ForexSignal88.com l Jakarta, 26/10/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya makin menguat jelang rilis data pertumbuhan.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan sebelumnya, kondisi greenback memberikan tekanannya kepada mata uang utama dunia lainnya, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup melemah di level 1,1369, GBPUSD ditutup melemah di level 1,2816, AUDUSD ditutup menguat di level 0,7079 dan USDJPY ditutup menguat di level 112,44.

Dan untuk sementara di pagi ini, EURUSD bergerak di level 1,1367, GBPUSD bergerak di level 1,2818 AUDUSD di level 0,7067 dan yen di level 112,37.

Di perdagangan sebelumnya, indeks dolar AS diperdagangkan membaik dengan pendorong pelaku pasar yang mulai mengoleksi tipis dolarnya dengan bertambahnya dukungan akan naiknya suku bunga the Fed. Sepanjang sepekan sebelumnya, dolar mampu bertahan karena pasar saham dunia dalam kondisi jual yang buruk yang disebabkan oleh perang tarif sehingga keuntungan perusahaan AS berkurang cukup besar.

Akibat hasil kebijakan the Fed dengan suku bunga tinggi, telah menyebabkan pendapatan perusahaan-perusahaan AS turun tajam, sempat menggeser pasar sahamnya cukup besar. Namun semalam sudah pulih, sayangnya pasar saham Asia juga tidak ikut serta untuk pulih karena mereka masih khawatir dengan kinerja ekonomi China yang bisa membawa dampak buruk ke bursa.

Kondisi ini tentu membawa keuntungan bagi dolar dimana yen juga masih cukup berat melangkah lagi karena safe haven yang gagal.

Faktor rencana Brexit yang masih belum mendapatkan lampu hijau masih menjadi titik lemah pound selama ini karena tekanan politik Perdana Menteri Theresa May dalam menghadapi perundingan Brexit menjadi pertaruhan masa depan ekonomi Inggris.

Bank sentral Uni Eropa tetap menyatakan akan memberikan paket stimulusnya hingga akhir tahun, sehingga tidak ada kejutan dari Uni Eropa. Harapannya ada perubahan cepat terhadap suku bunganya Eropa, namun sepertinya kondisi perubahan baru akan terjadi paling cepat di awal tahun depan, itupun dengan catatan inflasi yang naik.

Bursa saham masih belum konudusif, peluang penguatan dolar masib terbuka menjelang rilisnya data pertumbuhan ekonomi AS.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, ForexSignal88

Sumber gambar: Reuters

Share This

Berita Forex Lainnya

January 23, 2019

ASTAGA !! Pasar Keuangan Global 'RONTOK' Gara-gara Peringatan IMF & Perang Dagang

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/01/2019 – Pesimisme tentang pertumbuhan global memicu turunnya pasar keuangan dunia, Selasa (22/1/2019), dan membuat para investor mencari perlindungan ke aset-aset yang relatif lebih aman, seperti dolar, obligasi pemerintah,…
January 23, 2019

Risk Appetite Bergeser, Dolar AS Mulai Tergusur

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/01/2019 – Dolar AS jatuh terhadap yen Jepang pada hari Selasa karena kekhawatiran tentang pertumbuhan global yang lesu dan berlanjutnya ketegangan perdagangan AS-Tiongkok mendorong para investor untuk mulai mencari aset safe…
January 22, 2019

HOT ISSUES : Negeri Sakura Diprediksi Akan Mengalami RESESI FISKAL !!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2019 – Jepang, negara Asia dengan perekonomian terbesar ketiga di dunia, diprediksi bisa jatuh ke dalam resesi di tahun fiskal 2019. Negara yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada ekspor itu telah terpukul oleh…
January 22, 2019

Pergerakan Forex Stabil, GBP Masih Pimpin Pasar

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2019 – Dinamika bursa forex sejak kemarin hingga Selasa pagi tampak stabil. Tidak banyak perubahan besar yang tercatat dari pergerakan beberapa pasangan mata uang di sesi perdagangan Senin. Safe haven yen Jepang menguat…
January 21, 2019

China : Banyak Analis Memperkirakan China Mengalami Kontraksi PERTUMBUHAN EKONOMI TERLAMBAT 28 Tahun

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/01/2019 – Sejumlah analis memprediksi, China akan melaporkan pertumbuhan ekonomi paling lambat dalam 28 tahun terakhir di tengah pelemahan permintaan domestik dan kenaikan tarif ekspor ke Amerika Serikat (AS). Kondisi ini akan…