ForexSignal88.com l Jakarta, 11/04/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih sedikit alami tekanan kembali dari mata uang utama dunia, khususnya dari yen, dengan kewaspadaan tinggi terhadap masalah Suriah dan jelang rilisnya data inflasi AS.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan kemarin, kondisi greenback mengalami tekanannya dari mata uang utama dunia lainnya, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup menguat di level 1,2355, GBPUSD ditutup menguat di level 1,4171, AUDUSD ditutup menguat di level 0,7759 dan USDJPY ditutup menguat di level 107,12.

Dan untuk sementara di pagi ini, EURUSD bergerak di level 1,2358, GBPUSD bergerak di level 1,4177, AUDUSD di level 0,7761 dan yen di level 106,80.

Sebelumnya kemarin dolar AS masih gagal menekan mata uang utama dunia meski tensi perang dagang bisa mereda pasca pernyataan Presiden Xi Jinping yang akan segera melakukan reformasi perdagangan dan ekonomi di China. Situasi ini, tentu membuat kondisi safe haven yen mereda untuk sesaat karena potensi perang dagang akan bisa terhindarkan.

Namun sayangnya, di malam hari keadaan berbalik meskipun data inflasi produsen AS menunjukkan adanya progres kenaikan laju inflasi secara umum di AS. Persoalan perang Suriah telah mengganjal penguatan greenback tersebut, setelah Presiden Trump akan melakukan serangan balasan ke Suriah pasca penggunaan senjata kimia yang dilakukan Suriah di awal pekan lalu.

Kondisi ini tentu membawa dampak safe haven, di mana indeks dolar mengalami pelemahannya yang berlanjut sejak awal pekan ini.

Pagi ini pasar ekuitas Asia masih membaik mengikuti pasar ekuitas AS yang semalam juga membaik, apalagi data order mesin Jepang mengalami kondisi yang lebih baik daripada perkiraan pasar. Hal ini membuat yen masih bertahan terhadap greenback itu sendiri.

Data inflasi China pada periode kali ini lebih buruk daripada periode sebelumnya, sehingga ada kesempatan bagi dolar AS untuk mulai menekan kata uang utama dunia lainnya sebagai bentuk aksi ambil untung sejenak sebelum rilisnya data inflasi AS nanti malam dan Fed minutes di dini hari nanti.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, ForexSignal88

Sumber gambar: CNBC

Share This

Berita Forex Lainnya

January 16, 2019

BREXIT : Adrenalin Kian 'MEMUNCAK' di Seputar PERTARUHAN TERAKHIR May

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/01/2019 – Perdana Menteri Inggris Theresa May perlu 318 suara dari 650 anggota parlemen untuk memenangkan proposalnya. Tapi, dukungan untuk meloloskan proposal tersebut kelihatannya hampir tidak ada. Pemerintahan Theresa May…
January 16, 2019

Pemerintah Inggris Kalah Telak, Sterling Berbalik Menguat

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/01/2019 – Pound sterling rebound dari posisi terendah terhadap dolar AS sesi perdagangan Selasa di $1,2669. Setelah penurunan cepat terjadi, mata uang Inggris memukul balik dan melakukan rally lebih dari satu sen hingga…
January 15, 2019

Inggris : Posisi May Kembali TERANCAM Voting BREXIT

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/01/2019 – Perdana Menteri Inggris Theresa May memperingatkan para anggota parlemen bahwa kegagalan melalui Brexit akan menjadi bencana bagi demokrasi. Ia menyampaikan hal itu demi mendapatkan dukungan jelang pemungutan suara di…
January 15, 2019

Dolar AS Mendatar di Tengah Penguatan Yen

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/01/2019 – Greenback bergerak mendatar pada hari Senin saat safe haven yen bergerak naik karena terjadinya penurunan tajam yang tak terduga dalam ekspor China meningkatkan kekhawatiran pasar atas kesehatan ekonomi global. USDJPY…
January 14, 2019

Inggris : Ketidakpastian BREXIT Menurunkan Pertumbuhan Ekonomi ke Level TERENDAH 3 Bulan

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/01/2019 – Ekonomi Inggris tumbuh pada laju terlemahnya dalam tiga bulan terakhir hingga November 2018. Data resmi yang dirilis pada Jumat (11/1) pekan kemarin menujukan perlambatan karena pabrik-pabrik terdampak kondisi…