ForexSignal88.com l Jakarta, 05/11/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya makin melemah jelang pelaksanaan pemilu anggota dewan AS.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan sebelumnya, kondisi greenback memberikan tekanannya kepada mata uang utama dunia lainnya sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup melemah di level 1,1394, GBPUSD ditutup melemah di level 1,2968, AUDUSD ditutup melemah di level 0,7197 dan USDJPY ditutup menguat di level 113,19.

Dan untuk sementara di pagi ini, EURUSD bergerak di level 1,1396, GBPUSD bergerak di level 1,2998 AUDUSD di level 0,7196 dan yen di level 113,20

Di perdagangan sebelumnya, indeks dolar AS diperdagangkan membaik dengan pendorong pelaku pasar yang makin mengoleksi dolarnya dengan bertambahnya dukungan akan naiknya suku bunga the Fed. Dolar menguat berkat data tenaga kerja yang solid, menandakan kenaikan suku bunga Fed lebih lanjut yang bisa mudah terjadi.

Sebetulnya kebijakan the Fed dengan suku bunga tinggi, telah menyebabkan pendapatan perusahaan-perusahaan AS turun tajam, sempat menggeser pasar sahamnya cukup besar. Namun investor tetap khawatir melihat perkembangan politik AS jelang pemilu tengah yang akan berlangsung pada pekan ini.

Ketidakpastian politik AS ini tentu membawa dampak bahwa kebijakan perdagangan yang akan terjadi dengan AS kemungkinan besar akan tertunda, membuat dolar kurang begitu nyaman dikoleksi awal pekan ini

Pound bisa melakukan nafas leganya setelah proses Brexit memasuki babak yang bagus bagi masa depan perpisahan Inggris yang makin mendekati batas waktunya. Faktor Jepang yang telah menentukan kebijakan moneter yang terbaru terus membuat yen bergeser untuk menguat mengingat pasar khawatir dengan kebijakan bank sentral Jepang yang tidak ada kejutan baru dan investor mulai nyaman mengoleksinya.

Bursa saham masih belum konudusif, peluang penguatan dolar masih tertutup pasca kejelasan kondisi ekonomi AS yang akan belum pasti, membuat peluang safe haven non dolar kali ini lebih baik dilakukan pasar.

Faktor membaiknya data tenaga kerja AS yang solid memang masih akan membantu dolar bertahan, namun sisi ketidakpastian politik jelang pemilu, membuat langkah dolar masih berat.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, ForexSignal88

Sumber gambar: Reuters

Share This

Berita Forex Lainnya

January 16, 2019

BREXIT : Adrenalin Kian 'MEMUNCAK' di Seputar PERTARUHAN TERAKHIR May

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/01/2019 – Perdana Menteri Inggris Theresa May perlu 318 suara dari 650 anggota parlemen untuk memenangkan proposalnya. Tapi, dukungan untuk meloloskan proposal tersebut kelihatannya hampir tidak ada. Pemerintahan Theresa May…
January 16, 2019

Pemerintah Inggris Kalah Telak, Sterling Berbalik Menguat

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/01/2019 – Pound sterling rebound dari posisi terendah terhadap dolar AS sesi perdagangan Selasa di $1,2669. Setelah penurunan cepat terjadi, mata uang Inggris memukul balik dan melakukan rally lebih dari satu sen hingga…
January 15, 2019

Inggris : Posisi May Kembali TERANCAM Voting BREXIT

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/01/2019 – Perdana Menteri Inggris Theresa May memperingatkan para anggota parlemen bahwa kegagalan melalui Brexit akan menjadi bencana bagi demokrasi. Ia menyampaikan hal itu demi mendapatkan dukungan jelang pemungutan suara di…
January 15, 2019

Dolar AS Mendatar di Tengah Penguatan Yen

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/01/2019 – Greenback bergerak mendatar pada hari Senin saat safe haven yen bergerak naik karena terjadinya penurunan tajam yang tak terduga dalam ekspor China meningkatkan kekhawatiran pasar atas kesehatan ekonomi global. USDJPY…
January 14, 2019

Inggris : Ketidakpastian BREXIT Menurunkan Pertumbuhan Ekonomi ke Level TERENDAH 3 Bulan

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/01/2019 – Ekonomi Inggris tumbuh pada laju terlemahnya dalam tiga bulan terakhir hingga November 2018. Data resmi yang dirilis pada Jumat (11/1) pekan kemarin menujukan perlambatan karena pabrik-pabrik terdampak kondisi…