ForexSignal88.com l Jakarta, 02/04/2019 – Dolar AS bergerak menjauh dari posisi terendah intraday terhadap para pesaingnya pada hari Senin karena data manufaktur AS yang lebih kuat membantu menahan pelemahan sebelumnya yang terjadi karena timbulnya kenaikan tajam pound sterling menjelang putaran pemungutan suara untuk menetapkan jalur Brexit.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap perdagangan-tertimbang enam mata uang utama, turun tipis 0,015 persen menjadi 96,805, tetapi tetap di atas terendah sesi kemarin di 96,580.

Data manufaktur ISM untuk Maret menunjukkan kenaikan ke 55,3, dengan mudah mengalahkan ekspektasi 54,5. Angka di atas 50 dalam indeks ISM menunjukkan ekspansi di bidang manufaktur, yang menyumbang sekitar 12 persen dari ekonomi AS.

"ISM Manufacturing untuk Maret berada di atas ekspektasi dan lapangan kerja tetap di bawah puncak siklus tetapi dengan nyaman kembali mendekati level yang berlaku pada 2018, karena Maret menunjukkan kenaikan satu bulan terbesar dalam tiga tahun. Ini menunjukkan potensi NFP yang kuat pada hari Jumat," kata BMO dalam sebuah catatan riset untuk kliennya.

Data manufaktur ISM yang lebih kuat dari perkiraan meredakan kekhawatiran tentang melambatnya pertumbuhan ekonomi menyusul tanda-tanda pertumbuhan konsumen AS yang lemah di tengah penjualan ritel yang lebih rendah dari perkiraan.

Departemen Perdagangan mengatakan pada hari Senin bahwa penjualan ritel turun 0,2 persen pada bulan Februari, di bawah perkiraan para ekonom untuk kenaikan 0,3 persen. Kelompok penjualan ritel inti - yang memiliki dampak lebih besar pada PDB AS - turun 0,2 persen, di bawah prediksi untuk kenaikan 0,4 persen.

Laporan penjualan ritel memberikan dukungan data yang paling signifikan untuk pandangan pesimistis pasar, dan sepertinya ini akan tetap berlaku untuk bulan berikutnya.

Tetapi dolar AS berjuang untuk menjadi positif setelah mendapat pukulan dari sterling yang menikmati keuntungan menjelang pemilihan putaran kedua pada serangkaian opsi yang diharapkan dapat membantu memecah kebuntuan saat ini di Parlemen Inggris mengenai jalur Brexit yang hanya tersisa beberapa minggu menjelang batas waktu Brexit terbaru pada 12 April yang ditetaplan oleh Uni Eropa.

Berita Forex Lainnya

June 19, 2019

Uni Eropa: Potensi ECB Cut Rate dan Quantitave Easing Kembali Bergema. Apa Dampaknya?

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/06/2019 – Pada sesi perdagangan kemarin, bank sentral Eropa alias European Central Bank (ECB) menunjukkan sikap yang kian sabar alias dovish. Berbicara dalam ECB Forum di Sintra, Portugal, Gubernur ECB Mario Draghi menegaskan…
June 19, 2019

Aksi India Tantang Perang Dagang Dengan AS Berpotensi Menjadi Bumerang

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/06/2019 – Keputusan India untuk mengenakan tarif impor pada barang-barang buatan Amerika Serikat telah meningkatkan pertempuran perdagangan dengan negeri Paman Sam. Namun aksi balasan ini justru dinilai dapat menjadi bumerang…
June 18, 2019

AS Siap Lanjutkan Kenaikan Tarif Jika Kesepakatan Dengan China Gagal

in Berita Forex by Super User
Forexsignal88.Com - Ketegangan perang dagang AS-China tampaknya belum mereda. Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross mengatakan Presiden AS Donald Trump siap untuk melanjutkan dengan tarif atas sisa $ 300 miliar dalam barang-barang Tiongkok tanpa adanya…
June 18, 2019

Nah Loh! Optimisme Cut FED Rate Kian Meningkat. Kok Bisa?

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/06/2019 – Menjelang pertemuan The Federal Reserve selaku bank sentral AS pada hari Selasa (18/6/2019) dan Rabu (19/6/2019) waktu setempat, pelaku pasar kian optimistis bahwa Jerome Powell (Gubernur The Fed) dan kolega akan…
June 18, 2019

Perusahaan Inggris Pangkas Investasinya Tahun Ini Terkait Ketidakpastian Brexit

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/06/2019 – Sebuah survei menunjukkan perusahaan-perusahaan Inggris sepertinya akan memangkas investasi yang terbesar dalam 10 tahun terakhir pada 2019 di saat krisis Brexit berlanjut. Mengutip Reuters, Kamar Dagang Inggris…