ForexSignal88.com l Jakarta, 24/05/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS masih harus mengalami saat-saat ambil untungnya melawan mata uang safe haven seperti yen dan Swiss franc.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan kemarin, kondisi greenback memberikan tekanannya terhadap mata uang utama dunia lainnya, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup melemah di level 1,1694, GBPUSD ditutup melemah di level 1,3342, AUDUSD ditutup melemah di level 0,7556 dan USDJPY ditutup melemah di level 110,06.

Dan untuk sementara di pagi ini, EURUSD bergerak di level 1,1692, GBPUSD bergerak di level 1,3352, AUDUSD di level 0,7548 dan yen di level 109,47.

Sebelumnya di perdagangan kemarin, indeks dolar AS sempat diperdagangkan sedikit positif dan masih tetap bertahan di dekat level tertinggi 4 setengah bulannya diiringi dengan masih bertahannya juga imbal hasil obligasi pemerintah AS yang masih di atas level 3% yang merupakan level psikologis di dekat level tertinggi 7 tahun terakhir. Yield obligasi AS tenor 10 tahun bertahan di atas level 3% namun semalam negatif dan tetap membuat isyarat ke investor bahwa investasi di AS masih lebih menjanjikan daripada negara maju lainnya.

Data ekonomi AS semalam juga turut membantu dolar AS tetap di area positifnya, di mana aktivitas manufaktur dan jasanya sedang ekspansi lebih besar daripada periode sebelumnya. Hasil Fed minutes juga sedikit bernada dovish dan sudah diantisipasi oleh investor bahwa suku bunga the Fed memang masih akan naik, akan tetapi hanya berlaku secara bertahap.

Sedangkan tingkat inflasi AS akan dibiarkan di atas angka 2% dalam jangka waktu yang lama, sehingga dapat dipastikan bahwa fokus kerja the Fed harus beradaptasi dengan kerja dari pemerintah AS yang seringkali berubah-ubah dengan cepat.

Sedangkan dolar AS sendiri di pagi ini masih bisa positif terhadap euro, pound dan Australia dolar karena potensi suku bunga the Fed yang masih bisa naik tersebut. Euro makin tersiksa setelah konflik politik di Italia yang masih belum selesai. Selain itu kinerja aktivitas manufaktur dan jasa zona euro juga sedang kontraksi, sehingga makin menyulitkan ECB untuk menormalisasi kebijakan moneternya.

Pound sendiri sedang bersedih karena data inflasi Inggris kemarin lebih rendah lagi daripada periode sebelumnya. Pound sejauh ini juga sedang was-was menantikan data penjualan eceran Inggris. Sedangkan dolar Australia masih dalam tekanan karena harga komoditi tambang seperti harga minyak dan tembaga sedang masuk di ruang aksi ambil untungnya.

Yen sendiri masih menjadi mata uang pengaman setelah konflik dagang AS dengan China belum membaik serta masalah denuklirisasi Korea Utara terancam gagal. Penarikan dana besar-besaran investor Jepang dari Turki, menjadi salah satu penyebab juga yen menguat tajam.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, ForexSignal88

Sumber gambar: CNBC

Share This

Berita Forex Lainnya

March 22, 2019

Inggris : Kisruh BREXIT Semakin Mendekati Detik-detik Terakhir ... Soft Brexit ? Atau Semakin RUNYAM ?!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/03/2019 – Para pemimpin Uni Eropa memberi tahu Theresa May pada Kamis kemarin bahwa dia dapat memiliki waktu dua bulan tambahan untuk mengatur Brexit yang tertib, namun demikian Inggris tetap beresiko menghadapi hard brexit…
March 22, 2019

Brexit Lukai Euro dan Sterling, Dolar AS Balas Menekan

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/03/2019 – Dolar AS rebound terhadap sejumlah mata uang pada hari Kamis, membalas semua kerugian yang terjadi di sesi sebelumnya, karena kekhawatiran pasar terkait Brexit semakin melukai sterling dan euro, membantu menghilangkan…
March 21, 2019

Inggris : Theresia May Minta Uni Eropa Untuk Perpanjangan Tenggat Waktu Brexit

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/03/2019 – Perdana Menteri Inggris Theresa May meminta penundaan waktu dari para pemimpin Eropa untuk melepaskan diri dari Uni Eropa. Namun, penundaan waktu Brexit yang diminta May diklaim tidak akan makan waktu lama. Dilansir…
March 21, 2019

Dolar Terpukul oleh Dovish Fed, Pound Tetap Lemah

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/03/2019 – Dolar AS turun tajam terhadap sejumlah mata uang utama pada hari Rabu, setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga AS stabil dan para pembuat kebijakannya menurunkan proyeksi untuk kenaikan suku bunga lebih…
March 20, 2019

Anda Mau Tahu Fundamental yang 'PALING HOT' dan Ditunggu Oleh Para Pelaku Pasar di Pekan Ini ? Berikut Ulasannya !!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/03/2019 – Fokus pelaku pasar tertuju pada rapat kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) AS di pekan ini. Namun, sentimen dari The Fed juga tidak bagus bagi dolar AS setelah isu merebak di pasar jika Bank Sentral paling…