ForexSignal88.com l Jakarta, 26/11/2018 – Dolar AS menguat pada hari Jumat sekaligus membukukan persentase kenaikan mingguan terbesar dalam sebulan terakhir.

Apresiasi greenback terjadi karena risk appetite menurun dan para investor bergerak menuju sisi keamanan mata uang itu menyusul penurunan tajam harga minyak mentah dunia yang menunjukkan pertumbuhan global sedang melambat. Safe haven currencies lainnya yaitu yen dan franc Swiss juga turut menguat.

Penurunan harga minyak mentah dunia memicu gelombang risk-off di seluruh pasar keuangan dengan minyak mentah AS berjangka terakhir turun sekitar 6 persen.

Shaun Osborne, kepala strategi FX di Scotiabank di Toronto, menjelaskan bahwa aksi penghindaran risiko (risk aversion) telah menjadi pendorong utama sepanjang minggu lalu, dengan harga minyak yang mendorong sentimen pasar.

Osborne menambahkan bahwa secara keseluruhan dolar AS lebih baik untuk minggu lalu karena sikap risk-off pasar, meskipun terlihat pengurangan ekspektasi yang cukup signifikan untuk kenaikan suku bunga Federal Reserve pada tahun 2019.

Namun demikian peluang jangka pendek dolar AS sempat meredup sedikit karena beberapa data ekonomi AS baru-baru ini lebih lemah dari yang diharapkan dan beberapa pejabat The Fed telah menggaungkan nada kehati-hatian pada perekonomian global dan AS.

Karena itu kini terlihat para investor semakin meyakini bahwa The Fed mungkin sudah mendekati akhir dari siklus pengetatan moneternya.

Euro juga merosot karena tanda-tanda perlambatan pertumbuhan ekonomi di zona euro yang bersanding dengan kekhawatiran pasar atas jalannya negosiasi Brexit dan anggaran Italia yang turut membebani kinerja mata uang tunggal zona euro tersebut.

Selanjutnya, setelah agenda bersejarah kemarin di mana UE setuju dengan kesepakatan Brexit yang diajukan PM May pada pertemuan kemarin (25/11) di Brussels, perhatian pasar akan tertuju kepada parlemen UK yang masih dapat menjadi sandungan besar bagi langkah PM May untuk membawa negaranya keluar dari blok UE.

Sementara itu dari laporan terakhir survei Indeks Manajer Pembelian (PMI) pada hari Jumat, pertumbuhan bisnis di zona euro melambat jauh lebih cepat dari yang diperkirakan bulan ini.

Angka PMI yang mengecewakan tersebut, dipercepat oleh perang perdagangan yang dipimpin AS, akan menjadi perhatian bagi Bank Sentral Eropa (ECB), yang diperkirakan akan mengakhiri program pembelian aset 2,6 miliar euro pada bulan depan sebelum menaikkan suku bunganya di tahun depan.

Setelah pertumbuhan sektor swasta Jerman melambat ke level terendah dalam hampir empat tahun, euro jatuh ke wilayah negatif dan berakhir turun 0,64 persen pada $1,1330. Euro juga turun 0,3 persen terhadap franc Swiss, menjadi 1,1314 franc.

Sementara itu, yen menguat terhadap seluruh rivalnya karena kekhawatiran pasar terhadap implikasi harga minyak mentah dunia yang terus bergerak turun pada pertumbuhan global.

Dolar AS tergelincir 0,02 persen terhadap yen menjadi 112,90 yen, sementara euro jatuh 0,8 persen menjadi 127,97 yen.

Dolar Australia, yang sering dianggap sebagai pengukur untuk risk appetite global, melemah 0,33 persen menjadi AS$0,7228.

Para analis memperkirakan Aussie akan tetap tenang menjelang pertemuan antara AS dan para pemimpin China pada agenda G20 di Argentina pada akhir bulan ini, dengan pasar yang memperhatikan tanda-tanda apakah kedua pemimpin negara itu akan setuju untuk menurunkan skala perang perdagangan mereka.

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

Sumber gambar: Technologijos.it

Share This

Berita Forex Lainnya

June 25, 2019

Nah Loh! Cuitan Pedas Trump Terhadap Kebijakan FED Rate Kembali Berkumandang

in Berita Forex by Super User
Forexsignal88.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengkritik Federal Reserve pada hari Senin karena tidak memangkas suku bunga acuan pada rapat bulan ini. Kritikan ini menunjukkan Trump terus menjaga tekanannya pada bank sentral AS untuk…
June 25, 2019

Laju Kenaikan GBPUSD Sedikit Tertahan di Sesi Awal Pekan. Kenapa?

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 25/06/2019 – Penguatan poundsterling belakangan ini dipicu oleh sikap dovish Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed), bukan dari dalam negeri Inggris. Akibatnya, poundsterling kehabisan tenaga untuk menguat. Setelah The Fed…
June 25, 2019

Sebenarnya Dalam Rangka Apa Trump Berencana ke Korsel Selama Dua Hari? Berikut Penjelasannya!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 25/06/2019 – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan akan mengunjungi Korea Selatan akhir pekan ini setelah ia bertukar surat dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Pertemuan ini meningkatkan harapan akan adanya…
June 24, 2019

Pelaku Pasar WAJIB Mencermati Beberapa Sentimen Penggerak Harga di Minggu Ini. Apa Saja Itu?

in Berita Forex by Super User
Forexsignal88.Com - Pekan depan sepertinya akan menjadi periode yang sibuk. Banjir rilis data, dialog dagang AS-China, sampai perseteruan AS-Iran menjadi hal-hal yang perlu dicermati pelaku pasar. Ada dua sentimen besar yang menggerakkan pasar keuangan global…
June 24, 2019

Bocoran Trading EURUSD untuk Hari ini

in Berita Forex by Super User
Forexsignal88.Com - Markit Purchasing Manager Index (PMI) yang mengukur ke depan menunjukkan segala sesuatu sedang berjalan pada arah yang benar. PMI manufaktur Jerman naik dari dasarnya dengan angka 45.4 dibandingkan dengan 44.3 waktu yang lalu, menunjukkan…