ForexSignal88.com l Jakarta, 23/11/2018 – Euro sempat rally pada hari Kamis, naik ke $1,1434, setelah UK dan Uni Eropa (UE) pada prinsipnya setuju untuk rancangan naskah perjanjian yang menetapkan hubungan masa depan mereka sebelum pertemuan puncak pada hari Minggu (25/11).

Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengatakan naskah tersebut telah dibahas oleh Perdana Menteri UK Theresa May dan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker dan mereka berencana untuk memiliki hubungan perdagangan barang yang erat.

Mata uang tunggal Eropa berakhir naik 0,16 persen setelah sempat bertambah sebanyak 0,4 persen karena kabar tersebut. Sterling juga sempat melonjak lebih dari satu persen ke $1,2927 sebelum berakhir positif 0,8 persen di $1,2878 per dolar AS.

Jane Foley, ahli strategi FX senior di Rabobank yang berbasis di London, menjelaskan bahwa itu adalah sebuah berita yang menggembirakan dari perspektif investor karena memberikan kejelasan yang sangat dibutuhkan untuk para investor dan perusahaan di kedua sisi.

Tetapi, ia menambahkan, hingga mendapat dukungan politik yang saat ini sedang dikumpulkan, keuntungan sterling ini mungkin tidak bakal berkelanjutan.

Penguatan euro terhadap dolar AS berdampak ke mata uang lainnya, dengan mata uang tunggal zona euro naik setengah persen terhadap krona Norwegia dan seperempat persen versus franc Swiss.

Namun, kenaikan tersebut terbatasi karena pasar AS ditutup untuk liburan Thanksgiving dan setelah risalah Bank Sentral Eropa (ECB) menunjukkan para pembuat kebijakan menekankan pada pertemuan mereka pada bulan Oktober kebutuhan untuk menegaskan kembali rencana untuk mengurangi stimulus moneter bahkan beberapa dari mereka melihat peningkatan risiko terhadap ekonomi.

Kenaikan euro tampak kontras dengan melemahnya dolar AS, yang merosot untuk hari kedua berturut-turut. Kinerja dolar AS terhadap sejumlah mata uang lainnya juga melemah, terlihat dari indeks dolar AS yang turun 0,2 persen menjadi 96,53, mundur lebih jauh dari tertinggi 1½-tahun di 97,693 yang disentuh pada awal bulan ini.

Pelemahan terbaru dolar AS terjadi ketika para investor mulai mempertanyakan berapa banyak Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga pada tahun 2019 tanpa risiko perlambatan ekonomi AS, yang telah bertahan saat biaya pinjaman bergerak naik.

Menurut jajak pendapat Reuters pada hari Selasa, perkiraan median para analis adalah tiga kenaikan lagi pada tahun depan, mendorong federal fund rate menjadi 3,00 hingga 3,25 persen pada akhir tahun depan.

Jajak pendapat itu juga menunjukkan para ekonom sekarang menempatkan probabilitas resesi AS dalam dua tahun ke depan pada median 35 persen.

Perkiraan pasar uang adalah 53 basis poin kenaikan suku bunga The Fed hingga Oktober 2019 meskipun terdengar komentar dovish di bulan ini dari Richard Clarida, wakil ketua The Fed yang baru, telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar.

Serangkaian kenaikan suku bunga dan data AS yang kuat telah mengangkat dolar AS tahun ini dan menempatkannya di jalur untuk kenaikan tahunan terbesar dalam tiga tahun tetapi prospek jangka pendek menjadi semakin netral.

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

Sumber gambar: Sky News

Share This

Berita Forex Lainnya

March 22, 2019

Inggris : Kisruh BREXIT Semakin Mendekati Detik-detik Terakhir ... Soft Brexit ? Atau Semakin RUNYAM ?!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/03/2019 – Para pemimpin Uni Eropa memberi tahu Theresa May pada Kamis kemarin bahwa dia dapat memiliki waktu dua bulan tambahan untuk mengatur Brexit yang tertib, namun demikian Inggris tetap beresiko menghadapi hard brexit…
March 22, 2019

Brexit Lukai Euro dan Sterling, Dolar AS Balas Menekan

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/03/2019 – Dolar AS rebound terhadap sejumlah mata uang pada hari Kamis, membalas semua kerugian yang terjadi di sesi sebelumnya, karena kekhawatiran pasar terkait Brexit semakin melukai sterling dan euro, membantu menghilangkan…
March 21, 2019

Inggris : Theresia May Minta Uni Eropa Untuk Perpanjangan Tenggat Waktu Brexit

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/03/2019 – Perdana Menteri Inggris Theresa May meminta penundaan waktu dari para pemimpin Eropa untuk melepaskan diri dari Uni Eropa. Namun, penundaan waktu Brexit yang diminta May diklaim tidak akan makan waktu lama. Dilansir…
March 21, 2019

Dolar Terpukul oleh Dovish Fed, Pound Tetap Lemah

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/03/2019 – Dolar AS turun tajam terhadap sejumlah mata uang utama pada hari Rabu, setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga AS stabil dan para pembuat kebijakannya menurunkan proyeksi untuk kenaikan suku bunga lebih…
March 20, 2019

Anda Mau Tahu Fundamental yang 'PALING HOT' dan Ditunggu Oleh Para Pelaku Pasar di Pekan Ini ? Berikut Ulasannya !!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/03/2019 – Fokus pelaku pasar tertuju pada rapat kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) AS di pekan ini. Namun, sentimen dari The Fed juga tidak bagus bagi dolar AS setelah isu merebak di pasar jika Bank Sentral paling…