ForexSignal88.com l Jakarta, 09/11/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih menguat pasca penyelenggaraan rapat suku bunga the Fed.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan sebelumnya, kondisi greenback memberikan tekanannya kepada mata uang utama dunia lainnya sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup melemah di level 1,1360, GBPUSD ditutup melemah di level 1,3060, AUDUSD ditutup melemah di level 0,7254 dan USDJPY ditutup menguat di level 114,01.

Dan untuk sementara di pagi ini, EURUSD bergerak di level 1,1364, GBPUSD bergerak di level 1,3061 AUDUSD di level 0,7250 dan yen di level 113,92.

Di perdagangan sebelumnya, indeks dolar AS diperdagangkan membaik dengan pendorong pelaku pasar yang mulai mengoleksi kembali dolarnya dengan bertambahnya dukungan akan naiknya suku bunga the Fed pasca melihat hasil pemilu parlemen AS.

Pemilu AS telah membuat situasi berubah cepat dimana faktor ketidakpastian politik AS membebani dolar itu sendiri untuk pulih. Investor sempat khawatir melihat perkembangan politik AS pasca pemilu. Ketidakpastian politik AS ini tentu membawa dampak bahwa kebijakan perdagangan yang akan terjadi dengan AS kemungkinan besar akan tertunda, membuat dolar kurang begitu nyaman dikoleksi hingga kepastian hasil pemilu diketahui.

Namun dari hasil Fed meeting, semua berubah dengan cepat, dimana pandangan the Fed tentang ekonomi AS yang membutuhkan kenaikan suku bunga lebih lanjut, telah membuat pasar terbuka matanya bahwa AS masih cukup solid ekonominya.

Pandangan hawkish the Fed telah berhasil membawa dolar menguat terbaik dalam 5 pekan terhadap yen yang selalu mengalami kendala mengingat suku bunga Jepang yang sulit sekali berubah. Berbeda dengan the Fed, BoJ selalu menerapkan suku bunga rendahnya.

Euro juga sedang mulai terkikis kepulihannya. Sejak masalah defisit Italia berkembang, setidaknya hampir 4% euro mengalami tekanan. Bahkan tekanan berlanjut setelah Dewan Uni Eropa memperkirakan pertumbuhan ekonomi Roma akan turun dalam 2 tahun mendatang, membuat anggaran yang sedang dibuat semakin tidak berguna. Kondisi ini tentu membawa berkah buat dolar hingga saat ini.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, ForexSignal88

Sumber gambar: Reuters

Share This

Berita Forex Lainnya

January 16, 2019

BREXIT : Adrenalin Kian 'MEMUNCAK' di Seputar PERTARUHAN TERAKHIR May

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/01/2019 – Perdana Menteri Inggris Theresa May perlu 318 suara dari 650 anggota parlemen untuk memenangkan proposalnya. Tapi, dukungan untuk meloloskan proposal tersebut kelihatannya hampir tidak ada. Pemerintahan Theresa May…
January 16, 2019

Pemerintah Inggris Kalah Telak, Sterling Berbalik Menguat

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/01/2019 – Pound sterling rebound dari posisi terendah terhadap dolar AS sesi perdagangan Selasa di $1,2669. Setelah penurunan cepat terjadi, mata uang Inggris memukul balik dan melakukan rally lebih dari satu sen hingga…
January 15, 2019

Inggris : Posisi May Kembali TERANCAM Voting BREXIT

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/01/2019 – Perdana Menteri Inggris Theresa May memperingatkan para anggota parlemen bahwa kegagalan melalui Brexit akan menjadi bencana bagi demokrasi. Ia menyampaikan hal itu demi mendapatkan dukungan jelang pemungutan suara di…
January 15, 2019

Dolar AS Mendatar di Tengah Penguatan Yen

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/01/2019 – Greenback bergerak mendatar pada hari Senin saat safe haven yen bergerak naik karena terjadinya penurunan tajam yang tak terduga dalam ekspor China meningkatkan kekhawatiran pasar atas kesehatan ekonomi global. USDJPY…
January 14, 2019

Inggris : Ketidakpastian BREXIT Menurunkan Pertumbuhan Ekonomi ke Level TERENDAH 3 Bulan

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/01/2019 – Ekonomi Inggris tumbuh pada laju terlemahnya dalam tiga bulan terakhir hingga November 2018. Data resmi yang dirilis pada Jumat (11/1) pekan kemarin menujukan perlambatan karena pabrik-pabrik terdampak kondisi…