ForexSignal88.com l Jakarta, 20/07/2018 – Dolar AS jatuh dari puncak tertinggi satu tahun pada hari Kamis setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan keprihatinannya tentang mata uang AS yang kuat, yang menurutnya telah menempatkan AS pada posisi yang kurang menguntungkan.

Greenback juga melepas sebagian dari keuntungannya terhadap yuan China, yang sebelumnya turun ke level terendah satu tahun terhadap dolar AS.

Dalam sebuah wawancara dengan CNBC, Trump mengatakan dolar AS yang kuat "menempatkan kami pada posisi yang kurang menguntungkan" seraya menambahkan bahwa yuan China "telah jatuh seperti batu".

Mata uang yang kuat cenderung membuat harga produk yang diekspor sebuah negara menjadi lebih mahal. Sebagian pakar melihat bahwa penguatan atau pelemahan suatu mata uang menjadi bagian dari strategi besar dalam menghadapi potensi perang dagang global.

Juan Perez, pedagang valuta asing senior di Tempus Consulting di Washington, melihat bahwa komentar-komentar Trump menciptakan friksi yang menciptakan turbulensi di seluruh lingkungan pemerintahan AS. Jadi terkait komentar Trump terakhir, menurut Perez, itu adalah sebuah pertanda yang kuat bahwa dolar AS bisa segera menghadapi pelemahan dan variabel tersebut (komentar Trump) adalah sebuah hal yang harus dihadapi pasar.

Ini bukan pertama kalinya Trump menyuarakan ketidaksenangannya dengan dolar AS yang kuat. Dia pernah mengatakan kepada Wall Street Journal pada tiga kesempatan terpisah di tahun lalu bahwa dolar AS terlalu kuat.

Dolar AS jatuh ke level terendah satu minggu versus yen, pada akhir perdagangan sesi kemarin pasangan mata uang USDJPY ditutup negatif di ¥112,44 setelah sempat jatuh ke ¥112,04.

Euro sempat terpukul hingga ke $1,1574 pada hari Kamis kemudian rebound sehingga pasangan mata uang EURUSD ditutup sedikit positif di $1,1640.

Dolar AS juga memangkas keuntungannya terhadap yuan di sesi Amerika Utara dan terakhir di ¥6,774, masih naik 0,4 persen pada hari Kamis. Sejauh tahun ini, yuan telah melemah sekitar 4,0 persen terhadap dolar AS.

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

Sumber gambar: Lombardi Letters

Share This

Berita Forex Lainnya

March 20, 2019

Anda Mau Tahu Fundamental yang 'PALING HOT' dan Ditunggu Oleh Para Pelaku Pasar di Pekan Ini ? Berikut Ulasannya !!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/03/2019 – Fokus pelaku pasar tertuju pada rapat kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) AS di pekan ini. Namun, sentimen dari The Fed juga tidak bagus bagi dolar AS setelah isu merebak di pasar jika Bank Sentral paling…
March 20, 2019

Dolar AS Tertekan Ringan Saat The Fed Memulai Rapat Kebijakan

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/03/2019 – Dolar AS berakhir lebih rendah pada hari Selasa saat Federal Reserve memulai rapat selama dua pada hari itu, dengan banyak pengamat, investor, dan pedagang yang memperkirakan bank sentral itu akan menyampaikan…
March 19, 2019

FOMC Meeting Ditunggu, Perdagangan Forex Mendatar Hingga Selasa Pagi

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/03/2019 – Dolar AS sedikit berubah terhadap sejumlah mata uang pada hari Senin, di dekat level terendah dua minggu, karena kehati-hatian pasar tentang ekonomi AS dan ekspektasi untuk Federal Reserve yang akomodatif membuat…
March 19, 2019

Inggris : Tensi Brexit Dapat MEMICU PEMANGKASAN INVESTASI Bisnis Terbesar Dalam 10 Tahun

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/03/2019 – Perusahaan-perusahaan Inggris menyiapkan pemangkasan investasi terbesar dalam 10 tahun terakhir pada 2019 akibat Brexit. Bahkan jika Perdana Menteri Theresa May mendapatkan kesepakatan untuk memudahkan Inggris keluar…
March 19, 2019

AS : Sentimen DOVISH Terhadap FED RATE Kembali Muncul Untuk Pekan Ini

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/03/2019 – Dalam beberapa hari terakhir, muncul ekspektasi di pasar bahwa The Federal Reserves (The Fed) akan menahan suku bunga acuan dalam rapat pekan ini. Bahkan bukan tidak mungkin Jerome 'Jay' Powell dan kolega menurunkan…