ForexSignal88.com l Jakarta, 25/05/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya akan kembali menunjukkan supremasinya sebagai mata uang paling utama.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan kemarin, kondisi greenback mengalami tekanannya dari mata uang utama dunia lainnya, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup menguat di level 1,1720, GBPUSD ditutup menguat di level 1,3381, AUDUSD ditutup menguat di level 0,7573 dan USDJPY ditutup melemah di level 109,24.

Dan untuk sementara di pagi ini, EURUSD bergerak di level 1,1708, GBPUSD bergerak di level 1,3364, AUDUSD di level 0,7567 dan yen di level 109,58.

Sebelumnya di perdagangan kemarin, indeks dolar AS sempat diperdagangkan sedikit negatif dan sedikit menjauh dari level tertinggi 4 setengah bulannya diiringi dengan mulai turunnya juga imbal hasil obligasi pemerintah AS yang sudah di bawah level 3% yang merupakan level psikologis di dekat level tertinggi 7 tahun terakhir. Yield obligasi AS tenor 10 tahun berada di angka 2,9%, namun tetap membuat isyarat ke investor bahwa investasi di AS masih lebih menjanjikan daripada negara maju lainnya.

Data ekonomi AS semalam juga turut membantu dolar AS untuk negatif, di mana klaim pengangguran dan penjualan rumah juga hasilnya mengecewakan investor. Hasil Fed minutes juga sedikit bernada dovish dan sudah diantisipasi oleh investor bahwa suku bunga the Fed memang masih akan naik, akan tetapi hanya berlaku secara bertahap.

Dalam motulen juga disebutkan bahwa tingkat inflasi AS akan dibiarkan di atas angka 2% dalam jangka waktu yang lama, sehingga dapat dipastikan bahwa fokus kerja the Fed harus beradaptasi dengan kerja dari pemerintah AS yang seringkali berubah-ubah dengan cepat.

Sedangkan dolar AS sendiri di pagi ini masih bisa positif terhadap euro, pound dan Australia dolar karena potensi suku bunga the Fed yang masih bisa naik tersebut. Euro masih tersiksa oleh konflik politik di Italia yang masih belum selesai. Selain itu iklim konsumen zona euro juga sedang kontraksi, sehingga makin menyulitkan ECB untuk menormalisasi kebijakan moneternya.

Pound sendiri kurang bersemangat karena data inflasi Inggris kemarin lebih rendah lagi daripada periode sebelumnya, namun data penjualan eceran Inggris sudah mulai membaik. Sedangkan dolar Australia masih dalam tekanan karena harga komoditi tambang seperti harga minyak dan tembaga kembali mengalami tekanan hari ini.

Yen sebelumnya masih menjadi mata uang pengaman setelah denuklirisasi Korea Utara memang akan gagal setelah Presiden Trump membatalkan pertemuannya di Singapura nanti. Kali ini yen tunduk setelah inflasi di Jepang sedang menurun sehingga makin berat pemerintah melawan deflasinya.

Penguatan dolar AS sendiri berkat rencana China yang akan memangkas tarif impor kendaraannya sebagai bentuk meredakan perang dagangnya.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, ForexSignal88

Sumber gambar: CNBC

Share This

Berita Forex Lainnya

June 17, 2019

Kisruh! Setelah China, Giliran India Sekarang yang Diajak Perang Dagang Oleh AS

in Berita Forex by Super User
Forexsignal88.Com - Setelah dengan China, Amerika Serikat (AS) kini terlibat perang dagang dengan India. Terbaru, India akan mengenakan tarif pembalasan yang lebih tinggi terhadap 28 produk asal AS termasuk almond, apel, dan kacang walnut mulai Minggu (16/6).…
June 17, 2019

Inggris: Boris Johnson Kemungkinan Bisa Menduduki 'KURSI PANAS' yang Sudah Ditinggalkan Theresa May

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/06/2019 – Persaingan untuk menggantikan posisi Theresa May sebagai pemimpin Partai Konservatif yang berkuasa dan sebagai perdana menteri Inggris memasuki fase baru. Tiga dari 10 kandidat yang bersaing dalam kontes kepemimpinan…
June 17, 2019

Berbeda Dengan Sikap AS, Hubungan Israel dan China Justru Semakin 'MESRA' Loh. Kok Bisa?!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/06/2019 – China dan Israel terus meningkatkan hubungan bisnis dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, kedua negara memiliki perjanjian perdagangan bebas. Hal itu dilaporkan telah membuat Amerika Serikat (AS), sekutu utama…
June 14, 2019

Peluncuran Lebih Banyak Stimulus Diperlukan Guna Menopang Ekonomi China. Kenapa?!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/06/2019 – Regulator China dinilai harus meningkatkan dukungan untuk menopang ekonomi guna menjaga likuiditas yang cukup dalam sistem keuangan negara tersebut. Wakil Perdana Menteri Liu He menyarankan Beijing untuk segera…
June 14, 2019

Hubungan AS dan Rusia Semakin 'MEMBURUK' Menurut Putin

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/06/2019 – Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, hubungan antara Moskow dan Washington semakin memburuk. Hal itu ia katakan dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Kamis, (13/6). Pasalnya, pemerintah Amerika…