, namun situasi investasi AS yang cenderung menurun membuat sisi resesi ekonomi menjadi pertimbangan the Fed untuk antisipasi akibat perang dagang.

Wacana kenaikan suku bunga the Fed dengan masalah perang dagang kemungkinan besar masih bisa menjadi tarik ulur koleksi indeks dolar atau melepasnya. Sisi inflasi AS yang meningkat bisa menjadi penarik penguatan indeks dolar, namun ketika muncul sisi pertumbuhan ekonomi global yang meredup, maka sisi melepas indeks dolar akan muncul.

Masalah mundunya juru runding Brexit David Davis tadi pagi kemungkinan besar menjadi sedikit kejutan ke pasar, khususnya ke pound, di mana proses negosiasi Brexit dapat dipastikan agak sedikit terganggu, namun tidak akan besar berdampak.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, ForexSignal88

Sumber gambar: Reuters

Share This

Berita Forex Lainnya

March 19, 2019

FOMC Meeting Ditunggu, Perdagangan Forex Mendatar Hingga Selasa Pagi

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/03/2019 – Dolar AS sedikit berubah terhadap sejumlah mata uang pada hari Senin, di dekat level terendah dua minggu, karena kehati-hatian pasar tentang ekonomi AS dan ekspektasi untuk Federal Reserve yang akomodatif membuat…
March 19, 2019

Inggris : Tensi Brexit Dapat MEMICU PEMANGKASAN INVESTASI Bisnis Terbesar Dalam 10 Tahun

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/03/2019 – Perusahaan-perusahaan Inggris menyiapkan pemangkasan investasi terbesar dalam 10 tahun terakhir pada 2019 akibat Brexit. Bahkan jika Perdana Menteri Theresa May mendapatkan kesepakatan untuk memudahkan Inggris keluar…
March 19, 2019

AS : Sentimen DOVISH Terhadap FED RATE Kembali Muncul Untuk Pekan Ini

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/03/2019 – Dalam beberapa hari terakhir, muncul ekspektasi di pasar bahwa The Federal Reserves (The Fed) akan menahan suku bunga acuan dalam rapat pekan ini. Bahkan bukan tidak mungkin Jerome 'Jay' Powell dan kolega menurunkan…
March 19, 2019

Jepang : Data Ekspor Dirilis MENURUN 3 Bulan Berturut-turut ... Apakah Perlambatan Ekonomi Juga Mulai MENGHANTAM Jepang ?!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/03/2019 – Nilai ekspor Jepang turun di Februari 2019. Ini berarti, dalam 3 bulan berturut-turut, ekspor Negeri Sakura tersebut turun. Tak hanya ekspor, impor Jepang juga mengalami penurunan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran…
March 18, 2019

Inggris : Theresa May Ultimatum Parlemen Inggris Setujui Kesepakatan Brexit atau Bersiap Tertunda Lebih Lama !

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/03/2019 – Perdana Menteri Inggris Theresa May mengultimatum anggota parlemen untuk menyetujui perjanjian perceraian Brexit atau tidak menyetujui perjanjian perceraian dan mengakibatkan perpisahan dengan Uni Eropa ditunda lebih…