ForexSignal88.com l Jakarta, 27/11/2018 – Euro melemah terhadap greenback pada hari Senin, melepaskan penguatan yang sempat diraih pada awal sesi tersebut, setelah Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi mengakui adanya perlambatan pertumbuhan di wilayah tersebut.

Zona euro telah kehilangan sebagian momentum pertumbuhan tetapi masih terbilang normal dan tidak cukup kuat untuk menggagalkan rencana bank tersebut untuk mengurangi stimulus moneter lebih lanjut, demikian yang disampaikan Draghi dan dua asisten papan atasnya pada hari Senin.

Komentar itu muncul setelah sebuah data menunjukkan moral bisnis Jerman turun lebih dari yang diharapkan pada bulan November. Ifo Institute for Economic Research, yang berbasis di Munich mengatakan sentimen bisnis memburuk untuk bulan ketiga berturut-turut.

Data sentimen bisnis Ifo yang lebih lemah dari perkiraan tersebut, di samping pengakuan Draghi mengenai pelemahan baru-baru ini di data zona euro, membuat para pedagang euro gelisah sehingga mata uang tunggal zona euro itu bergerak lebih rendah.

Sebelumnya euro sempat menguat karena ada indikasi Italia dapat memangkas target defisit anggaran untuk memenuhi persyaratan Uni Eropa.

Koalisi pemerintahan Italia dapat mengurangi target defisit anggaran tahun depan menjadi serendah 2 persen dari produk domestik bruto untuk menghindari tindakan disipliner dari Brussels, demikian pernyataan kedua pihak pada hari Senin.

Sterling juga sedikit berubah terhadap greenback, setelah tergalangnya kesepakatan UK untuk meninggalkan Uni Eropa.

Berdasarkan kesepakatan dengan para pemimpin UK dan Uni Eropa pada hari Minggu, kesatuan empat kerajaan tersebut akan meninggalkan Uni Eropa pada bulan Maret 2019 namun akan tetap menjaga hubungan perdagangan yang erat. Hanya saja peluang keberhasilan kesepakatan itu masih dapat dirusak oleh parlemen UK yang hingga kini masih terbelah.

Fokus para investor di minggu ini juga akan tertuju pada pidato di hari Rabu dari Ketua Federal Reserve Jerome “Jay” Powell dan risalah rapat kebijakan bank sentral AS itu yang digelar 7-8 November lalu. Risalah atau notulen itu akan dirilis pada hari Kamis.

Para investor akan menelaah risalah tersebut untuk melihat indikasi lebih lanjut tentang probabilitas jumlah kenaikan suku bunga acuan yang akan dilakukan oleh bank sentral AS itu.

Perlambatan pertumbuhan global telah meningkatkan spekulasi bahwa The Fed dapat menghentikan siklus pengetatannya lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.

Sejauh ini terlihat tanda-tanda tentatif dari The Fed bahwa mereka melihat dengan nada kehati-hatian. Jadi jika risalah FOMC The Fed dan Jay Powell sama-sama menunjukkan peningkatan sikap hati-hati, maka The Fed cenderung untuk memilih langkah yang lebih lambat pada siklus kenaikan suku bunga di masa depan.

Ketegangan perdagangan antara AS dan China juga tetap berada di garis depan fokus pasar. Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dijadwalkan untuk bertemu pada perhelatan G20 di Buenos Aires, Argentina, pada 30 November untuk membahas masalah perdagangan yang kontroversial di antara kedua negara.

Penguatan dolar AS kemarin tak ayal segera membebani harga emas. Pada sesi Senin harga emas sempat naik ke $1.227,85 kemudian berbalik turun dan berakhir negatif di $1.222,05, hanya 0,06 persen lebih rendah dari penutupan sesi Jumat.

Hari ini pidato Gubernur Federal Reserve Richard Clarida dan data CB Consumer Confidence dari AS akan menjadi sorotan para pelaku perdagangan forex dan emas.

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

Sumber gambar: Reuters

Share This

Berita Forex Lainnya

March 20, 2019

Anda Mau Tahu Fundamental yang 'PALING HOT' dan Ditunggu Oleh Para Pelaku Pasar di Pekan Ini ? Berikut Ulasannya !!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/03/2019 – Fokus pelaku pasar tertuju pada rapat kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) AS di pekan ini. Namun, sentimen dari The Fed juga tidak bagus bagi dolar AS setelah isu merebak di pasar jika Bank Sentral paling…
March 20, 2019

Dolar AS Tertekan Ringan Saat The Fed Memulai Rapat Kebijakan

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/03/2019 – Dolar AS berakhir lebih rendah pada hari Selasa saat Federal Reserve memulai rapat selama dua pada hari itu, dengan banyak pengamat, investor, dan pedagang yang memperkirakan bank sentral itu akan menyampaikan…
March 19, 2019

FOMC Meeting Ditunggu, Perdagangan Forex Mendatar Hingga Selasa Pagi

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/03/2019 – Dolar AS sedikit berubah terhadap sejumlah mata uang pada hari Senin, di dekat level terendah dua minggu, karena kehati-hatian pasar tentang ekonomi AS dan ekspektasi untuk Federal Reserve yang akomodatif membuat…
March 19, 2019

Inggris : Tensi Brexit Dapat MEMICU PEMANGKASAN INVESTASI Bisnis Terbesar Dalam 10 Tahun

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/03/2019 – Perusahaan-perusahaan Inggris menyiapkan pemangkasan investasi terbesar dalam 10 tahun terakhir pada 2019 akibat Brexit. Bahkan jika Perdana Menteri Theresa May mendapatkan kesepakatan untuk memudahkan Inggris keluar…
March 19, 2019

AS : Sentimen DOVISH Terhadap FED RATE Kembali Muncul Untuk Pekan Ini

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/03/2019 – Dalam beberapa hari terakhir, muncul ekspektasi di pasar bahwa The Federal Reserves (The Fed) akan menahan suku bunga acuan dalam rapat pekan ini. Bahkan bukan tidak mungkin Jerome 'Jay' Powell dan kolega menurunkan…