ForexSignal88.com l Jakarta, 13/12/2018 – Pukulan keras pound sterling dan rival greenback lainnya pada hari Rabu memaksa mata uang AS tersebut melepas penguatan di dua sesi sebelumnya.

Tekanan jual terhadap dolar AS terjadi karena data inflasi konsumen yang dipublikasikan semalam menegaskan ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan memperlambat laju kenaikan suku bunga acuannya pada tahun 2019.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan, indeks harga konsumen (CPI) tidak berubah, berkurang dari kenaikan 0,3% yang terlihat pada bulan Oktober, sedangkan para analis memperkirakan kenaikan 0,1%.

Data CNBC menunjukkan, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, berakhir turun 0,35% menjadi 97,05.

Dolar AS berada di bawah bayang-bayang tekanan bearish baru-baru ini di tengah ekspektasi dan spekulasi para pelaku pasar bahwa The Fed akan menghentikan laju kenaikan suku bunga di tahun depan.

Meskipun demikian, kenaikan suku bunga satu kali lagi di tahun ini diperkirakan akan terjadi di pekan depan saat para pejabat bank sentral itu menggelar rapat kebijakannya.

Tekanan jual terhadap dolar AS semakin menjadi setelah pound sterling melonjak karena para pedagang dan investor bertaruh bahwa Perdana Menteri Inggris Theresa May akan selamat dari mosi tidak percaya.

The Guardian melaporkan, setidaknya 160 dari sekutu PM May di Partai Konservatif (Tory) secara terbuka mengindikasikan dukungan untuknya di Twitter menjelang voting mosi yang berlangsung pada hari Rabu.

Jumlah tersebut akan cukup bagi PM May untuk mendapatkan posisi mayoritas (simple majority) meskipun saat itu tidak diketahui apakah para koleganya akan menindaklanjuti karena pemungutan suara tersebut berlangsung secara rahasia.

Ada banyak pertaruhan besar bagi PM May, kekalahan atau kemenangan dengan margin kecil akan melemahkan posisinya, menyeret rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa ke dalam kekacauan hanya dalam waktu kurang dari empat bulan lagi menuju batas waktu 29 Maret.

Kabar terkini dari beberapa media Inggris menyebut pada Rabu di Inggris, PM May berhasil memenangkan mosi kepercayaan di antara anggota Partai Konservatif-nya.

Sumber berita: ForexSignal88, Irish Times, Reuters

Sumber gambar: The Fun Times Guide To Coins

Share This

Berita Forex Lainnya

January 16, 2019

BREXIT : Adrenalin Kian 'MEMUNCAK' di Seputar PERTARUHAN TERAKHIR May

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/01/2019 – Perdana Menteri Inggris Theresa May perlu 318 suara dari 650 anggota parlemen untuk memenangkan proposalnya. Tapi, dukungan untuk meloloskan proposal tersebut kelihatannya hampir tidak ada. Pemerintahan Theresa May…
January 16, 2019

Pemerintah Inggris Kalah Telak, Sterling Berbalik Menguat

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/01/2019 – Pound sterling rebound dari posisi terendah terhadap dolar AS sesi perdagangan Selasa di $1,2669. Setelah penurunan cepat terjadi, mata uang Inggris memukul balik dan melakukan rally lebih dari satu sen hingga…
January 15, 2019

Inggris : Posisi May Kembali TERANCAM Voting BREXIT

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/01/2019 – Perdana Menteri Inggris Theresa May memperingatkan para anggota parlemen bahwa kegagalan melalui Brexit akan menjadi bencana bagi demokrasi. Ia menyampaikan hal itu demi mendapatkan dukungan jelang pemungutan suara di…
January 15, 2019

Dolar AS Mendatar di Tengah Penguatan Yen

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/01/2019 – Greenback bergerak mendatar pada hari Senin saat safe haven yen bergerak naik karena terjadinya penurunan tajam yang tak terduga dalam ekspor China meningkatkan kekhawatiran pasar atas kesehatan ekonomi global. USDJPY…
January 14, 2019

Inggris : Ketidakpastian BREXIT Menurunkan Pertumbuhan Ekonomi ke Level TERENDAH 3 Bulan

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/01/2019 – Ekonomi Inggris tumbuh pada laju terlemahnya dalam tiga bulan terakhir hingga November 2018. Data resmi yang dirilis pada Jumat (11/1) pekan kemarin menujukan perlambatan karena pabrik-pabrik terdampak kondisi…