ForexSignal88.com l Jakarta, 28/08/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin melemah kembali berkenaan hasil perjanjian awal antara AS dengan Meksiko.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan sebelumnya, kondisi greenback mengalami tekanan dari beberapa mata uang utama dunia lainnya, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup menguat di level 1,1678, GBPUSD ditutup menguat di level 1,2893, AUDUSD ditutup menguat di level 0,7345 dan USDJPY ditutup melemah di level 111,05.

Dan untuk sementara di pagi ini, EURUSD bergerak di level 1,1691, GBPUSD bergerak di level 1,2891, AUDUSD di level 0,7347 dan yen di level 111,20.

Di perdagangan sebelumnya, indeks dolar AS diperdagangkan masih kurang berhasil membaik dengan pemicu setelah beberapa pelaku pasar melihat aksi yang cukup besar terhadap dolar AS berangsur-angsur menghadapi tekanannya. Sebelumnya Trump ingin agar the Fed dalam mengeluatkan kebijakan moneternya tidak mudah untuk menaikkan suku bunganya karena negara lain lebih memanfaatkan penguatan mata uang AS tersebut sehingga neraca perdagangan AS sedang rapuh.

Rupanya keinginan Trump tersebut disambut oleh ketua the Fed Jerome Powell yang juga mulai berbicara berhati-hati dalam menentukan kebijakan moneter nanti agar supaya dolar AS tidak langsung menguat lagi. Pernyataan Powell menjadi sinyal kuat bahwa mata uang AS harus melemah.

Komentar Trump dan Powell tersebut telah membuat dolar melemah tajam. Namun hasil Fed minutes yaitu keinginan the Fed bertentangan dengan keinginan Trump, dan pasar reaksinya sedang mendukung the Fed sehingga greenback bisa melemah lagi dalam upayanya bulan depan yang akan menaikkan suku bunganya.

Faktor kegagalan perundingan perdagangan antara AS dengan China kemungkinan besar mendukung upaya greenback untuk tidak tertekan lebih besar lagi di hari ini, mengingat upaya Trump dan Powell mendapat sambutan positif pasar dengan langkah beberapa bank sentral dunia lainnya yang ingin agar mata uangnya juga tidak terlalu menguat terhadap dolar AS.

Keinginan tensi perrang dagang yang sedikit memudar memang akan membuat aksi safe haven berakhir dan tampaknya tren ini sedang berlangsung sepanjang hari ini.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, ForexSignal88

Sumber gambar: Reuters

Share This

Berita Forex Lainnya

January 16, 2019

BREXIT : Adrenalin Kian 'MEMUNCAK' di Seputar PERTARUHAN TERAKHIR May

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/01/2019 – Perdana Menteri Inggris Theresa May perlu 318 suara dari 650 anggota parlemen untuk memenangkan proposalnya. Tapi, dukungan untuk meloloskan proposal tersebut kelihatannya hampir tidak ada. Pemerintahan Theresa May…
January 16, 2019

Pemerintah Inggris Kalah Telak, Sterling Berbalik Menguat

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/01/2019 – Pound sterling rebound dari posisi terendah terhadap dolar AS sesi perdagangan Selasa di $1,2669. Setelah penurunan cepat terjadi, mata uang Inggris memukul balik dan melakukan rally lebih dari satu sen hingga…
January 15, 2019

Inggris : Posisi May Kembali TERANCAM Voting BREXIT

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/01/2019 – Perdana Menteri Inggris Theresa May memperingatkan para anggota parlemen bahwa kegagalan melalui Brexit akan menjadi bencana bagi demokrasi. Ia menyampaikan hal itu demi mendapatkan dukungan jelang pemungutan suara di…
January 15, 2019

Dolar AS Mendatar di Tengah Penguatan Yen

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/01/2019 – Greenback bergerak mendatar pada hari Senin saat safe haven yen bergerak naik karena terjadinya penurunan tajam yang tak terduga dalam ekspor China meningkatkan kekhawatiran pasar atas kesehatan ekonomi global. USDJPY…
January 14, 2019

Inggris : Ketidakpastian BREXIT Menurunkan Pertumbuhan Ekonomi ke Level TERENDAH 3 Bulan

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/01/2019 – Ekonomi Inggris tumbuh pada laju terlemahnya dalam tiga bulan terakhir hingga November 2018. Data resmi yang dirilis pada Jumat (11/1) pekan kemarin menujukan perlambatan karena pabrik-pabrik terdampak kondisi…