ForexSignal88.com l Jakarta, 15/05/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya mundur sejenak sebagai bentuk aksi ambil untungnya.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan awal pekan kemarin, kondisi greenback memberikan tekanannya kepada mata uang utama dunia lainnya, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup melemah di level 1,1926, GBPUSD ditutup menguat di level 1,3557, AUDUSD ditutup melemah di level 0,7522 dan USDJPY ditutup menguat di level 109,64.

Dan untuk sementara di pagi ini, EURUSD bergerak di level 1,1931, GBPUSD bergerak di level 1,3563, AUDUSD di level 0,7526 dan yen di level 109,75.

Sebelumnya di perdagangan awal pekan kemarin, indeks dolar AS diperdagangkan menguat lagi untuk mendekati kembali ke level tertinggi 4 setengah bulannya diiringi dengan mulai naiknya lagi imbal hasil obligasi pemerintah AS yang ingin mendekat ke level 3% yang merupakan level psikologis tertinggi dalam 4 tahun terakhir.

Data inflasi AS pernah sempat membuat dolar AS mengalami saat-saat aksi ambil untungnya dan awal pekan berakhir di kala investor sedang was-was akan rilisnya data penjualan eceran AS yang sepertinya bisa mengguncang lagi dunia perdagangan pasar uang.

Namun kondisi dolar AS turunnya pagi ini juga tidak terlalu besar karena data tenaga kerja AS di periode lalu masih menunjukkan kekuatan kondisi full-employment terbaik kembali pada bulan ini. Kondisi ini tentu akan mendorong juga upaya the Fed untuk makin memperketat dan memantau perkembangan kinerja ekonominya yang kian lama kian memanas. Sayangnya, memang suku bunga di Juni masih naik, namun di September dan Desember masih dipertanyakan investor.

Data penjualan eceran menjadi topik utama hari ini di mana diperkirakan membaik sehingga investor pun pagi ini melihat potensi aksi untung sejenak setelah RBA memaparkan hasil rapat suku bunganya pekan lalu bahwa ekonomi Australia masih berkinerja bagus, namun enggan menaikkan suku bunganya karena khawatir dengan naiknya harga minyak dunia akhir-akhir ini.

Memang harga minyak dunia bisa berdampak kepada naiknya inflasi dunia, sehingga bank sentral Australia bergerak sangat hati-hati sambil menantikan situasi suku bunga the Fed. Pound dan euro juga bisa menjadi topik pergerakan hari ini di mana data situasi tenaga kerja Inggris dan PDB zona euro akan rilis nanti sore.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, ForexSignal88

Sumber gambar: CNBC

Share This

Berita Forex Lainnya

January 23, 2019

ASTAGA !! Pasar Keuangan Global 'RONTOK' Gara-gara Peringatan IMF & Perang Dagang

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/01/2019 – Pesimisme tentang pertumbuhan global memicu turunnya pasar keuangan dunia, Selasa (22/1/2019), dan membuat para investor mencari perlindungan ke aset-aset yang relatif lebih aman, seperti dolar, obligasi pemerintah,…
January 23, 2019

Risk Appetite Bergeser, Dolar AS Mulai Tergusur

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/01/2019 – Dolar AS jatuh terhadap yen Jepang pada hari Selasa karena kekhawatiran tentang pertumbuhan global yang lesu dan berlanjutnya ketegangan perdagangan AS-Tiongkok mendorong para investor untuk mulai mencari aset safe…
January 22, 2019

HOT ISSUES : Negeri Sakura Diprediksi Akan Mengalami RESESI FISKAL !!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2019 – Jepang, negara Asia dengan perekonomian terbesar ketiga di dunia, diprediksi bisa jatuh ke dalam resesi di tahun fiskal 2019. Negara yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada ekspor itu telah terpukul oleh…
January 22, 2019

Pergerakan Forex Stabil, GBP Masih Pimpin Pasar

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2019 – Dinamika bursa forex sejak kemarin hingga Selasa pagi tampak stabil. Tidak banyak perubahan besar yang tercatat dari pergerakan beberapa pasangan mata uang di sesi perdagangan Senin. Safe haven yen Jepang menguat…
January 21, 2019

China : Banyak Analis Memperkirakan China Mengalami Kontraksi PERTUMBUHAN EKONOMI TERLAMBAT 28 Tahun

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/01/2019 – Sejumlah analis memprediksi, China akan melaporkan pertumbuhan ekonomi paling lambat dalam 28 tahun terakhir di tengah pelemahan permintaan domestik dan kenaikan tarif ekspor ke Amerika Serikat (AS). Kondisi ini akan…