ForexSignal88.com l Jakarta, 15/01/2019 – Greenback bergerak mendatar pada hari Senin saat safe haven yen bergerak naik karena terjadinya penurunan tajam yang tak terduga dalam ekspor China meningkatkan kekhawatiran pasar atas kesehatan ekonomi global. USDJPY berakhir lebih rendah 0,36 persen di ¥108,14.

Data MetaTrader yang digunakan oleh tim analisis pasar keuangan Forexsignal88.com (FS88) menunjukkan indeks dolar AS bergerak turun tipis hingga ditutup di 95,190, lebih rendah 0,08 persen dari penutupan sesi sebelumnya.

Ekspor China mencatatkan penurunan terbesar dalam dua tahun pada periode Desember, sementara impor juga menurun. Angka-angka tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar bahwa tarif impor baru yang dikenakan AS untuk barang-barang China sudah merugikan ekonomi Tiongkok.

Secara terpisah, data juga menunjukkan bahwa China membukukan surplus perdagangan terbesarnya dengan AS tahun lalu, yang dapat mengganggu negosiasi perdagangan yang sedang berlangsung dengan Gedung Putih.

Dolar AS telah jatuh dalam beberapa pekan terakhir, di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menunda kenaikan suku bunga lebih lanjut untuk saat ini.

Ketua Fed Jerome Powell menegaskan pada pekan lalu bahwa bank sentral AS memiliki kemampuan untuk “bersabar” pada kebijakan moneternya mengingat inflasi tetap stabil.

Di tempat lain, pound sterling sedikit pulih setelah tersiar kabar Perdana Menteri Inggris Theresa May sedang mempersiapkan upaya baru untuk mengamankan dukungan bagi kesepakatan Brexit dari para pemberontak di partainya, dengan mencoba membatasi waktu bagi Inggris untuk tetap sejalan dengan peraturan Uni Eropa setelah negara itu meninggalkan blok tersebut.

Namun demikian, mayoritas pengamat politik dan pelaku pasar masih memperkirakan PM May akan kehilangan suara penting dari parlemen Inggris pada kesepakatan tersebut dalam sebuah pemungutan suara parlemen yang dijadwalkan pada hari ini.

Data MetaTrader yang digunakan oleh tim FS88 mencatat GBPUSD ditutup naik tipis 0,19 persen menjadi $1,2870. Euro mendatar terhadap greenback, dengan EURUSD berakhir positif di $1,1470, naik tipis 0,06 persen.

Sedangkan dolar Australia dan Selandia Baru yang sensitif terhadap risiko mendapat tekanan dari dolar AS, dengan AUDUSD berakhir turun 0,1 persen menjadi $0,7195 dan NZDUSD ditutup turun 0,12 persen menjadi $0,6822.

Kedua mata uang antipodean telah menguat sekitar 1,5 persen versus dolar AS pada pekan lalu karena sentimen risiko membaik, terbantu harapan pasar pada kesepakatan perdagangan AS-Sino dan stimulus yang lebih agresif dari para pembuat kebijakan China untuk mendukung ekonominya yang sedang terluka.

Sumber berita: ForexSignal88, Investing, Reuters

Sumber gambar: Reuters

Share This

Berita Forex Lainnya

November 14, 2019

Jelang Pakta Perdagangan Rally Saham AS Justru Terus Berlanjut Loh!

in Berita Forex by Super User
Forexsignal88.Com - Kayla Tausche dari CNBC melaporkan AS sedang berusaha untuk mengamankan konsesi yang lebih kuat dari Tiongkok pada penegakan pencurian kekayaan intelektual dan mengekang transfer teknologi secara paksa. Sebagai gantinya, AS akan menurunkan…
November 14, 2019

Pertumbuhan Ekonomi Negeri Panser Terpangkas, Euro Melempem

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/11/2019 – Hasil survei Reuters menunjukkan pertumbuhan ekonomi Jerman di kuartal III-2019 diprediksi berkontraksi 0,1%, sama dengan kontraksi yang dialami kuartal sebelumnya. Ini berarti Negeri Panser akan mengalami resesi…
November 14, 2019

Trump Kembali Melontarkan Pernyataan 'PEDAS' Terhadap Kebijakan FED

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/11/2019 – Pada pekan lalu yen berada di level terlemah lebih dari lima bulan. Di pekan ini mata uang yang dianggap aset aman (safe haven) ini perlahan menguat, dan menjauhi level terlemah sejak 31 Mei tersebut. Presiden AS…
November 13, 2019

Baperan! Uni Eropa dan China Kembali Jadi 'SASARAN' Pidato Trump

in Berita Forex by Super User
Forexsignal88.Com - Presiden Donald Trump memperbarui serangan perdagangannya terhadap China, menyebut negara itu "curang" meskipun ia menyalahkan situasi pada para pemimpin AS sebelumnya. Trump berbicara hari Selasa (12/11/2019) di Economic Club of New York.…
November 13, 2019

Mantul! 15 Negara Bergabung Membentuk Kerjasama Perdagangan 'TERBESAR' di Dunia Pada 2020

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/11/2019 – Setelah melakukan negosiasi lebih dari enam tahun lamanya, sekitar 15 negara di Asia Pasifik akan menandatangani kesepakatan dagang yang digadang-gadang merupakan yang terbesar di dunia pada 2020. Reuters…