ForexSignal88.com l Jakarta, 24/08/2018 – Dolar AS menemukan pijakannya untuk menekan para rivalnya pada sesi Kamis, mengabaikan data ekonomi AS yang lemah, karena fokus baru pada perang perdagangan AS-China dan harapan untuk kenaikan suku bunga Federal Reserve lebih lanjut berhasil mengangkat greenback.

Guncangan di pasar perumahan AS berlanjut setelah penjualan rumah baru di AS tiba-tiba jatuh pada bulan Juli ke level terendah 9 bulan. Peningkatan biaya bahan bangunan dan kekurangan lahan dan tenaga kerja telah memperketat pasokan rumah yang tersedia untuk dijual, menjaga harga tetap tinggi dan menghalangi kemampuan para pembeli.

Departemen Perdagangan AS melaporkan penjualan rumah baru pada hari Kamis. Penjualan tersebut turun 1,7% ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebanyak 627.000 unit bulan lalu, jumlah terendah sejak Oktober 2017 dan meleset dari perkiraan para ekonom.

Namun data negatif pasar perumahan tersebut diabaikan karena para investor mencerna putaran baru perang tarif impor antara AS dan China yang mulai berlaku kemarin, mendorong para investor untuk terus mendukung dolar AS di tengah ekonomi AS yang kuat.

Greenback juga didukung oleh ekspektasi yang tetap menyelimuti pasar keuangan bahwa Federal Reserve akan memenuhi harapan pasar dan menaikkan suku bunganya bulan depan.

Risalah Federal Reserve, yang dirilis hari Rabu, menunjukkan para pejabat bank sentral AS puas dengan kenaikan suku bunga lebih lanjut dengan latar belakang ekspektasi untuk pertumbuhan tren yang sedang berlangsung.

The Fed juga mengindikasikan bahwa sengketa perdagangan saat ini adalah sebuah wildcard yang dapat mengubah waktu kenaikan suku bunga, dengan kemungkinan bahwa mereka akan menghentikan sementara kenaikan suku bunga jika perselisihan perdagangan AS-China berkembang menjadi perang dagang skala besar.

Petunjuk lebih lanjut tentang kebijakan moneter AS mungkin akan terlihat pada hari Jumat dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang akan menyampaikan pidato di Jackson Hole Economic Symposium di Wyoming, AS.

Data core durable goods orders atau pesanan barang modal AS juga akan mencuri perhatian pasar nanti malam. Data tersebut diperkirakan naik dari 0,2% menjadi 0,5%.

Sumber berita: ForexSignal88, Investing, Reuters

Sumber gambar: Marketwatch

Share This

Berita Forex Lainnya

January 23, 2019

ASTAGA !! Pasar Keuangan Global 'RONTOK' Gara-gara Peringatan IMF & Perang Dagang

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/01/2019 – Pesimisme tentang pertumbuhan global memicu turunnya pasar keuangan dunia, Selasa (22/1/2019), dan membuat para investor mencari perlindungan ke aset-aset yang relatif lebih aman, seperti dolar, obligasi pemerintah,…
January 23, 2019

Risk Appetite Bergeser, Dolar AS Mulai Tergusur

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/01/2019 – Dolar AS jatuh terhadap yen Jepang pada hari Selasa karena kekhawatiran tentang pertumbuhan global yang lesu dan berlanjutnya ketegangan perdagangan AS-Tiongkok mendorong para investor untuk mulai mencari aset safe…
January 22, 2019

HOT ISSUES : Negeri Sakura Diprediksi Akan Mengalami RESESI FISKAL !!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2019 – Jepang, negara Asia dengan perekonomian terbesar ketiga di dunia, diprediksi bisa jatuh ke dalam resesi di tahun fiskal 2019. Negara yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada ekspor itu telah terpukul oleh…
January 22, 2019

Pergerakan Forex Stabil, GBP Masih Pimpin Pasar

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2019 – Dinamika bursa forex sejak kemarin hingga Selasa pagi tampak stabil. Tidak banyak perubahan besar yang tercatat dari pergerakan beberapa pasangan mata uang di sesi perdagangan Senin. Safe haven yen Jepang menguat…
January 21, 2019

China : Banyak Analis Memperkirakan China Mengalami Kontraksi PERTUMBUHAN EKONOMI TERLAMBAT 28 Tahun

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/01/2019 – Sejumlah analis memprediksi, China akan melaporkan pertumbuhan ekonomi paling lambat dalam 28 tahun terakhir di tengah pelemahan permintaan domestik dan kenaikan tarif ekspor ke Amerika Serikat (AS). Kondisi ini akan…