ForexSignal88.com l Jakarta, 15/02/2019 – Dolar AS hanya berubah tipis terhadap para pesaingnya pada hari Kamis karena para analis dan traders kurang menghiraukan data yang menunjukkan penjualan ritel AS mengalami penurunan terbesar sejak 2009.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap perdagangan-tertimbang (weighted-trade) dari enam mata uang utama, berakhir turun 0,155% menjadi 96,83.

Departemen Perdagangan AS melaporkan pada hari Kamis bahwa penjualan ritel turun 1,2% di bulan lalu, meleset dari perkiraan para ekonom untuk kenaikan 0,1%.

Sedangkan penjualan ritel inti, yang memiliki dampak lebih besar pada PDB AS, turun 1,8%, di bawah ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan tidak ada perubahan.

CIBC mengatakan satu data yang lemah tidak langsung menjadi bukti yang mengkhawatirkan karena pasar tenaga kerja yang kuat akan memberikan dukungan untuk pengeluaran konsumen dalam beberapa bulan mendatang.

Namun, menurut bank tersebut, data hari ini memperkuat sikap hati-hati Federal Reserve untuk saat ini dan akan membebani USD juga membuat imbal hasil obligasi jatuh.

Angka penjualan ritel yang lebih rendah, bagaimanapun, membuat bank-bank Federal Reserve regional memangkas estimasi mereka untuk PDB kuartal keempat.

Perkiraan tingkat pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal keempat dipangkas menjadi 1,5% dari 2,7% oleh Atlanta Federal Reserve setelah terlihat penurunan penjualan ritel dan persediaan.

Karena itulah, EURUSD berakhir naik 0,30% menjadi $1,1296 bahkan saat data menunjukkan adanya perlambatan ekonomi Jerman.

GBPUSD berakhir turun 0,35% menjadi $1,2800 setelah Perdana Menteri Inggris Theresa May menderita kekalahan lagi di parlemen sehingga opsi Brexit tanpa kesepakatan (no-deal) tetap berada di atas meja.

PM May mengajukan sebuah mosi yang meminta anggota parlemen Inggris mengulangi dukungan mereka untuk pendekatan yang disepakati pada 29 Januari, ketika mereka mendukung amandemen yang memungkinkan perdana menteri Inggris untuk kembali ke Brussels guna menegosiasikan backstop Irlandia.

Mosi itu tidak mengikat, dengan banyak pihak melihat ke arah pemungutan suara berikutnya untuk menentukan jalur untuk Brexit. PM May akan kembali ke parlemen untuk menghadapi pemungutan suara lagi di akhir bulan, di mana saat itu sang perdana menteri mungkin bisa, meskipun tampaknya tidak mungkin, untuk membuat perubahan pada masalah backstop Irlandia.

Perubahan pada poin backstop itu, menurut para anggota parlemen Inggris, diperlukan untuk mendukung perjanjian penarikan diri Inggris sebelum batas waktu 29 Maret.

Sumber berita: ForexSignal88, Investing, Reuters

Sumber gambar: Daily Dot

Share This

Berita Forex Lainnya

March 19, 2019

FOMC Meeting Ditunggu, Perdagangan Forex Mendatar Hingga Selasa Pagi

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/03/2019 – Dolar AS sedikit berubah terhadap sejumlah mata uang pada hari Senin, di dekat level terendah dua minggu, karena kehati-hatian pasar tentang ekonomi AS dan ekspektasi untuk Federal Reserve yang akomodatif membuat…
March 19, 2019

Inggris : Tensi Brexit Dapat MEMICU PEMANGKASAN INVESTASI Bisnis Terbesar Dalam 10 Tahun

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/03/2019 – Perusahaan-perusahaan Inggris menyiapkan pemangkasan investasi terbesar dalam 10 tahun terakhir pada 2019 akibat Brexit. Bahkan jika Perdana Menteri Theresa May mendapatkan kesepakatan untuk memudahkan Inggris keluar…
March 19, 2019

AS : Sentimen DOVISH Terhadap FED RATE Kembali Muncul Untuk Pekan Ini

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/03/2019 – Dalam beberapa hari terakhir, muncul ekspektasi di pasar bahwa The Federal Reserves (The Fed) akan menahan suku bunga acuan dalam rapat pekan ini. Bahkan bukan tidak mungkin Jerome 'Jay' Powell dan kolega menurunkan…
March 19, 2019

Jepang : Data Ekspor Dirilis MENURUN 3 Bulan Berturut-turut ... Apakah Perlambatan Ekonomi Juga Mulai MENGHANTAM Jepang ?!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/03/2019 – Nilai ekspor Jepang turun di Februari 2019. Ini berarti, dalam 3 bulan berturut-turut, ekspor Negeri Sakura tersebut turun. Tak hanya ekspor, impor Jepang juga mengalami penurunan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran…
March 18, 2019

Inggris : Theresa May Ultimatum Parlemen Inggris Setujui Kesepakatan Brexit atau Bersiap Tertunda Lebih Lama !

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/03/2019 – Perdana Menteri Inggris Theresa May mengultimatum anggota parlemen untuk menyetujui perjanjian perceraian Brexit atau tidak menyetujui perjanjian perceraian dan mengakibatkan perpisahan dengan Uni Eropa ditunda lebih…